Selasa, 07 April 2020
Smartwatch SIHEDAF, pendeteksi stroke buatan dosen dan mahasiswa Tel U. (Dok Tel U)
16 Januari 2020 15:03 WIB

SIHEDAF, Smartwatch Pendeteksi Stoke Karya Anak Bangsa

Bisa membaca statistik kejadian Atrial Fibrillation yang merupakan indikasi resiko stroke
Bagikan :


Bandung, era.id - Penyakit stroke bisa menyerang tiba-tiba. Penyakit sumbatan pembuluh darah di otak ini memiliki gejala dan sejumlah penyebab. Karena itu diperlukan alat deteksi dini stroke yang praktis dan efisien. 

Untuk menjawab kebutuhan alat deteksi dini stroke, dosen dan mahasiswa Telkom University (Tel-U) mengembangkan alat yang dinamai SIHEDAF. Inovasi ini merupakan sistem pendeteksi Atrial Fibrillation (AF) yang berfungsi sebagai pendeteksi dini stroke.

SIHEDAF dibikin berbentuk jam tangan (smartwatch). Di dalam jam tangan pintar ini ada alat yang membaca statistik kejadian Atrial Fibrillation yang merupakan indikasi resiko stroke.

M Ari Putra, tim produk inovasi SIHEDAF, bilang smartwatch ini menggunakan signal PPG untuk mendeteksi data Atrial Fibrillation pada pasien. SIHEDAF dibuat efisien karena tidak perlu menggunakan kabel penghubung yang cukup rumit dan memakan waktu lama dalam pengambilan data Atrial Fibrillation. 


Baca Juga : Melihat Waktu Ideal Berjemur Berdasarkan UV Indeks WHO

“SIHEDAF juga bisa langsung terhubung ke web dan applikasi berbasis Android,” terang M Ari Putra, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/1/2020).

“Dulu kita menggunakan EKG tetapi cukup rumit karena harus ditempel di tubuh, jadi kurang efisien. Kalau SIHEDAF ini lebih simple, karena hanya tinggal dipasangkan ke tangan saja,” lnjut M Ari Putra.

Efisiensi deteksi dini stroke ini juga sengaja dibikin dalam bentuk jam tangan. “Agar mempermudah dan tidak mempersulit pengambilan data Atrial Fibrillation,” terangnya.

Alat inovasi karya mahasiswa Tel-U ini telah meraih penghargaan pada ajang APICTA Award 2016 dan Silver Medal TIC Monash 2016. Tim perancang aplikasi ini adalah Satria Mandala (Dosen Tel-U), Nachwan Mufti (Mahasiswa), dan Ardian Rizal (mahasiswa).   

Stroke merupakan penyakit yang terjadi karena berkurangnya aliran darah ke otak akibat peyumbatan dan pendarahan. Akibatnya, otak sebagai pusat pengendali tubuh menjadi terganggu. Konsekuensinya, aktivitas tubuh mulai dari gerak, perasa, memori, kesadaran, dan lain-lain pun turut terganggu.

Di dunia kedokteran, deteksi stroke antara lain dilakukan dengan alat elektrokardiografi (EKG). Fungsi EKG untuk mengetahui aktivitas jantung. EKG membaca aktivitas jantung lewat energi listrik dan irama pada jantung. Dari situ, akan diketahui terjadi atau tidaknya penyakit jantung koroner yang merupakan salah satu penyebab stroke.

Smartwatch SIHEDAF sendiri diciptakan untuk menggeser Fungsi EKG ini. Namun penelitian SIHEDAF tidak menjelaskan sejauh mana efektivitas atau akurasinya dibandingkan EKG.
 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Iman Herdiana
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
06 April 2020 21:26 WIB

What's On Today, 6 April 2020

Podcast berita Indonesia terkini yang disajikan dengan cara berbeda
Wisata
06 April 2020 21:05 WIB

Bosah WFH? Berwisata Virtual Yuk!

Bisa dinikmati lewat video dan foto 360 derajat
Nusantara
06 April 2020 20:57 WIB

Pemprov Jabar Pertimbangkan Jam Malam dan PSBB

Sudah disetujui Kapolda
Nasional
06 April 2020 20:22 WIB

What's On Weekend, 6 April 2020

Klik tombol play dan rasakan sensasi menikmati berita yang berbeda
Nasional
06 April 2020 20:13 WIB

Pemerintah Belum Satu Suara Soal Data Pasien Korona

Masih ada perbedaan data dan dinilai tertutup