Selasa, 17 September 2019
Diplomasi Batik Indonesia di Sidang DK PBB (dok Kemlu)
08 Mei 2019 13:41 WIB

Diplomasi Batik Indonesia di Sidang Dewan Keamanan PBB

Mantep banget kan pada pakai batik semua
Bagikan :


Jakarta, era.id - Sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dipimpin Indonesia, memiliki nuansa yang berbeda. Sebab seluruh delegasi yang hadir terlihat memakai kemeja batik dan kain tenun dari Indonesia.

'Diplomasi Batik' itu yang ditulis Kementerian Luar Negeri dalam menggambarkan suasana sidang DK PBB saat itu. Di mana Menteri Luar Negeri Retno Marsudi duduk sebagai Presiden DK PBB untuk Mei 2019.

"Sangat menyenangkan bahwa dalam sidang hari ini cantik dan colorful, karena sebagian besar anggota DK PBB mengenakan batik, termasuk Sekjen PBB, mengenakan tenun dari Bali," tutur Menlu Retno Marsudi seperti disampaikan lewat keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Rabu (8/5/2019). 


Diplomasi Batik (dok. Kemlu)


Baca Juga : Tuding Menlu Kampanye, Rizieq yang Berbohong atau Dibohongi?

Dipilihnya batik sebagai dress code sidang DK PBB merupakan bentuk penghormatan para anggota DK PBB bagi Indonesia yang memegang Presidensi Dewan Keamanan PBB untuk Mei 2019. 

Berbagai batik yang dikenakan delegasi DK PBB saat sidang. Ada yang memang mengoleksi batik secara pribadi dan membelinya saat berkunjung ke Indonesia, namun ada juga yang mengenakan batik pemberian dari delegasi Indonesia di New York.

Tidak terkecuali dalam hal ini adalah Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres yang menggunakan motif tenun troso berwarna cerah. Selain Sekjen PBB, delegasi lainnya yang terlihat menggunakan batik, termasuk Amerika Serikat, Jerman, Pantai Gading, Prancis, Peru, Republik Dominika, dan China.

Menlu Retno berharap penggunaan batik di dalam Sidang DK PBB bisa semakin mempopulerkan batik yang saat ini telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan kebudayaan dunia.
 

Pertemuan Debat Terbuka (Open Debate) yang bertemakan 'Menabur Benih Perdamaian' yang dilaksanakan hari ini ditujukan untuk terus mendorong peningkatan kapasitas Pasukan Penjaga Perdamaian dalam berbagai misi di belahan dunia. Pertemuan ini merupakan salah satu agenda prioritas Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB tahun 2019-2020.    

Indonesia yang resmi menjadi anggota tidak tetap DK PBB sejak 1 Januari 2019 mengangkat tema "Investing in Peace: Improving Safety and Performance of UN Peace Keepers". Tema ini diangkat oleh Indonesia karena adanya insiden Mali pada bulan Januari lalu yang memperjelas bahwa kurangnya komitmen politik dan juga persiapan yang tidak matang dapat berdampak pada keselamatan dan performa dari pasukan penjaga perdamaian. 
Bagikan :

Reporter : Aditya Fajar Indrawan
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
17 September 2019 19:43 WIB

Klaim Pembahasan RUU KPK yang Tak Buru-Buru

Kata mereka yang buat, ini bukan barang baru karena sudah lama dibahas
Nasional
17 September 2019 19:28 WIB

Pengesahan RUU KPK di Tengah Derasnya Arus Penolakan

Tok! DPR resmi sahkan RUU KPK yang dianggap melemahkan pemberantasan korupsi
Internasional
17 September 2019 19:02 WIB

Kisah Penyintas Kanker Pecahkan Rekor Renang di Inggris

Setahun lalu, ia menderita kanker. Hari ini ia jadi salah satu perenang terkuat di bumi
Internasional
17 September 2019 19:01 WIB

Vladimir Putin Kutip Ayat Alquran Serukan Perdamaian di Yaman

Karena berdamai itu indah mblo~
Nasional
17 September 2019 17:56 WIB

Dewan Pengawas KPK di Tangan Presiden

Presiden akan segera membentuk panitia seleksi untuk mencari anggota Dewan Pengawas