Rabu, 03 Juni 2020
Siropen Telasih. (Foto: Istimewa)
24 Mei 2020 10:15 WIB

Bikin Kangen! Sirop Legendaris Ini Pernah Berjaya pada Masanya

Jadi, yang mana sirop favorit kalian?
Bagikan :


Jakarta, era.id - Memasuki bulan Ramadan hingga tiba Hari Idulfitri minuman yang tak pernah absen di meja makan ialah sirop. Cairan kental dengan cita rasa manis yang dalam bahasa Belanda disebut siropen ini ternyata telah masyhur di tengah masyarakat Indonesia.

Berikut adalah daftar sirop legendaris yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, seperti dirangkum dari berbagai sumber.

Siropen Telasih

Berawal di sebuah pabrik sirop di wilayah Surabaya, tepatnya di Jalan Mliwis No. 5, Surabaya, Jawa Timur. Pabrik sirop ini didirikan oleh warga keturunan Belanda bernama Limoen J.C Van Drongelen dan Hellfach, yang kemudian namanya diabadikan sebagai nama toko sirop yang berdiri sejak 1923.

Siropen Telasih jadi merek sirop pertama di Indonesia yang sampai sekarang masih diproduksi. Pabrik sirop itu sekarang dijadikan cagar budaya oleh Pemerintah Surabaya. Siropen Telasih memiliki tiga jenis varian seperti Siropen Telasih, Siropen Premium, dan Siropen Gourment. Sementara untuk rasanya sangat beragam mulai dari rasa buah-buahan, vanila, pop corn, hingga hazelnut.

Untuk urusan harga, Siropen Telasih dihargai dari Rp30.000 hingga Rp80.000 untuk satu botolnya di marketplace.


Baca Juga : VIDEO: Berat Badan Naik, Konsumsi Sayuran Ini untuk Menurunkannya

Siropen Leo


Enggak jauh berbeda dari Siropen Telasih, nama Siropen Leo ini juga cukup legendaris di kalangan warga Malang, Jawa Timur. Merek sirop yang sudah ada sejak tahun 1948 ini sekarang mencoba lebih berkembang dan mengikuti minat pasar.

Perkembangan itu diawali dengan peningkatan kualitas hingga penambahan rasa seperti merek sirop terkenal saat ini. Sejak didirikan oleh Tjan Ing Tjhan, Siropen Leo hanya memiliki dua varian rasa yaitu rosen dan frambosen. Tetapi saat dikelola oleh generasi ketiganya, yaitu Indrawati, Siropen Leo menambah varian rasa buah-buahan seperti coco, leci, dan juga mocca.

Meski memiliki varian rasa yang cukup banyak, harga Siropen Leo masih tergolong murah dan sangat terjangkau. Untuk harga satu botolnya berkisar Rp25.000 hingga Rp40.000.

Sirop Tjampolay


Bagi generasi 1980 hingga 1990-an mungkin masih sangat akrab dengan nama Sirop Tjampolay asal Cirebon, Jawa Barat ini. Kehadiran sirop ini menambah daftar panjang dari sirop legendaris yang ada di Indonesia.

Sirop Tjampolay ini sudah ada sejak tahun 1936, yang didirikan oleh Tan Tjek Tjiu, yang beroperasi di daerah Lawang Gada, Cirebon, Jawa Barat.

Pada masa awal berdiri, sirop ini hanya menawarkan rasa frozen rose, asam jeruk, dan nanas. Tetapi saat ini, sirop yang botolnya menyerupai botol Marjan itu memiliki varian rasa lainnya seperti melon, leci, mangga gedong, jeruk nipis, kopi moka, dan juga pisang susu.

Untuk urusan harga, saat ini di marketplace dibanderol mulai dari Rp30.000 hingga Rp50.000.

Sirop Kurnia


Khusus sirop yang satu ini tampaknya jauh lebih terkenal di kalangan warga Sumatera, tepatnya warga Banda Aceh. Kehadiran sirop ini dibawa oleh seorang keturunan Tionghoa bernama Elias Hudaya pada tahun 1969.

Enggak seperti sirop legendaris lainnya, Sirop Kurnia identik dengan warna merah menyala dan beraroma raspberry dengan rasa limun yang kuat. Makanya, meski gempuran sirop baru makin banyak, Sirop Kurnia masih bisa mempertahankan kejayaannya. Apalagi pemilihan botol dan kemasannya masih mempertahankan botol jadul seperti botol kecap.

Selain itu, Sirop Kurnia bagi warga Aceh juga dikenal dengan nama Sirop Aceh atau Sirop Patung. Hal ini karena logo yang ada di label mereknya menampilkan patung liberty dengan tulisan Specie-Limonade Siroop. Buat urusan harga, sirop ini cuma dibanderol dari Rp18.000 hingga Rp22.000 di situs marketplace.

Sirop Sarang Sari


Berdiri sejak tahun 1934, Sirop Sarang Sari menjadi legenda pada masa kejayaannya di tahun 1990-an. Di mana saat itu belum ramai berdatangan merek sirop, khususnya di ibu kota. Saat itu kehadirannya dibawa oleh seorang pengusaha bernama NV Conservenbedrijf de Friesche Boerin.

Resep ramuan dengan gula asli dari tebu itu kemudian dibawa oleh Keluarga Gunawan, yang mendirikan PT Sarangsari di tahun 1950-an. Hal ini tentu saja atas izin Presiden Soekarno, yang menginginkan pengembangan dari sirop tersebut.

Di bawah PT Sarangsari, terjadi sedikit perubahan terutama dari segi desain kemasan. Di mana sebelumnya wajah Pangeran Belanda menghiasi botol kaca berwarna hijau itu, tetapi kini diganti dengan sosok wanita penari Bali. Kabarnya, perubahan ini guna menyenangkan hati Presiden Soekarno, di mana Ibunya berasal dari Pulau Dewata.



Semula PT Sarangsari ini bermarkas di Jl. Cikini Raya 77, Jakarta. Namun, perkembangan bisnis yang kian pesat membawa sang pemilik, Rachmat mendirikan pabrik di daerah Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Pada masa kejayaannya, Sirop Sarangsari memiliki 12 varian rasa yang meliputi rasa kurma, nanas, hingga fruit punch. Tetapi sayang ketiga rasa itu sudah tak lagi diproduksi. Cukup sulit menemukan Sirop Sarangsari saat ini dipasaran, apalagi banyak sekali merek terkenal yang mulai berdatangan. Tetapi kenangan manis Sirop Sarangsari tentu masih sangat melekat di hati generasi 1990-an.

Sirop Tawon


Sama halnya dengan sirop Sarangsari, kehadiran sirop Tawon juga sangat sulit dijumpai dipasaran. Sirop ini diproduksi oleh perusahaan bernama IE IE asal Probolinggo.

Meski sulit ditemui, kabarnya Sirop Tawon masih berkeliaran di kawasan Pasar Semampir Krakasan, Pasar Baru, dan beberapa pasar tradisional lainnya. 



Lantaran sirop ini cukup langka, ada baiknya jika berkunjung ke Probolinggo sempat waktu untuk mencari Sirop Tawon sebagai buah tangan keluarga di rumah ya.

Nah dari keenam sirop di atas, kira-kira yang jadi favorit kalian yang mana aja nih? Atau kalian belum pernah mencicipi satu sirop manapun?
Bagikan :
Topik :

Reporter : Nurul Tryani
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Internasional
03 Juni 2020 19:25 WIB

iPhone dan Laptopnya Dijarah Pendemo, Apple Bikin Pencurinya Tak Bisa Tidur

"Perangkat ini telah dinonaktifkan dan dilacak. Otoritas setempat akan disiagakan"
Lifestyle
03 Juni 2020 19:00 WIB

Rekomendasi Drama Korea Sepanjang Juni 2020

Wajib nonton
Review
03 Juni 2020 18:39 WIB

Rayakan Ulang Tahun ke-60, Sega Buat Konsol Mini Game Gear Micro

Bisa masuk di kantong gengs