Jumat, 22 November 2019
Orgel di Gereja Sion (Merry handayani/era.id)
05 Oktober 2019 17:21 WIB

Melihat Orgel, Piano Antik Berusia Ratusan Tahun di Gereja Sion

Maenin-nya susah cuy
Bagikan :


Jakarta, era.id - Portugis memang tidak pernah berkuasa di Jakarta, akan tetapi sejak ratusan tahun lalu, para pelayar Portugis meninggalkan jejak penyebaran agama melalui Gereja atau rumah ibadah.

Gereja Portugis atau Portugese Buitenkerk, yang artinya Gereja Portugis di luar (tembok) kota (Batavia) merupakan salah satu peninggalannya. Mengapa disebut di luar tembok Batavia? karena dulu di dekat jalan Jayakarta (lokasi Gereja berdiri) ada benteng Batavia yang sangat besar, dan di dalam tembok itu masih ada gereja Portugis yang dikuasai Belanda.


Gereja Sion (Merry Handayani/era.id)

Gereja yang terkenal dengan nama Gereja Sion ini terletak tidak jauh dari Stasiun Jakarta Kota, cukup berjalan kaki 5 menit. Sebetulnya, selama abad ke-17 dan ke-18 orang-orang Portugis dan peranakannya yang beragama Katolik tak diizinkan untuk beribadah di wilayah kekuasaan Pemerintahan Hindia Belanda. 


Baca Juga : Melihat Kemegahan Kuil Sensoji Asakusa di Tokyo

"Lama-kelamaan banyak di antara mereka menjadi Protestan,” tulis Adolf Heuken dalam buku Gereja-gereja Tua di Jakarta (2003).

Gereja Sion pun berubah menjadi Gereja Protestan hingga saat ini. Yang unik, bangunan, alat peribadatan hingga ornamen hiasannya masih asli sejak diresmikan pada 23 Oktober 1695 alias 324 tahun lalu. Pondasinya struktur bangunannya kokoh karena terbuat dari 10 ribu kayu dolken (kayu bulat) guna menghindari ancaman gempa bumi. 

"Semuanya masih asli 90 persen. Kecuali kursi jemaat yang di tengah. Bedanya kalau dulu, kursi laki-laki ada senderan tangannya. Kalau perempuan tidak ada. Lihat ke atas, itu alat musik juga masih asli," jelas petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (CPCB) Banten, Tasum, kepada era.id, Sabtu (5/10/2019).

Yang menarik perhatian adalah alat musik seperti piano yang terdapat di  tengah Gereja ini. Namun itu bukan piano melainkan orgel atau organ seruling. alat musik yang kerap dilihat di Gereja-Gereja kuno ini dipakai untuk mengiringi nyanyian peribadatan.

Terdiri atas seperangkat pipa yang dikontrol oleh papan tombol (tuts) dan menghasilkan suara musik yang beraneka ragam. Orgel dimainkan dengan memutarkan angin secara manual tapi kini sudah menggunakan kompresor. Dulu, minimal harus ada 2 orang, yaitu yang memainkan angin dan yang menekan tuts-nya.

"Ini tempat mengumpulkan udara. Jadi diputar seperti ini, udara yang sudah terisi penuh akan dialirkan ke piano. Suaranya akan keluar lewat cela-cela ornamen itu," jelas Tasum.


Tempat orgel mengumpulkan udara (Merry Handayani/era.id)

Di Jakarta hanya ada beberapa saja gereja yang masih memiliki orgel salah satunya di Gereja Katedral, tapi yang di Gereja Sion ini yang paling tua karena berusia sekitar 300 tahun. Soal perawatan, perlu teknisi khusus asal Belanda untuk memperbaiki bila orgel rusak.

"Kalau rusak, ini yang benerin orang Belanda. Tinggalnya di Semarang, jadi memang khusus orang Belanda yang perbaiki,” tuturnya.

Selain orgel, ada pula beberapa makam kuno berusia ratusan tahun yang masih terawat. "Ini kuburan Belanda. Ada 11 kuburan. Dulunya di sini ada ratusan, karena sebelum gereja ini berdiri adalah pemakaman," ucap Tasum yang sudah belasan tahun menjaga Gereja Sion.
 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Mery Handayani
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
22 November 2019 20:50 WIB

KPK yang Masih Bingung dengan Status Stafsus Milenial Jokowi

Mereka masuk kategori penyelenggara negara atau tidak?
 
Nasional
22 November 2019 20:15 WIB

Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp8 Miliar untuk Tiga WNI yang Disandera

Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia dan Filipina
Lifestyle
22 November 2019 20:02 WIB

Belajar Mencintai Diri dari Pengalaman Buruk Edsa Estella

Sebuah perlawanan terhadap bullying ala Edsa Estella
Nasional
22 November 2019 19:27 WIB

Kala BUMN dan PDIP Rebutan Ahok

Menteri BUMN minta Ahok lepas status kader parpol, PDIP ogah Ahok pergi
Ekonomi
22 November 2019 18:35 WIB

Misi Utama Ahok di Pertamina: Dobrak Impor Migas

Impor minyak membengkak terus