Kamis, 24 Mei 2018
16 Mei 2018 15:49 WIB

Benda Kesayangan Evan dan Nathan di Dalam Peti

Ada pistol mainan, baju, sampai topi
Bagikan :


Surabaya, era.id – Jenazah Vincensius Evan (12 tahun) dan Nathanael (8 tahun) terbujur kaku di dalam peti. Mata mereka tetap terpejam meskipun sang ibu, Wenny, datang untuk menemui mereka terakhir kalinya.

Rabu (16/5/2018), Wenny bersama puluhan pelayat mendatangi Rumah Duka Adi Jasa Surabaya. Diiringi raut pilu, mereka mengiringi kepergian Evan dan Nathan melalui prosesi tutup peti.

Dengan sabar, terlihat Wenny dan anggota keluarganya memercikan aroma wewangian ke jasad Evan dan Nathan. Perlahan, mereka juga meletakkan benda-benda kesayangan Evan dan Nathan ke dalam peti. Nampak pistol mainan, beberapa baju, dan topi memenuhi peti keduanya. Bersamaan dengan itu, doa menggema di rumah duka, diiringi dengan pecah isak tangis.

Wenny, Evan, dan Nathanael adalah ibu-anak korban bom bunuh diri Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Surabaya, Minggu (13/5) kemarin. Pagi itu, mereka hendak mendatangi rumah Tuhan bersama-sama. Sementara om Evan dan Nathan memakirkan mobil di area gereja, Wenny menggandeng kedua putranya memasuki halaman. Baru saja melangkahkan kaki, tiba-tiba bom meledak tak jauh dari keberadaan ketiganya. Mereka pun terempas. Ternyata, itulah kali terakhir Wenny menggenggam tangan kedua jagoannya.


Baca Juga : Memahami Cara Negara Melawan Terorisme

Baca Juga: Wenny Baru Tahu 2 Putranya, Evan dan Nathan Meninggal 


Wenny Angelina saat mendatangi prosesi tutup peti Evan dan Nathan (Foto: Hamni/ era.id)


Keluarga Wenny datang ke prosesi tutup peti Evan dan Nathan (Foto: Hamni/ era.id)


Suasana di rumah duka (Foto: Hamni/ era.id)

Sang kakak, Evan, mengembuskan napas terakhirnya tak lama setelah dilarikan ke rumah sakit lantaran terluka parah. Sementara itu, usai berjuang selama kurang lebih 12 jam di ruang IGD RS Bedah Surabaya, Nathanael menutup mata untuk selamanya sekitar pukul 20.00 WIB. Dan sang ibu, Wenny, masih harus melanjutkan perjuangannya di rumah sakit untuk menyembuhkan luka.

Baca Juga: Cerita Om Evan dan Nathan Saat Ledakan Bom Surabaya

Kepergian Evan dan Nathanael sempat dirahasiakan keluarga dan kerabat dari Wenny. Dikhawatirkan, kondisi Wenny yang juga terluka parah akan drop mengetahui kedua putranya telah tiada.

Barulah Senin (14/5) malam, Wenny akhirnya tahu dua jagoannya telah lebih dulu menghadap Tuhan. Tak bisa terbayangkan reaksi dia ketika mendapat kabar itu. Selasa (15/5) siang, Wenny diperbolehkan datang ke rumah duka Adijasa, Jalan Demak, Kota Surabaya. Namun dengan catatan, didampingi dokter dan hanya bisa empat jam karena kondisinya yang masih lemah.

Pada Rabu (16/5) pagi, dilakukan prosesi tutup peti di rumah duka. Wenny datang lagi ke rumah duka dengan tangan masih terpasang infus di tangan kirinya. Pemakaman Evan dan Nathan akan dilaksanakan pada Minggu (20/5), di Sukorejo, Jawa Timur.

Saat datang ke prosesi tutup peti, tubuh Wenny masih dipasang selang infus dan penuh luka. Ia masih harus kembali ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif atas luka-lukanya. (Susilo Hamni)
Bagikan :

Reporter : Wilson Septrudy Purba
Editor : Fitria Chusna Farisa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Peristiwa
24 Mei 2018 18:18 WIB

Bahas Pemilu 2019, Abraham Samad ke Kantor DPP PKS

Dia siap menyatukan pandangan untuk membahas problem bangsa ke depan
Olahraga
24 Mei 2018 17:30 WIB

Bukan ke China, Iniesta Memilih Berlabuh di Jepang

Gelandang Spanyol menandatangi kontrak 3 tahun
Lifestyle
24 Mei 2018 17:21 WIB

Menyelami Fenomena Bukber

Survei mandiri kami berhasil ungkap berbagai pertanyaan soal bukber
Nasional
24 Mei 2018 17:15 WIB

Tips Buka Puasa Anti-begah!

Puasa masih 22 hari lagi nih. Semangat!
Peristiwa
24 Mei 2018 17:05 WIB

Memilih Djarot-Sihar Sama dengan Jihad

Berpengalaman dan mampu memajukan Sumut