Rabu, 08 Juli 2020
Taman Makam Pangeran Wijaya Kusuma (Rizky/era.id)
06 Oktober 2019 14:28 WIB

Tempat Peristirahatan Pahlawan yang Hampir 'Hilang'

Termakan oleh waktu dan mulai dilupakan masyarakat~
Bagikan :


Jakarta, era.id - "Tiiiiiiinn, tiiiiiinnnnn, tiiiiiinnnn," suara klakson mobil dan motor terus terdengar sepanjang jalan. Tak kenal waktu, ratusan bahkan ribuan kendaraan terus melintas di ruas-ruas jalan Ibu kota.

Hal serupa juga terasa ketika berada di Jalan Pangeran Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat. Wilayah yang masuk ke dalam lokasi dengan penduduk paling padat di Jakarta itu sedikit menyedot perhatian.

Pada jalan yang mengarah ke pusat kota atau tepatnya kawasan wisata Kota Tua itu, terlihat bangunan gapura berwana putih yang bertuliskan "Taman Makam Wijaya Kusuma".

Konon, sosok Wijaya Kusuma merupakan penasehat dan panglima perang pada masa kejayaan Pangeran Jayakarta yang berjuang melawan Belanda di Batavia sekitar abad ke-17.


Baca Juga : Kemenparekraf Fokus Segmen Wisnus untuk Pulihkan Pariwisata

Di lokasi yang luasnya sekitar 100 meter persegi itu, gerabang besi hijau menyambut siapa pun yang datang. Empat pilar penopang atap beton pun kokoh berdiri.

Kain hijau berlafas arab pun tepapampang di lokasi itu. "Ini Makam seorang wali, beliau itu Pangeran Wijaya Kusuma," kata penjaga makam, Taufik kepada era.id, Minggu (6/10/2019).

Sosok Wijaya Kusuma merupakan seorang Pangeran asal Banten terus berjuang selama hidupnya dan cukup berpengaruh pada sejarah panjang berdirinya Jakarta.



Hampir Terlupakan Warga Jakarta

Entah telah berapa lama makam itu telah berada disana. Yang jelas, bangunan yang telah menjadi cagar budaya usai diresmikan tahun 2004 itu hingga saay ini masih berdiri kokoh.

Namun, diakui memang bangunan itu kurang sedap dipandang mata. Daun-daun kering yang berguguran terlihat berserakan di sekitar lokasi yang banyak disebut sebagai makam keramat. Debu jalanan juga menumpuk dibeberapa sudut makam.


Makam Pangeran Wijaya Kusuma (Rizki/era.id)

Yang lebih miris, banyak yang tak mengetahui bahwa di lokasi itu terkubur sosok yang amat penting pada masanya. "Banyak orang yang tidak tahu, selama saya disini banyak juga yang nanya ini (makam) siapa?," ungkap Taufik.

Meski jarang dikunjungi warga Jakarta, nama "Makam Pangeran Wijaya Kusuma" cukup tersohor dibeberapa wilayah. Buktinya, masih saja ada orang-orang yang berasal dari daerah yang berjarak ratusan kilometer dari lokasi rela datang untuk sekedar berziarah.

Hanya saja, kedatangan para peziarah itu tak berlangsung setiap hari. Hanya waktu-waktu tertentu saja lokasi yang sepi itu berubah bak pasar malam. "Ya kalo orang Jakarta hampir tidak ada, yang darang itu orang-orang Jawa (wilayah Jawa). Itu pun paling kalau malam Jumat," cetus Taufik.

Beruntung, Pemerintah setempat masih memperhatikan cagar budaya itu. Satu tahun sekali, dipastikan diselenggarakan acara penghormatan bagi sosok yang sangat berjasa itu. Acara itu digelar bersamaan dengan ulang tahun kota Jakarta. "Pasti ada acara, kita acara doa, mendoakan beliau. Intinya supaya manusia lebih menghargai yang sudah tiada," tutupnya.

 
 
Bagikan :

Reporter : Rizky Adytia Pramana
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
08 Juli 2020 18:28 WIB

Buku Tahunan Nicholas Saputra Tersebar, Ini Komentar Netizen

Banjir komentar 
 
Nusantara
08 Juli 2020 18:09 WIB

Kota Padang Kebanjiran

Hujan sejak Rabu siang
 
Internasional
08 Juli 2020 17:40 WIB

Amerika Tak Lagi Jadi Anggota WHO Mulai Tahun Depan

Jangan keluar masuk ya