Rabu, 19 Februari 2020
Menhub Budi Karya Sumadi (dok Kemenhub)
20 November 2018 21:19 WIB

Urai Kemacetan Tol Cikampek, Proyek LRT dan Kereta Cepat Ditunda

Kedua proyek itu akan dilanjutkan kembali setelah lebara 2019
Bagikan :


Jakarta, era.id - Pemerintah memberhentikan sementara proyek LRT (Light Rail Transit) dan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung. Langkah itu dilakukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di ruas Tol Jakarta-Cikampek.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan kedua proyek yang dihentikan sementara waktu itu, akan kembali dilanjutkan setelah Lebaran 2019. 

"Kita akan minta LRT dan KCIC (kereta cepat) tidak dulu berkonstruksi di daerah kilometer 11 sampai kilometer 17. Jadi sementara ini tidak ada kegiatan di sana. Selain itu, kami juga akan mengevaluasi kegiatan Waskita Karya interchange di kilometer 24," kata Budi Karya dalam keterangan pers yang diterima era.id, Selasa (20/11/2018).

Adanya beberapa pembangunan Proyek Strategis Nasional di lintas Tol Jakarta-Cikampek seperti: pembangunan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek, Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, dan LRT Jabodebek, berdampak pada meningkatnya kemacetan lalu-lintas di jalan tol tersebut.
 
Budi juga mengimbau kepada pekerja proyek kereta cepat dan LRT untuk memindahkan pekerjaan di lokasi lain terlebih dahulu. Sebab menurutnya, pengerjaan tol Jakarta-Cikampek elevated yang saat ini progresnya telah mencapai 57,5 persen,  dan lebih urgen.


Baca Juga : 6 Maret 2019, Hari Termacet di Jakarta

"Konstruksi kita akan hitung lagi kalau saya lihat paling tidak 3-4 bulan, untuk itu yang kita kasih prioritas proyek tol elevated," imbuhnya.



Pada kesempatan yang sama, Dirut Jasa Marga, Desi Arryani menyebut titik terparah kemacetan di Jalan Tol Cikampek ada di kawasan Cikunir Km 10. Selain itu, target penyelesaian pengerjaan proyek tol Jakarta-Cikampek elevated sangat ketat. Hal ini dikarenakan tol Trans Jawa tidak lama lagi akan segera dioperasikan.

"Tidak lama lagi trans jawa akan beroperasi tetapi ditahan di Jakarta-Cikampek karena Jakarta-Cikampek belum selesai. Oleh karena itu manfaatnya masih kurang optimal, sehingga dari Jakarta ke Surabaya itu masih tersendat hanya di Jakarta-Cikampek. Untuk itu kita ingin memaksimalkan supaya Trans Jawa ini bisa betul-betul bermanfaat optimal,” ujar Desi.

Agar tidak menimbulkan kemacetan, Desi mengatakan pengerjaan proyek Jalan Tol Japek Elevated akan diatur waktunya. Pengerjaan konstruksi akan dilakukan pada malam hari.

"Secara umum, window time kami jam 22.00-06.00 WIB. Jadi jangan ada persepsi masuk jalan (tol) Japek (Jakarta-Cikampek) pas malem malah lancar. Karena, malam (hari) justru proyek bergerak. Ada titik pengangkatan box girder dan lain-lain. Jangan ada persepsi Japek malam sepi," ujar Desi.
 
Bagikan :

Reporter : Aditya Fajar Indrawan
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
19 Februari 2020 17:04 WIB

Merek Dagang The Beatles Menang di Pengadilan

Gugatan ini sudah dilayangkan oleh pihak Apple Corps dan Subafilms sejak November 2019
Nasional
19 Februari 2020 16:28 WIB

Server Jadi 'Kambing Hitam' Kesalahan Data Imigrasi Harun Masiku

Ada 120.661 orang yang tak terdata di server pusat
megapolitan
19 Februari 2020 16:25 WIB

VIDEO: Dituduh Culik Anak, Wanita Ini Minta Bantuan Komnas PA

Dia mengaku mendapat wasiat dari mendiang ayah sang anak
Lifestyle
19 Februari 2020 16:03 WIB

Mantan Anggota One Directions Dirampok

Ia ditodong dengan pisau saat sedang berada di Hampstead, London
Ekonomi
19 Februari 2020 15:26 WIB

Gara-Gara Korona, Apple Rugi Rp400 Triliunan

Produksi mandek