Jumat, 22 November 2019
Menhub Budi Karya Sumadi (dok Kemenhub)
20 November 2018 21:19 WIB

Urai Kemacetan Tol Cikampek, Proyek LRT dan Kereta Cepat Ditunda

Kedua proyek itu akan dilanjutkan kembali setelah lebara 2019
Bagikan :


Jakarta, era.id - Pemerintah memberhentikan sementara proyek LRT (Light Rail Transit) dan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung. Langkah itu dilakukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di ruas Tol Jakarta-Cikampek.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan kedua proyek yang dihentikan sementara waktu itu, akan kembali dilanjutkan setelah Lebaran 2019. 

"Kita akan minta LRT dan KCIC (kereta cepat) tidak dulu berkonstruksi di daerah kilometer 11 sampai kilometer 17. Jadi sementara ini tidak ada kegiatan di sana. Selain itu, kami juga akan mengevaluasi kegiatan Waskita Karya interchange di kilometer 24," kata Budi Karya dalam keterangan pers yang diterima era.id, Selasa (20/11/2018).

Adanya beberapa pembangunan Proyek Strategis Nasional di lintas Tol Jakarta-Cikampek seperti: pembangunan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek, Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, dan LRT Jabodebek, berdampak pada meningkatnya kemacetan lalu-lintas di jalan tol tersebut.
 
Budi juga mengimbau kepada pekerja proyek kereta cepat dan LRT untuk memindahkan pekerjaan di lokasi lain terlebih dahulu. Sebab menurutnya, pengerjaan tol Jakarta-Cikampek elevated yang saat ini progresnya telah mencapai 57,5 persen,  dan lebih urgen.


Baca Juga : Bahaya Selalu Menunggu Jika Menerobos Jalur Busway

"Konstruksi kita akan hitung lagi kalau saya lihat paling tidak 3-4 bulan, untuk itu yang kita kasih prioritas proyek tol elevated," imbuhnya.



Pada kesempatan yang sama, Dirut Jasa Marga, Desi Arryani menyebut titik terparah kemacetan di Jalan Tol Cikampek ada di kawasan Cikunir Km 10. Selain itu, target penyelesaian pengerjaan proyek tol Jakarta-Cikampek elevated sangat ketat. Hal ini dikarenakan tol Trans Jawa tidak lama lagi akan segera dioperasikan.

"Tidak lama lagi trans jawa akan beroperasi tetapi ditahan di Jakarta-Cikampek karena Jakarta-Cikampek belum selesai. Oleh karena itu manfaatnya masih kurang optimal, sehingga dari Jakarta ke Surabaya itu masih tersendat hanya di Jakarta-Cikampek. Untuk itu kita ingin memaksimalkan supaya Trans Jawa ini bisa betul-betul bermanfaat optimal,” ujar Desi.

Agar tidak menimbulkan kemacetan, Desi mengatakan pengerjaan proyek Jalan Tol Japek Elevated akan diatur waktunya. Pengerjaan konstruksi akan dilakukan pada malam hari.

"Secara umum, window time kami jam 22.00-06.00 WIB. Jadi jangan ada persepsi masuk jalan (tol) Japek (Jakarta-Cikampek) pas malem malah lancar. Karena, malam (hari) justru proyek bergerak. Ada titik pengangkatan box girder dan lain-lain. Jangan ada persepsi Japek malam sepi," ujar Desi.
 
Bagikan :

Reporter : Aditya Fajar Indrawan
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
22 November 2019 20:50 WIB

KPK yang Masih Bingung dengan Status Stafsus Milenial Jokowi

Mereka masuk kategori penyelenggara negara atau tidak?
 
Nasional
22 November 2019 20:15 WIB

Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp8 Miliar untuk Tiga WNI yang Disandera

Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia dan Filipina
Lifestyle
22 November 2019 20:02 WIB

Belajar Mencintai Diri dari Pengalaman Buruk Edsa Estella

Sebuah perlawanan terhadap bullying ala Edsa Estella
Nasional
22 November 2019 19:27 WIB

Kala BUMN dan PDIP Rebutan Ahok

Menteri BUMN minta Ahok lepas status kader parpol, PDIP ogah Ahok pergi
Ekonomi
22 November 2019 18:35 WIB

Misi Utama Ahok di Pertamina: Dobrak Impor Migas

Impor minyak membengkak terus