Selasa, 19 Februari 2019
Ilustrasi (Pixabay)
10 Agustus 2018 18:12 WIB

Waspadai Peredaran Air Zam Zam Palsu

Untuk para calon haji yang mau beli air zam zam untuk oleh-oleh hati-hati yah
Bagikan :


Batang, era.id - Musim haji 2018 telah tiba. Bisanya sepulang dari ibadah haji di Makkah, Arab Saudi, para jemaah haji asal Indonesia membawa oleh-oleh khas negara Timur Tengah, salah satunya adalah air zam zam.

Air tersebut dipercaya memiliki berkah, karena merupakan mata air yang sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim. Namun, keberadaan air zam zam yang syarat akan berkah tersebut dinodai dengan ditemukannya produksi air zam-zam palsu bermerek La Lattul Water di wilayah Pagilaran, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Kepala Polres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga bilang, para tersangka yang memproduksi air zam zam palsu tersebut yang kini sudah diamankan di Polda Jateng. Mereka diketahui sebagai pemain lama yang pernah memproduksi air kemasan palsu.

"Hanya saja, para pelaku memang baru memulai aktivitas produksinya kembali. Selain itu, para tersangka juga memainkan modus baru dalam melancarkan aksinya yaitu dengan tidak memproduksi air zam-zam palsu setiap hari," kata Edi di Batang, seperti dikutip Antara, Jumat (10/8/2018).


Baca Juga : Sah! Biaya Haji Tahun 2019 Rp35,2 Juta

Kata Edi, para tersangka hanya memproduksi air zam-zam palsu saat mereka menerima pesanan dari para pelanggan.

"Jadi memang kita mengaku kasus ini tidak terdeteksi oleh Polres Batang karena belum dilakukan dan modus yang digunakan juga tergolong baru," terangnya.

Menurut dia, kasus air zam-zam palsu ini hampir serupa terjadi pada 2016 yaitu mereka memproduksi air kemasan itu tanpa menunggu pesanan terlebih dulu. Pada kasus 2016, kata dia, ada pabrik sekaligus gudangnya yang berlokasi di Desa Kaliwareng, Kecamatan Warungasem, tetapi pada kasus yang baru ini hanya ada gudangnya saja untuk menyimpan barang jika nanti ada pesanan baru.

Ia menambahkan, air zam-zam palsu yang diproduksi oleh para tersangka itu hanya air isi ulang biasa dengan membeli di tempat pengisian air isi ulang di Pagilaran, Kecamatan Blado.

"Kami akan mendalami lagi kasus itu untuk memastikan tidak adanya sindikat lain yang memproduksi air zam-zam palsu di wilayah Batang. Saya sudah perintahkan tim terjun ke lapangan, agar jangan sampai ada peristiwa lagi," katanya.
Bagikan :

Reporter : Ahmad Sahroji
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Olahraga
19 Februari 2019 15:12 WIB

Mercedes Khawatir Terganggu Brexit

Pabrik dan fasilitas operasi mesin Mercedes ada di Inggris
Suara-Milenials
19 Februari 2019 15:05 WIB

VIDEO: Jelang Pilres Pelajar di Jakarta Utara Rekam e-KTP

Pelaksanaan pencetakan e-KTP dilakukan bagi para pelajar SMA yang sudah berusia 17 tahun
Peristiwa
19 Februari 2019 14:37 WIB

Jokowi Dilaporkan Lagi ke Bawaslu

Kali ini pakai pasal KUHP
Olahraga
19 Februari 2019 14:34 WIB

Indonesia Resmi Calonkan Diri Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032 

Proses pemilihan tuan rumah Olimpiade 2032 akan dilaksanakan selambat-lambatnya pada 2024
Peristiwa
19 Februari 2019 14:09 WIB

Ma'ruf: Mereka Kebanyakan Nonton Mission Impossible

Ini terkait meme perlengkapan canggih yang disebut akan digunakan Ma'ruf saat debat 
POPULER
18 Februari 2019 14:22 WIB

Robben Sebut Anfield Stadion Terburuk

18 Februari 2019 07:25 WIB

Kita Semua Wajib Tanggung Jawab

21 Juli 2018 16:30 WIB

Asia Juga Punya Anak Muda 'Berbahaya'

PODCAST

LISTEN
15 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Buzzer Baik, Memang Ada? (Part 1)


LISTEN
14 Februari 2019 17:09 WIB

PODCAST: Sendiri Tak Melulu Sepi


LISTEN
04 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Merangkai Kata Mendulang Rezeki


LISTEN
01 Februari 2019 19:50 WIB

NGEPOD: Mendarat di Galaksi Palapa


LISTEN
30 Januari 2019 15:11 WIB

NGEPOD: 'Stand Up' untuk Ekonomi Kreatif

FITUR