Kamis, 02 Juli 2020
Sutan Sjahrir, Sukarno, Mohammad Hatta. (Foto: Istimewa)
06 Juni 2020 13:05 WIB

Bandung Jadi Saksi Ambisi Sukarno Muda untuk Merdeka

Di usia 25 tahun sudah bikin partai yang dilarang Belanda hingga masuk penjara
Bagikan :


Bandung, era.id – Bagi para founding father Indonesia, masa muda bukanlah waktu untuk bersenang-senang, melainkan untuk berjuang demi terlepas dari belenggu penjajahan. Seperti sang Proklamator Sukarno yang ternyata sudah memulai perjuangannya sejak belia dengan mendirikan dua organisasi penting. Semua bermula di Bandung.

Sukarno menginjakkan kaki di Kota Bandung untuk kuliah di Tachnishe Hoge School/THS (kini, ITB). Selama tujuh tahun, Putra Sang Fajar kuliah di sekolah teknik milik Belanda itu, yakni antara 1921 hingga 1928. Di sela kuliahnya, ia sibuk menjadi aktivis pergerakan nasional. Ia mendirikan Algemene Studie Club pada 1926. Klub belajar ini terinspirasi dari Indonesische Studie Club yang didirikan Dr. Soetomo di Surabaya.

Menurut pemerhati sejarah Bandung, M Rizky Wiryawan, Sukarno dan anggota Algemene Studie Club kerap melakukan pertemuan di Ons Genoegen yang kini masih berdiri di Jalan Naripan-Braga, Bandung, dengan nama Gedung YPK/PPK. Ons Genoegen oleh warga lokal masa itu disebut “gedong tonil” karena biasa dipakai tempat pertunjukkan tonil atau teater Belanda.

Rizky bilang, Algemene Studie Club adalah cikal bakal Partai Nasional Indonesia (PNI). Rapat pembentukan partai berasaskan marhaenisme itu dilakukan pada 4 Juli 1927. Selain Sukarno, peserta rapat antara lain Tjipto Mangunkusumo. Tidak menutup kemungkinan bahwa Ons Genoegen dijadikan Sukarno sebagai tempat pembentukan PNI.


Baca Juga : Cerita Ridwan Kamil Rancang Monumen Soekarno di Aljazair

Baik Algemene Studie Club maupun PNI, anggotanya intinya kebanyakan anak-anak muda. Sukarno sendiri masih kuliah di THS dan usianya baru 25 tahun. Namun, ia berhasil memimpin partai yang bikin pemerintah kolonial kala itu ketar-ketir.


Ons Genoegen yang kini masih berdiri di Jalan Naripan-Braga, Bandung, dengan nama Gedung YPK/PPK. (Iman Herdiana/era.id)

PNI yang didirikan pria kelahiran 6 Juni 1901 atau tepatnya 119 tahun pada hari ini, Sabtu (6/6/2020), bukanlah seperti partai yang ada di saat ini. Misi PNI kala itu mengobarkan perlawanan terhadap kolonialisme sekaligus meraih kemerdekaan untuk Indonesia.

M Rizky Wiryawan bilang, usia para tokoh pergerakan dahulu memang rata-rata masih muda, antara 20 tahun hingga 30 tahun. "Bahkan Sukarno ketika mendirikan PNI baru berusia 25 tahun," kata Rizky kepada era.id, baru-baru ini.

Di masa lalu anak muda tak bisa tidak harus melek politik. Kata Rizky, anak-anak muda zaman kolonial memiliki idealisme tinggi yang disalurkan dalam aktivitas untuk membangun bangsa.

Dalam Biografi dan Perjuangan Sukarno yang ditulis AS Anwar Sanusi (2015) disebutkan, PNI menjadi partai besar di masanya. Di Jawa saja anggota partai ini kurang lebih 13,5 juta orang. Dengan jumlah anggota sebanyak itu, pantas jika kolonial Belanda seperti kebakaran jenggot.

Belanda memutuskan menangkap Sukarno 29 Desember 1929 dengan tudingan makar. Saat itu Sukarno sedang berada di Yogyakarta. Setelah melewati perjalanan panjang, esoknya Sukarno dipindahkan ke Bandung dan dijebloskan ke Penjara Banceuy. Selama di bui, Sukarno menjalani sidang pengadilan Belanda di gedung Landraad.

Dalam persidangan, Sukarno balik menggugat pemerintah kolonial Belanda melalui pledionya berjudul “Indonesia Mengguggat”. Namun, pengadilan Belanda menyatakan dia bersalah dan pada 1930 Sukarno dijebloskan ke penjara Sukamiskin, Bandung. PNI kemudian dinyatakan sebagai partai terlarang.

Jejak-jejak Sukarno di Bandung hingga kini masih berdiri, antara lain, ITB, gedong tonil, penjara Banceuy, gedung Lanraad, dan penjara Sukamiskin. Gedung Lanraad kini dinamai Gedung Indonesia Menggugat. Sedangkan penjara Sukamiskin masih tetap menjadi penjara yang penghuninya kebanyakan narapidana korupsi.


Gedung Lanraad yang kini Gedung Indonesia Menggugat, bekas pengadilan Sukarno. (Iman Herdiana/era.id)
Bagikan :

Reporter : ERA.ID
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
02 Juli 2020 12:32 WIB

Ini Alasan Paket Pelatihan Program Kartu Prakerja Dihentikan

Insentif diambil, pelatihannya dicuekin
ide
02 Juli 2020 12:30 WIB

Polemik Yamko Rambe Yamko dan Ancaman Kepunahan Bahasa Asli Papua

Bahasa-bahasa di Papua terancam punah
Lifestyle
02 Juli 2020 12:05 WIB

Maniak Filler, Wajah Wanita Ini Berubah jadi Aneh

Waduh, bisa bahaya nih
Lifestyle
02 Juli 2020 11:45 WIB

Aksi Cabul Karyawan Starbucks Sorot Dada Pelanggan Pakai CCTV

Starbucks langsung minta maaf