Kamis, 18 Juli 2019
Menhub Budi Karya Sumadi (dok Kemenhub)
20 November 2018 21:19 WIB

Urai Kemacetan Tol Cikampek, Proyek LRT dan Kereta Cepat Ditunda

Kedua proyek itu akan dilanjutkan kembali setelah lebara 2019
Bagikan :


Jakarta, era.id - Pemerintah memberhentikan sementara proyek LRT (Light Rail Transit) dan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung. Langkah itu dilakukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di ruas Tol Jakarta-Cikampek.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan kedua proyek yang dihentikan sementara waktu itu, akan kembali dilanjutkan setelah Lebaran 2019. 

"Kita akan minta LRT dan KCIC (kereta cepat) tidak dulu berkonstruksi di daerah kilometer 11 sampai kilometer 17. Jadi sementara ini tidak ada kegiatan di sana. Selain itu, kami juga akan mengevaluasi kegiatan Waskita Karya interchange di kilometer 24," kata Budi Karya dalam keterangan pers yang diterima era.id, Selasa (20/11/2018).

Adanya beberapa pembangunan Proyek Strategis Nasional di lintas Tol Jakarta-Cikampek seperti: pembangunan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek, Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, dan LRT Jabodebek, berdampak pada meningkatnya kemacetan lalu-lintas di jalan tol tersebut.
 
Budi juga mengimbau kepada pekerja proyek kereta cepat dan LRT untuk memindahkan pekerjaan di lokasi lain terlebih dahulu. Sebab menurutnya, pengerjaan tol Jakarta-Cikampek elevated yang saat ini progresnya telah mencapai 57,5 persen,  dan lebih urgen.


Baca Juga : Ganjil-Genap Diusulkan Lagi, Bagaimana Kelayakan Transportasi Massal?

"Konstruksi kita akan hitung lagi kalau saya lihat paling tidak 3-4 bulan, untuk itu yang kita kasih prioritas proyek tol elevated," imbuhnya.



Pada kesempatan yang sama, Dirut Jasa Marga, Desi Arryani menyebut titik terparah kemacetan di Jalan Tol Cikampek ada di kawasan Cikunir Km 10. Selain itu, target penyelesaian pengerjaan proyek tol Jakarta-Cikampek elevated sangat ketat. Hal ini dikarenakan tol Trans Jawa tidak lama lagi akan segera dioperasikan.

"Tidak lama lagi trans jawa akan beroperasi tetapi ditahan di Jakarta-Cikampek karena Jakarta-Cikampek belum selesai. Oleh karena itu manfaatnya masih kurang optimal, sehingga dari Jakarta ke Surabaya itu masih tersendat hanya di Jakarta-Cikampek. Untuk itu kita ingin memaksimalkan supaya Trans Jawa ini bisa betul-betul bermanfaat optimal,” ujar Desi.

Agar tidak menimbulkan kemacetan, Desi mengatakan pengerjaan proyek Jalan Tol Japek Elevated akan diatur waktunya. Pengerjaan konstruksi akan dilakukan pada malam hari.

"Secara umum, window time kami jam 22.00-06.00 WIB. Jadi jangan ada persepsi masuk jalan (tol) Japek (Jakarta-Cikampek) pas malem malah lancar. Karena, malam (hari) justru proyek bergerak. Ada titik pengangkatan box girder dan lain-lain. Jangan ada persepsi Japek malam sepi," ujar Desi.
 
Bagikan :

Reporter : Aditya Fajar Indrawan
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
megapolitan
17 Juli 2019 21:11 WIB

Mencari Tahu Efek Psikologis dari Lagu di Lampu Merah Depok

Kata Wali Kota Depok, lagu ini bisa mengatasi stres ketika macet, benar gak ya?
Nasional
17 Juli 2019 20:37 WIB

Alasan Tim Teknis Pengusutan Kasus Novel Baswedan Dibentuk

Apa bedanya sama tim pencari fakta yang sudah dibentuk? Simak penjelasannya
Nasional
17 Juli 2019 20:15 WIB

Buntut Panjang Unggahan YouTuber Jadi Persoalan Serius

Mungkin kritik dan saran bisa lebih diterima dengan terbuka~
Lifestyle
17 Juli 2019 20:11 WIB

Ulasan Stuber-Evolusi Film Bergaya Buddy Cop

Film buddy cop selalu punya penggemar. Bagaimana dengan Stuber?
Nasional
17 Juli 2019 19:35 WIB

Garuda Indonesia Harus Tahan Kritik

Kritik dan masukan harusnya jadi perbaikan, bukannya malah melaporkan konsumen~