Senin, 16 Desember 2019
Konsep revitalisasi Pantai Pangandaran (Twitter @Ridwankamil)
27 Oktober 2019 14:43 WIB

Pantai Pangandaran Berbenah Agar Bisa Mirip Hawaii

Proses revitalisasi dimulai dengan merelokasi 1.300 PKL yang ada di sana~
Bagikan :


Bandung, era.id - Pantai Barat dan Timur Pangandaran akan direvitalisasi menjadi destinasi wisata yang menarik. Revitalisasi dimulai dengan relokasi sekira 1.300 Pedangan Kaki Lima (PKL) di sepanjang bibir pantai Pangandaran.

Menurut desainer revitalisasi Pantai Barat dan Timur Pangandaran, Dian Heri Sofyan, pembenahan pantai ini dilakukan untuk mewujudkan kawasan Pangandaran sebagai Kabupaten Wisata. Nantinya revitalisasi Pantai Barat dan Timur Pangandaran akan merujuk kepada pantai-pantai yang berada di Hawaii.

"Tujuan utamanya membuat pengunjung nyaman, dan pantainya bersih. Akan ada juga penambahan fasilitas,” kata Dian, dalam keterangan resmi West Java Future Design di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (26/10).

Desain wajah baru Pantai Barat dan Timur Pangandaran sendiri akan memiliki jalur pedestrian yang lebih lebar dan nyaman, shower di tepi pantai, ikon baru, tower penjaga pantai guna meningkatkan keamanan, serta perbaikan drainase. 


Baca Juga : Keberpihakan Pemprov DKI Untuk Gelaran DWP

Sesuai kesepakatan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar dan Pemkab Pangandaran, penataan Pantai Barat dan Timur Pangandaran bertujuan untuk memberikan ruang terbuka publik kepada wisatawan dan masyarakat sekitar sekaligus memudahkan akses menuju pantai.

Dijelaskannya, semangat kolabirasi demi mewujudkan Pantai Pangandaran sebagai destinasi wisata sudah tampak manakala Pemkab Pangandaran merelokasi 1.300 PKL di sepanjang bibir pantai. Selain karena Pemkab Pangandaran menyediakan pasar di daerah pantai, para PKL pun ingin Pantai Barat dan Timur Pangandaran menjadi indah dan jumlah wisatawan pun meningkat.

"Proses revitalisasi yang sifatnya kolaboratif. Kolaboratif antara Pemdaprov Jabar dan Pemkab Pangandaran. Saya bersyukur menjadi bagian dari kolaborasi ini,” jelasnya.




Menurut Dian, aspek keselamatan dan keamanan pun tidak luput dari penataan. Rencananya, pada penataan tahap I akan dibangun tower penjaga pantai. Dengan begitu, kata dia, pengunjung yang berenang atau bermain di sepanjang pantai akan lebih kerasan.

“Tidak hanya penataan di daratnya, tapi juga di lautnya. Sesuai arahan dari Pemdaprov Jabar, kami akan membuat Break Water tahap I yang sedang dibangun,” ucapnya.



Adapun studi literatur revitalisasi Pantai Barat dan Timur Pangandaran merujuk kepada pantai-pantai yang berada di Hawaii. Meski begitu, Dian menyatakan bahwa revitalisasi tidak akan menghilangkan budaya maupun ciri khas dari Pangandaran itu sendiri. Salah satu contohnya, kegiatan nelayan akan difasilitasi. Apalagi, banyak wisatawan yang tertarik dengan kegiatan tersebut.

“Nelayan itu kondisi aktual di sana. Bagi sebagian orang, itu hal yang menarik. Lebih menarik itu anak pengunjung diperkenalkan dengan kegiatan itu. Bagi nelayan itu adalah kegiatan sehari-hari. Itu bagian dari budaya yang akan dipertahankan,” katanya.

Revitalisasi tahap I ditargetkan selesai pada akhir tahun ini. Sehingga, awal tahun 2020, Pantai Barat dan Timur Pangandaran akan semakin menarik dan menjadi primadona destinasi wisata di Tanah Pasundan. (Imam Herdiana)
Bagikan :

Reporter : ERA.ID
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Teknologi
16 Desember 2019 10:02 WIB

Rusia Kembangkan Sistem Rudal Terkoneksi Internet

Rudal Iskander bisa dikendalikan pakai jaringan internet
Nusantara
16 Desember 2019 09:27 WIB

Deklarasi Generasi Milenial Antikorupsi dari Anak Sekolah Bandung

Antikorupsi sejak dini
Nasional
16 Desember 2019 09:04 WIB

Irjen Listyo Sigit Resmi Jabat Kabareskrim

Komjen Firli juga sudah berhenti dari Kabaharkam
Nusantara
16 Desember 2019 08:48 WIB

Nasib Anak Sekolah Korban Gusuran Tamansari yang Tak Dipikirkan

Mana lagi di tengah semester
Nasional
16 Desember 2019 08:06 WIB

Gara-Gara Putung Rokok, Gudang Mabel di Jaktim Terbakar

Makanya kalo ngerokok jangan sembarang