Senin, 16 September 2019
aplikasi wajah Zao
04 September 2019 19:35 WIB

Kehebohan Aplikasi 'Penukar' Wajah Zao

Bagaimana jika wajahmu tertukar~
Bagikan :


Jakarta, era.id - Sebuah aplikasi penukar wajah atau face swapping sedang booming di Tiongkok, China. Nama aplikasinya adalah Zao, yang memungkinkan penggunanya bisa 'menukar' wajahnya ke tubuh selebritis, atlet atau siapa pun.

Popularitas Zao di China melesat sejak pertama muncul di App Store iOS China pada Jumat (30/8), dan menurut Bloomberg, Zao langsung menjadi aplikasi gratis paling banyak diunduh di App Store iOS China pada 1 September.

Applikasi yang dikembangkan Momo Inc ini memungkinkan perubahan digital dari wajah penggunanya dengan gambar atau cuplikan video populer melalui teknologi deepfake. Sehingga aplikasi ini akan memanipulasi wajah dan ekspresi para aktris maupun selebriti dengan perawakan muka penggunanya, sedemikian rupa sehingga benar-benar tampak seperti aktor di dalam sebuah film.

Cara penggunaan aplikasi Zao ini juga terbilang mudah, pengguna hanya perlu mengunduh dan mendaftar ke aplikasi tersebut menggunakan nomor telepon dan kemudian mereka perlu mengunggah foto wajahnya menggunakan kamera yang ada di ponselnya. Perlu diingat aplikasi ini hanya bisa digunakan di China.
 

Kemudahan 'menukar' wajah itu memicu kekhawatiran publik. Hal itu tidak terlepas dari penggunaan teknologi semacam deepfake. Teknologi tersebut dinilai dapat digunakan untuk membuat video palsu dengan tujuan politik, memfitnah seseorang, bahkan menimbulkan kekacauan apabila dimanfaatkan untuk menyebarkan misinformasi berskala besar. 

Dilansir dari laman The Guardian, yang membuat khawatir pengguna ialah adanya syarat yang berbunyi; pengguna yang mengunggah gambar atau video mereka ke Zao setuju untuk menyerahkan hak kekayaan intelektual (HAKI) wajah mereka  dan mengizinkan Zao untuk menggunakan wajahnya demi keperluan pemasaran.

Zao pun angkat bicara mengenai masalah ini, dan mengaku akan segera memperbaiki kesalahannya itu.

"Kami paham kecemasan orang-orang perihal masalah privasi. Kami telah menampung pertanyaan-pertanyaan yang dikirim pengguna dan kami akan memperbaiki area yang belum kami pertimbangkan," tulis perusahaan dalam klarifikasinya seperti yang dikutip dari The Guardian.

Pihak perusahaan juga berkata tidak akan menggunakan foto maupun video yang diunggah pengguna jika tidak berkaitan dengan kebutuhan pengembangan aplikasi. Konten buatan pengguna juga akan dihapus dari server Zao apabila pengguna juga menghapus konten buatannya di aplikasi Zao.



Deepfake?

Jauh sebelumnya, ketika video wawancara Presiden AS Barack Obama sempat viral dengan narasi konyol karena seseorang yang secara sengaja mensinkronkan bagian bibirnya dengan rekaman wajah obama. Mungkin sebagian orang menganggap hal ini konyol dan lucu.

Namun dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, hal semacam itu tentu akan menjadi kejahatan serius. Apalagi menjadi informasi yang hoaks ke masyarkat.

Masalah yang diangkat oleh Zao mengingatkan kita pada FaceApp, aplikasi viral lain yang menggunakan AI untuk mengubah foto pengguna menjadi lebih tua atau muda.

Mengutip dari CNN Business, deepfake merupakan piranti lunak artificial intelligence (AI) yang memungkinkan seseorang untuk memanipulasi gambar atau cuplikan video seolah-olah menjadi nyata. Bahkan lembaga pertahanan AS, Pentagon juga khawatir dengan pengembangan AI semacam ini untuk memanipulasi suatu hal.
 


"Memanipulasi video bukanlah hal yang baru - lihat saja di Hollywood. Dimungkinkan untuk mengubah rekaman video jadul dengan menambahkan aktor semacam Tom Hanks dapat bersalaman dengan John F Kennedy di film Forrest Gump," tulis CNN Business.

Teknologi Deepfake bisa mengubah permainan dalam masalah privasi seseorang. Ketika teknologi ini berkembang, maka siapa pun bisa memiliki kemampuan untuk membuat video palsu yang meyakinkan, termasuk beberapa orang yang mungkin berusaha untuk "mempersenjatai" video itu untuk tujuan politik atau tujuan jahat lainnya.

Bahkan AI Deepfake memungkinkan kalian berfantasi dalam menciptakan sosok aktor selebritis tertentu untuk berperan dalam film porno. Shamir Allibhai, CEO perusahaan verifikasi video Amber, mengatakan kalau membuat video porno akan semakin mudah. 

"Membuat konten porno akan semakin mudah, hanya perlu menambahkan filter instagram ke wajah seseorang dan mempublishnya dengan deepfake, maka hasilnya akan jauh lebih membahayakan," kata Shamir kepada Daily Mail.

Salah satu konten video porno Deepfake yang telah muncul, adalah aktris Scarlett Johansson. Di mana wajah Scarllett dengan tubuh aktor porno. Ada juga banyak video deepfake yang tidak porno tetapi yang menunjukkan wajah-wajah terkenal seperti Donald Trump, Barack Obama dan Mark Zuckerberg bercakap-cakap dengan cara yang meyakinkan meskipun sebenarnya bukan mereka.

 
Bagikan :

Reporter : ERA.ID
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
15 September 2019 20:31 WIB

Wawancara: Masa Depan Perjuangan Habibie Center

Bagaimana Habibie Center melanjutkan perjuangan selepas kepergian Habibie?
Internasional
15 September 2019 19:44 WIB

Wabah Ebola Seret Menteri Kesehatan Kongo ke Penjara

Kini sang menteri harus bertanggung jawab atas perbuatannya
Nasional
15 September 2019 16:39 WIB

Habibie: Bapak Teknologi Penggila Diskusi

Wawancara kami dengan Wakil Ketua Habibie Center
Lifestyle
15 September 2019 14:49 WIB

VIDEO: Movie Update of the Week

Ada film Gemini Man dan SIN: Saat Kekasihmu adalah Kakakmu Sendiri
Lifestyle
15 September 2019 13:49 WIB

Berprakarya dengan Limbah Daur Ulang Styrofoam

Manfaatkan limbah plastik jadi karya seni~