Senin, 09 Desember 2019
Ilustrasi (Pixabay)
14 April 2019 17:40 WIB

Mencari Tahu Risiko Membuat Tato di Tubuh

Meski perlu penelitian lebih lanjut, tato erat dikaitkan dengan kanker
Bagikan :


Jakarta, era.id - Hampir tiga dari 10 orang Amerika Serikat memiliki tato. Namun, sesungguhnya, ada sejumlah masalah kesehatan yang ternyata berkaitan dengan tato.

Melansir Time, Minggu (14/4/2019), sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Stigma and Health menemukan bahwa pasien mengidap kanker paru-paru dan HIV, kebanyakan memiliki tato. Tapi, ini masih penelitian dan perlu penelitian lanjutan.

Yang pasti, tinta tato membuat reaksi terhadap beberapa jenis kulit. Misalnya saja pembengkakan, kemerahan dan rasa sakit. Menurut American Academy of Dermatology (AAD) kebanyakan orang tidak menganggap masalah ini bukan sebagai bahaya. Padahal, infeksi atau reaksi alergi dalam jangka waktu tertentu, bisa membuat ruam, lepuh atau benjolan di kulit, demam, panas dingin, dan bernanah. 

Jika demikian, biasanya yang disalahkan adalah peralatan tato yang kotor, atau tinta tato yang tercemar. 


Baca Juga : Stevia, Tanaman Pengganti Gula yang Ternyata Obat Diabetes

Sesungguhnya, tinta tato sebagian besar tidak diatur di Amerika karena dianggap kosmetik. Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) hanya bertindak ketika ada sesuatu yang salah. Ini menjadi kesulitan tersendiri untuk mengetahui apa yang ada di dalamnya dan seberapa aman mereka. 

Selama bertahun-tahun, tinta yang dinodai oleh bakteri telah dipersalahkan untuk banyak penyakit kesehatan, termasuk reaksi kulit dan penyakit yang ditularkan melalui darah. Antara 2004 dan 2016, FDA menerima laporan 363 efek samping yang terkait dengan tato.


Ilustrasi (Pixabay)

Tato dikaitkan dengan kanker, tetapi tidak secara pasti. Sebab, tidak ada cukup bukti untuk membuat klaim tentang tato yang menyebabkan kanker, tetapi sejumlah dokter telah mencatat beberapa kasus kanker kulit melanoma yang muncul dalam tato.
 
Satu tinjauan penelitian 2018 menemukan 30 kasus seperti itu, meskipun itu tidak dapat membuktikan apakah tato benar-benar menyebabkan kanker atau hanya tumpang tindih dengan daerah yang sakit. 

Sebuah studi kasus 2015 juga merinci kisah tentang seorang pria yang didiagnosis dengan melanoma hanya di daerah-daerah tato dadanya yang dilakukan dengan tinta merah. 

Pola itu menunjukkan bahwa seniman tatonya mungkin telah menularkan kanker yang ada dengan jarum tinta merah, kemudian menyebarkannya ke bagian lain dari kulitnya sambil menyelesaikan desain.

Sebuah studi kecil di 2017 menemukan bahwa partikel titanium dioksida dari tinta tato dapat menyebar dan menumpuk di kelenjar getah bening. 

Sementara sejumlah penelitian itu tidak membuat kesimpulan tentang bagaimana akumulasi ini dapat mempengaruhi kesehatan dalam jangka panjang. Penelitian ini memicu kekhawatiran bahwa tinta tato dapat dikaitkan dengan kanker karena titanium dioksida telah diklasifikasikan sebagai kemungkinan karsinogen. 


Ilustrasi (Pixabay)

Para ahli mengatakan, tinta tato di kelenjar getah bening membuat lebih sulit untuk secara akurat mendiagnosis penyakit, karena dapat meniru tampilan kanker metastasis yang menyebar melalui kelenjar getah bening.

Namun secara keseluruhan, dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk memastikan hubungan kanker dan tinta tato.

Meskipun sangat jarang, beberapa orang mengalami masalah kesehatan yang tidak biasa dan makin parah setelah ditato. Pada tahun 2017, seorang model hampir kehilangan matanya setelah mengalami infeksi serius karena tinta disuntikkan ke putih matanya untuk mengubah warnanya. Ini adalah hal yang berisiko dan tidak umum. 

Tahun berikutnya, dokter di Skotlandia mengatakan, tato besar di kaki seorang wanita mungkin menjadi penyebab peradangan dan melemahkan rasa sakit pada anggota badan. Dan banyak orang yang memiliki reaksi alergi yang cukup parah sehingga memerlukan pengangkatan tato atau perawatan lain.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Bagus Santosa
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
08 Desember 2019 19:22 WIB

Mengapa Mahasiswa Mudah Depresi dan Rentan Bunuh Diri?

Mari simak penjelasannya lewat artikel ini
megapolitan
08 Desember 2019 18:41 WIB

Menapaki Jejak Kenangan di Lima Stasiun Ibu Kota

Kami ikut walking tour bertajuk 'Jelajah Stasiun Kereta Legendaris',…
Lifestyle
08 Desember 2019 17:07 WIB

VIDEO: Movie Update of the Week

Ada film Cats dan Dignitate
Nasional
08 Desember 2019 16:01 WIB

Kontingen Indonesia di Sea Games 2019 Penuhi Target Jokowi

Sebelumnya Jokowi menargetkan perolehan 60 medali emas pada ajang ini
Nusantara
08 Desember 2019 15:11 WIB

Alami Serangan Jantung, Pendaki Gunung Prau Meninggal Dunia

Pendaki tersebut diketahui berasal dari Depok, Jawa Barat