Selasa, 17 September 2019
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Wardhany/era.id)
21 Mei 2019 19:49 WIB

Hasil Pemilu Digugat, Yusril: Tidak Mudah Buktikan Kecurangannya

Apalagi bedanya sampai 11 persen, tapi ya mau gimana, itu hak kok kalau mau gugat
Bagikan :


Jakarta, era.id - Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bakal mengugat hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf pun siap menyambut gugatan sengketa itu. 

Kuasa hukum pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, akan mengajukan sebagai pihak terkait ketika gugatan kubu Prabowo sampai ke MK.

Yusril yakin, kubu Jokowi akan menang atas gugatan ini. Sebab, kata dia, selisih suara antara keduanya mencapai 11 persen. Apalagi, dasar yang digunakan oleh KPU untuk mengumumkan paslon 01 sebagai pemenang Pilpres 2019 adalah formulir C1.

"Saya kira sebagai advokat profesional, berat dan pasti tidak mudah untuk membuktikannya. Tapi, kita menghargai itu upaya konstitusional yang harus ditempuh," kata Yusril kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019).


Baca Juga : Pemilu 2019 Jurdil, Tapi Kok Banyak Money Politic

Dia menerangkan, pengajuan gugatan ke MK adalah langkah konstitusional menghadapi kecurangan Pemilu 2019. Langkah ini dianggap wajar, apalagi, Prabowo-Sandi memiliki legal standing untuk mengajukan perkara sengketa tersebut ke MK.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) ini yakin sengketa tersebut bakal disidang secara adil, damai dan bermartabat.

Sebelumnya, dari hasil rekapitulasi suara nasional di 34 Provinsi dan pemilihan luar negeri, KPU menyebut Joko Widodo-Ma'ruf Amin keluar sebagai pemenang Pilpres 2019.



Pengumuman hasil rekapitulasi ini diselesaikan KPU pada Selasa (21/5/2019) dini hari. Lembaga penyelenggara pemilu ini menyatakan Jokowi-Ma'ruf memperoleh 85.607.362 suara atau 55,50 persen suara. Sedangkan, Prabowo-Sandiaga mendapat 68.650.239 suara atau 44,50 persen.

Jika dipetakan tiap provinsi di Indonesia, Jokowi-Ma'ruf menang di Bali, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, D.I Yogyakarta, Kalimantan Timur, Lampung, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, NTT, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Papua Barat, Sumatra Utara, Maluku, dan Papua.

Sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga hanya berhasil meraih kemenangan di 13 provinsi, seperti Bengkulu, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, Banten, NTB, Aceh, Jawa Barat, Sumatra Selatan, dan Riau. Prabowo-Sandiaga juga unggul di 15 wilayah pemilihan di luar negeri. 

Bagikan :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
17 September 2019 19:43 WIB

Klaim Pembahasan RUU KPK yang Tak Buru-Buru

Kata mereka yang buat, ini bukan barang baru karena sudah lama dibahas
Nasional
17 September 2019 19:28 WIB

Pengesahan RUU KPK di Tengah Derasnya Arus Penolakan

Tok! DPR resmi sahkan RUU KPK yang dianggap melemahkan pemberantasan korupsi
Internasional
17 September 2019 19:02 WIB

Kisah Penyintas Kanker Pecahkan Rekor Renang di Inggris

Setahun lalu, ia menderita kanker. Hari ini ia jadi salah satu perenang terkuat di bumi
Internasional
17 September 2019 19:01 WIB

Vladimir Putin Kutip Ayat Alquran Serukan Perdamaian di Yaman

Karena berdamai itu indah mblo~
Nasional
17 September 2019 17:56 WIB

Dewan Pengawas KPK di Tangan Presiden

Presiden akan segera membentuk panitia seleksi untuk mencari anggota Dewan Pengawas