Rabu, 22 Januari 2020
Ilustrasi (Pixabay)
31 Desember 2019 18:29 WIB

Merasa Gloomy Di Tahun Baru, Kok Bisa?

Jangan menenggelamkan diri dalam kesedihan
Bagikan :


Jakarta, era.id - Kebanyakan orang pastinya akan merayakan tahun baru dengan penuh kegembiraan atau semangat menyusun rencana di tahun depan. Meski ada pula yang merasa sepanjang tahun 2019 ini banyak rencananya yang gagal, hal itu juga tak mengurangi semangat mereka untuk memulai lembaran baru di tahun 2020.

Sayangnya, tidak semua orang bisa ikut larut dalam kegembiraan pesta tahun baru. Ada segelintir orang yang justru merasakan hal sebaliknya, mereka lebih memilih menenggelamkan diri dalam kesedihan.

Dikutip dari Broadly, Selasa (31/12/2019) kita diajak untuk memahami kenapa sih ada orang yang begitu gloomy menyambut tahun baru? Hal ini dijelaskan oleh Dr. Larry Kubiak, Direktur Layanan Psikologis di Tallahasee Memorial Behavioral Health Center.

Dr. Larry berujar momen merefleksikan diri adalah alasan mengapa malam tahun baru lebih suram daripada hari raya lainnya. Iya, perayaan hari raya seperti Natal atau Lebaran kadang bikin lelah secara mental lho. "Kamu menjadi semakin tertekan setiap kali harus merefleksikan diri. Apalagi kalau kamu merasa tidak sehabat yang lain," ujar Larry.


Baca Juga : Dua Shio yang Kurang Hoki di Tahun Tikus Logam

Menurutnya, kebanyakan orang menggunakan momen tahun baru sebagai ajang untuk merefleksikan diri, baik itu kegagalan maupun keberhasilan. Larry mengatakan, jika yang direfleksikan adalah sebuah kegagalan, dampaknya akan membuat malam tahun baru jauh lebih berat. Sekalipun orang itu sama sekali tidak didiagnosa mengidap depresi, malam tahun baru akan tetap membuat seseorang dengan refleksi diri yang tak sesuai terasa sangat suram.

Jika orang tanpa depresi berat saja bisa se-gloomy itu, Larry mengatakan, orang yang mengidap depresi dan atau Seasonal Affective Disorder (SAD), bisa jauh lebih buruk lagi. Kegiatan sosial, seperti keluar rumah, bisa menjadi tugas super berat bagi penderita depresi.

Ajakan kawan untuk datang ke sebuah pesta tahun baru, menurut Larry, bisa menambah stres, kenapa? Karena kadang orang tersebut sedang tidak mood keluar rumah, tapi bingung mau beralasan apa untuk menolak undangan pesta. Masalah keuangan akibat liburan tahun baru juga bisa membuat tambah tertekan.

Larry lantas mengutip survei tahunan American Psychological Association, “ Stress in America”, pada 2017. Survei tersebut menemukan “masa depan bangsa” adalah penyebab utama stres orang Amerika saat itu. Dengan demikian, selain sedih memikirkan kegagalan di tahun sebelumnya, kita juga dibuat khawatir akan masa depan.

Dia menegaskan tidak ada yang salah dengan dirimu jika kamu merasa down atau gloomy saat malam tahun baru. Namanya juga manusia, pasti merasakan sedih dan bahagia. "Kamu harus jadi batu dulu kalau tidak mau tertekan atau gelisah," tuturnya.

"Depresi dan kecemasan adalah bentuk emosi normal manusia. Hal ini bisa bermanfaat bagi kita, tetapi juga berbahaya jika terjadi sangat intens dan untuk waktu lama," lanjutnya.

Terkakhir, Larry menyarankan untuk mencari pertolongan baik secara profesional maupun kepada orang terdekat, apabila perasaan negatifnya sudah berlebihan.

Happy New Year..
 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Gabriella Thesa Widiari
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
22 Januari 2020 12:18 WIB

Keberadaan Harun Masiku Yang Kini Terang benderang

Imigrasi bilang sudah di Jakarta sejak 7 Januari
Wisata
22 Januari 2020 12:02 WIB

Nonton Wayang Potehi dari Dalang Pribumi

Wayang Potehi cuma bisa ditonton jelang Imlek
 
Lifestyle
22 Januari 2020 11:40 WIB

Viral Tukang Cilok Dilabrak Ibu Pacarnya, Asli atau Settingan?

Kalo udah jadi bos cilok seleranya bukan anak ibu lagi~
Nasional
22 Januari 2020 11:29 WIB

Ternyata Harun Masiku Sudah di Jakarta Sejak 7 Januari

Menurut data Dirjen Imigrasi
Wisata
22 Januari 2020 10:24 WIB

Cuaca Buruk, Pulau Komodo Sepi Wisatawan

Lagi low season