Selasa, 26 Mei 2020
Diplomasi Batik Indonesia di Sidang DK PBB (dok Kemlu)
08 Mei 2019 13:41 WIB

Diplomasi Batik Indonesia di Sidang Dewan Keamanan PBB

Mantep banget kan pada pakai batik semua
Bagikan :


Jakarta, era.id - Sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dipimpin Indonesia, memiliki nuansa yang berbeda. Sebab seluruh delegasi yang hadir terlihat memakai kemeja batik dan kain tenun dari Indonesia.

'Diplomasi Batik' itu yang ditulis Kementerian Luar Negeri dalam menggambarkan suasana sidang DK PBB saat itu. Di mana Menteri Luar Negeri Retno Marsudi duduk sebagai Presiden DK PBB untuk Mei 2019.

"Sangat menyenangkan bahwa dalam sidang hari ini cantik dan colorful, karena sebagian besar anggota DK PBB mengenakan batik, termasuk Sekjen PBB, mengenakan tenun dari Bali," tutur Menlu Retno Marsudi seperti disampaikan lewat keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Rabu (8/5/2019). 


Diplomasi Batik (dok. Kemlu)


Baca Juga : Kemlu Siapkan Tim Evakuasi WNI di Wuhan

Dipilihnya batik sebagai dress code sidang DK PBB merupakan bentuk penghormatan para anggota DK PBB bagi Indonesia yang memegang Presidensi Dewan Keamanan PBB untuk Mei 2019. 

Berbagai batik yang dikenakan delegasi DK PBB saat sidang. Ada yang memang mengoleksi batik secara pribadi dan membelinya saat berkunjung ke Indonesia, namun ada juga yang mengenakan batik pemberian dari delegasi Indonesia di New York.

Tidak terkecuali dalam hal ini adalah Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres yang menggunakan motif tenun troso berwarna cerah. Selain Sekjen PBB, delegasi lainnya yang terlihat menggunakan batik, termasuk Amerika Serikat, Jerman, Pantai Gading, Prancis, Peru, Republik Dominika, dan China.

Menlu Retno berharap penggunaan batik di dalam Sidang DK PBB bisa semakin mempopulerkan batik yang saat ini telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan kebudayaan dunia.
 

Pertemuan Debat Terbuka (Open Debate) yang bertemakan 'Menabur Benih Perdamaian' yang dilaksanakan hari ini ditujukan untuk terus mendorong peningkatan kapasitas Pasukan Penjaga Perdamaian dalam berbagai misi di belahan dunia. Pertemuan ini merupakan salah satu agenda prioritas Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB tahun 2019-2020.    

Indonesia yang resmi menjadi anggota tidak tetap DK PBB sejak 1 Januari 2019 mengangkat tema "Investing in Peace: Improving Safety and Performance of UN Peace Keepers". Tema ini diangkat oleh Indonesia karena adanya insiden Mali pada bulan Januari lalu yang memperjelas bahwa kurangnya komitmen politik dan juga persiapan yang tidak matang dapat berdampak pada keselamatan dan performa dari pasukan penjaga perdamaian. 
Bagikan :

Reporter : Aditya Fajar Indrawan
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
25 Mei 2020 22:05 WIB

Ingin Kembali ke Jakarta Pasca Mudik, Catat Syaratnya

Harus punya SIKM
Kuliner
25 Mei 2020 20:55 WIB

Ada Sandwich Seharga Rp400 Ribu di Jepang, Apa Spesialnya?

Sandwich Instagramable
Nusantara
25 Mei 2020 19:01 WIB

Momen Lebaran Para Penjaga Perbatasan

Selalu bersyukur
megapolitan
25 Mei 2020 18:30 WIB

Syarat Sulit dari Anies untuk Pemudik yang Mau Balik ke Jakarta

Karena sudah dilarang mudik, yang bandel tanggung sendiri akibatnya. 
 
Nusantara
25 Mei 2020 18:10 WIB

16 Provinsi Nihil COVID-19

Ini daftarnya