Senin, 24 Februari 2020
Dampak kebakaran hutan di Riau (Foto: setkab.go.id)
12 Desember 2019 09:14 WIB

Indonesia Rugi Rp73 Triliun Gara-Gara Kebakaran Hutan

Bank Dunia mencatat
Bagikan :


Jakarta, era.id  - Bank Dunia mencatat total kerusakan dan kerugian ekonomi akibat kebakaran hutan di Indonesia tahun ini berjumlah 5,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp73 triliun. Angka tersebut sama dengan 0,5 persen dari produk domestik bruto.

Perkiraan ini didasarkan pada penilaian Bank Dunia di delapan provinsi yang terkena dampak dari Juni hingga Oktober 2019, meskipun analis di bank multinasional itu mengatakan kebakaran terus berlanjut hingga November.

"Kebakaran hutan dan lahan, serta kabut asap yang ditimbulkannya, menyebabkan dampak ekonomi negatif yang signifikan, diperkirakan mencapai 157 juta dolar AS kerusakan langsung terhadap aset dan 5,0 miliar dolar AS kerugian dari kegiatan ekonomi yang terpengaruh," tulis Bank Dunia dalam laporan tersebut, seperti dikutip Antara, Rabu (11/12/2019).

Lebih dari 900.000 orang melaporkan penyakit pernafasan, 12 bandara nasional menghentikan operasi, dan ratusan sekolah di Indonesia, Malaysia, dan Singapura harus ditutup sementara karena kebakaran.


Baca Juga : Galang Dana Kebakaran Australia Lewat Piza Sepanjang 103 Meter

Asap yang melayang pada puncak musim kemarau pada September memicu pertengkaran diplomatik antara Kuala Lumpur dan Jakarta.

Lebih dari 942.000 hektare hutan dan lahan terbakar tahun ini, terbesar sejak kebakaran hebat pada 2015 ketika 2,6 juta hektare lahan terbakar di Indonesia, menurut angka resmi. Para pejabat mengatakan lonjakan itu disebabkan oleh pola cuaca El Nino yang memperpanjang musim kemarau.

Bank Dunia juga memperkirakan penurunan 0,09 dan 0,05 poin persentase dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia masing-masing pada 2019 dan 2020, karena kebakaran. Prakiraan pertumbuhannya untuk Indonesia adalah 5 persen untuk 2019 dan 5,1 persen untuk 2020.

Kebakaran itu "buatan manusia dan telah menjadi masalah kronis setiap tahun sejak 1997" karena api dianggap sebagai metode termurah untuk menyiapkan lahan untuk ditanami, kata bank itu.

Karena sekitar 44 persen dari area yang terbakar pada 2019 berada di lahan gambut, emisi karbon dari kebakaran Indonesia diperkirakan hampir dua kali lipat dari emisi yang dihasilkan akibat kebakaran di Amazon, Brazil, tahun ini.

Pusat Prakiraan Cuaca Jangka Menengah Eropa memperkirakan total 720 megaton emisi CO2 berasal dari kebakaran hutan Indonesia pada Januari-November tahun ini.

Efek jangka panjang dari kebakaran berulang tidak termasuk dalam perkiraan ini, kata Bank Dunia. Paparan asap berulang-ulang akan mengurangi kualitas kesehatan dan pendidikan dan merusak citra global minyak kelapa sawit---komoditas penting bagi Indonesia.
Bagikan :
Topik :

Reporter : ERA.ID
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
megapolitan
24 Februari 2020 16:02 WIB

Sistem Pemadam Kebakaran Penyebab Kepanikan di DPR

Bukan kebakaran tapi Aerosol yang error
Lifestyle
24 Februari 2020 15:40 WIB

Bagikan Foto USG, Kesha Ratuliu Ternyata Idap Sakit Tumor

Sempat dikira hamil di luar nikah
Internasional
24 Februari 2020 15:27 WIB

Malaysia Menuju Koalisi Pemerintahan Baru

Konflik internal koalisi pemerintahan
Lifestyle
24 Februari 2020 15:02 WIB

Nantikan Comeback BCL Duet dengan Ronan Keating dan Christian Bautista

Tetap profesional meski masih berkabung
ide
24 Februari 2020 14:33 WIB

Keseriusan Sukarno Soal Lambang Negara hingga Tunjuk Menteri Zonder Portofolio

Dia adalah Sultan Hamid II si perancang lambang Garuda Pancasila