Kamis, 23 Mei 2019
Ethiopian Airlines (Twitter @flyethiopian)
11 Maret 2019 20:00 WIB

Sinyal Merah untuk Boeing 737 Max 8

Boeing harus kembali menelan pil pahit dari insiden ini
Bagikan :


Jakarta, era.id - Tragedi Ethiopian Airlines ET 302 yang jatuh di kota Bishoftu, Ethiopia membuat pabrikan Boeing kembali jadi sorotan. Insiden ini membawa kita kepada peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat Oktober tahun lalu.

Jelas insiden ini menjadi kabar menyakitkan bagi perusahaan manufaktur pesawat Boeing. Sebab kedua persitiwa itu melibatkan pesawat tipe Boeing 737 MAX 8. Kecelakaan ini juga menimbulkan pertanyaan baru mengenai keselamatan dari tipe pesawat tersebut.

"Boeing sangat sedih mengetahui kematian penumpang dan awak di Ethiopian Airlines Penerbangan 302, sebuah pesawat 737 MAX 8. Kami menyampaikan simpati tulus kami kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari para penumpang dan awak di atas kapal dan siap untuk mendukung tim Ethiopian Airlines," tulis Boeing dalam sebuah keterangan tertulis di websitenya maupun melalui Twitternya @BoeingAirplanes, Senin (11/3/2019).

Tim teknis Boeing segera dikirim ke lokasi kecelakaan untuk memberikan bantuan teknis di bawah arahan Biro Investigasi Kecelakaan Ethiopia dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (AS). 
 

Melansir dari CNN, selain tipe pesawat yang sama, baik Lion Air maupun Ethiopian Airlines juga dikabarkan mengalami kerusakan sistem dan jatuh tak lama setelah lepas landas atau take off dari bandara asal. 


Baca Juga : Pesawat Bertabrakan di Langit Alaska, Tiga Tewas

Bila Ethiopian Airlines jatuh 6 menit setelah lepas landas dari Bandara Addis Ababa Bole. Maka Lion Air jatuh sekitar 13 menit setelah take off dari Bandara Soekarno-Hatta. 

"Itu pesawat yang sama. Seperti Lion Air, kecelakaan Ethiopian Airlines terjadi tak lama setelah lepas landas dan pilot mengisyaratkan mereka mengalami masalah, kemudian pesawat jatuh. Kesamaannya jelas," ujar direktur Aerospace & Defense Market Analysis, Michel Merluzeau seperti dilansir dari AFP.

Dengan kecelakaan Ethiopian Airlines merupakan pukulan besar bagi Boeing. Terlebih pesawat tipe MAX merupakan versi terbaru dari Boeing 737, yang terlaris sepanjang masa dengan lebih dari 10 ribu unit pesawat diproduksi.


Boeing 737 MAX 8 (Foto: Twitter @BoeingAirplanes)

Boeing 737 MAX di Grounded

Diberitakan Reuters yang mengutip kantor berita bisnis China, Caijing, Senin (11/3), Badan Penerbangan Sipil China (CAAC) mengeluarkan larangan penggunaan Boeing 737 MAX untuk seluruh maskapai di negara itu. Dilaporkan ada sekitar 60 Boeing 737 MAX yang digunakan maskapai China saat ini.

Tak hanya China, pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan untuk sementara waktu melarang terbang pesawat terbang Boeing 737 MAX 8 di Indonesia. Langkah diambil terkait jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines berjenis Boeing 737 MAX 8. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa pesawat yang beroperasi di Indonesia dalam kondisi laik terbang. 

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti, langkah tersebut diambil untuk menjamin keselamatan penerbangan di Indonesia. 

"Salah satu langkah yang akan dilakukan oleh Ditjen Hubud adalah melakukan inspeksi dengan cara larang terbang sementara (temporary grounded), untuk memastikan kondisi pesawat jenis tersebut laik terbang (airworthy) dan langkah tersebut telah disetujui oleh Menteri Perhubungan," kata Polana dalam keterangan resminya, Senin (11/3/2019).

Sejauh ini, pengawasan untuk pengoperasian pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 sudah dilakukan sejak 30 Oktober 2018 lalu pasca kecelakaan JT 610. Di Indonesia, selain Lion Air maskapai yang mengoperasikan pesawat jenis ini adalah PT Garuda Indonesia sebanyak 1 unit.

Seperti diketahui, pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines jatuh kemarin setelah 6 menit lepas landas dari Bandara Addis Ababa, Ethiopia menuju ke Nairobi, Kenya. 

Sebanyak 149 penumpang dan 8 awak kabin dinyatakan tewas. Terlihat juga serpihan serta sejumlah benda yang diduga milik penumpang berserakan di lokasi kecelakaan. TV Pemerintah Ethiopia menyatakan para penumpang di dalam pesawat itu berasal dari 33 negara.


 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Aditya Fajar Indrawan
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
megapolitan
23 Mei 2019 16:22 WIB

Kerusuhan 21-22 Mei, Mengapa Anies Tak Imbau Warga Jangan Ikut Demo?

Karena bagi Anies, kebebasan berserikat berkumpul dilindungi Undang-Undang
Nasional
23 Mei 2019 16:02 WIB

400 Polisi Akan Kawal Pemakaman Arifin Ilham

Rencananya, Arifin Ilham akan dimakamkan sore ini
Nasional
23 Mei 2019 15:58 WIB

VIDEO: Jalan MH Thamrin Masih Tutup

Sejak pagi Barikade kawat berduri masih terpasang di persimpangan Sarinah
Nasional
23 Mei 2019 15:55 WIB

Kubu Prabowo Batal Menggugat ke MK Hari Ini

Tenang, tim masih rapat mengumpulkan dokumen
Lifestyle
23 Mei 2019 15:38 WIB

Blackpink Beri Penghormatan buat Korban Serangan Manchester

Ini dilakukan dalam pertunjukan pertama mereka di Manchester