Senin, 25 Maret 2019
Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (Istimewa)
15 Maret 2019 19:21 WIB

Penangkapan Romy yang Tak Berpengaruh Terhadap 01

Romy ditangkap, bagaimana langkah 01 di pilpres?
Bagikan :


Jakarta, era.id - Penangkapan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sampai ke telinga para petinggi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Erick Thohir, Ketua TKN bilang, meski PPP adalah partai pengusung Jokowi-Ma'ruf, penangkapan Romy --sapaan akrab Romahurmuziy-- harus dilihat sebagai permasalahan pribadi.

"Kan enggak ada hubungannya dengan Pilpres. Kecuali, mohon maaf, misalnya ada hubungan dengan Pilpres ya bisa. Tapi kalau pribadi ya sulit," kata Erick di kediaman Ma'ruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2019).

Erick meminta agar azas praduga tak bersalah dijunjung tinggi dalam kasus ini. Namun, mantan Ketua INASGOC ini menegaskan agar proses penegakan hukum dapat terus dilakukan.

"Unsur praduga tak bersalah harus kita jaga. Tetapi penegakan harus berjalan, harus kita hormati. Siapapun, termasuk saya harus hormati," kata Erick.


Baca Juga : Romy Diperiksa KPK, Diambil Contoh Suaranya

Erick berharap supaya banyak orang tidak mengaitkan penangkapan Romy dengan Pilpres 2019. Apalagi, tidak semua hal bisa dikaitkan dengan tahun politik ini.

"Enggak bisa semuanya itu gara-gara Pilpres, semua bicara Pilpres. Ekonomi harus tetep berjalan, kehidupan masyarakat harus tetep berjalan, penegakan hukum harus tetep berjalan. Pemilu tuh lima tahun sekali, Indonesia ya musti jalan terus," jelas pengusaha ini.



Tak hanya Erick, sebagai Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin juga telah mendengar kabar tertangkapnya Romy. Kata Mustasyar PBNU ini, dia baru tahu soal penangkapan itu saat melaksanakan pertemuan tertutup dengan Erick Thohir di kediamannya. 

"Baru tadi (tahu Romy ditangkap KPK), (dengar dari) cerita-cerita saja," ungkapnya saat akan berangkat salat Jumat.

Meski mengaku sudah tahu, namun, mantan Rais Aam PBNU itu belum mau mengeluarkan keterangan lebih lanjut yang terkait dengan penangkapan tersebut. "Nanti ya, nanti," kata dia.

Yang jelas, sama seperti Erick. Ma'ruf juga meminta agar kasus Romy tak dipolitisasi. Artinya, kasus hukum ya kasus hukum, jangan dikaitkan dengan pilpres.

"Saya kira masalah pribadi tidak ada kaitannya dengan pilpres, jangan sampai ini dikait-kaitkan," kata Ma'ruf.

Mantan Rais Aam PBNU ini meminta agar semua pihak mengutamakan azas praduga tak bersalah. Selain itu, dia menilai, tertangkapnya Rommy dalam operasi senyap yang dilakukan oleh merupakan salah satu bukti penegakan hukum yang tak memandang siapapun. 

Karena, walaupun Rommy menjadi ketum parpol yang masuk dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) dan menjadi salah satu Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, nyatanya, ia tetap harus berurusan dengan lembaga antirasuah itu tanpa adanya intervensi dari pemerintah Jokowi.

"Penegakan hukum kan sudah jelas, pemerintah Pak Jokowi kan mendukung upaya penegakan hukum dan tidak mau mengintervensi hukum," jelasnya.

Mustasyar PBNU ini bilang, masyarakat harus bisa membedakan urusan Pilpres dengan urusan pribadi. Selain itu, Ma'ruf juga mengomentari pernyataan kubu lawan yang mengatakan Jokowi gagal dalam pemberantasan korupsi. Kata dia, justru saat ini pemberantasan korupsi malah sudah dilakukan dengan sangat baik.

"Justru pemberantasan korupsi sekarang makin intens, berarti bukan dulu tidk ada korupsi tpi dulu tidak terdeteksi tidak terendus, sekarang korupsi itu karena sistemnya, penangkalannya, pemberantasannya sudah canggih dan serius, makanya selalu bisa ditangkap," tutupnya.

Bukti hukum tak pandang bulu di era Jokowi

Meski PPP berada dalam satu partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019, justru penegakan hukum terhadap ketuanya tetap dilakukan. Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia (L-API), Maksimus Ramses Lalongkoe, hal ini justru memperlihatkan penegakan hukum di era pemerintahan Jokowi tidak pandang bulu.

"Selama ini kan pemerintahan Jokowi (dibilang) hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, tapi realitanya kan berbeda," kata Maksimus saat dihubungi.

Dia menilai, penangkapan Ketua Umum PPP ini justru bisa menjadi momentum untuk membalikkan cara berpikir masyarakat dan lawan politik Jokowi soal penegakan hukum. "Justru buktinya ada orang di sekitar Jokowi yang malah ditangkap KPK," ungkapnya.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
25 Maret 2019 17:13 WIB

Klarifikasi Isu PKI Kunci Jokowi Pengaruhi Swing Voters

Sebab swing voters adalah koentji~
Lifestyle
25 Maret 2019 16:21 WIB

Eros Djarot Rilis Dua Single Bertema Politik

Terinspirasi kondisi panas menjelang pemilu dan korupsi berjamaah para elite politik
Nasional
25 Maret 2019 15:43 WIB

VIDEO: Presiden Jokowi Resmikan MRT Jakarta

Selain itu, dia juga meresmikan pembangunan MRT Jakarta fase kedua Bundaran HI sampai Kota
Lifestyle
25 Maret 2019 15:36 WIB

Ulasan Us-Alegori Mengagumkan dari Horor Bergaya Klasik

Watch the details, son!
Peristiwa
25 Maret 2019 15:15 WIB

Ada Anak-anak di Lokasi Kampanye Sandiaga Uno

Kalau melihat aturan, itu adalah tindakan yang tidak dibenarkan