Kamis, 09 Juli 2020
Kurt Cobain (Sumber: Wikimedia)
10 September 2019 18:47 WIB

Pesan Tersirat Cobain dalam Versi Backwards Smells Like Teen Spirit

Tentang misteri kematian Cobain dalam versi backwards Smells Like Teen Spirit
Bagikan :


Pekikan "i hate you" terdengar sebanyak sembilan kali dalam versi backwards lagu Smells Like Teen Spirit garapan Kurt Cobain. Hari ini, tepat 28 tahun lalu, Cobain bersama Nirvana merilis salah satu lagu termasyhur dalam sejarah musik dunia itu. Konon, dalam Smells Like Teen Spirit, Cobain menyisipkan pesan tersembunyi yang menyiratkan luapan emosinya sebelum bunuh diri.

[DENGAR DULU, YUK!]



Jakarta, era.id - Selang tiga tahun sejak Smells Like Teen Spirit dirilis, Cobain ditemukan tewas di kediamannya di Seattle dengan luka tembak pada bagian kepala. Penyelidikan untuk mengetahui sebab kematian Cobain pun digelar.


Baca Juga : Kelompok Penerbang Roket Rilis Single Baru 'Dikejar Setan'

Kemudian, ketika penyelidik sedang meneliti back catalogue (rekaman pembuatan musik), mereka mengklaim telah menemukan serangkaian pernyataan mengerikan dari Cobain.

Pernyataan itu ditemukan setelah penyelidik memutar mundur lagu yang masuk dalam daftar 50 lagu paling ikonik sepanjang masa versi riset Universitas Goldsmith, London, Inggris.

Dikutip dari laman DailyStar, Cobain meneriakkan kata "I hate you! (aku benci kamu!)" sebanyak sembilan kali dalam lagu Smells Like Teen Spirit. Kata-kata itu konon merujuk pada sosok Courtney Love, mantan istri Cobain.

Nirvana (Wikimedia)


Teruntuk Courtney

Sejumlah teori bahkan menyebut Cobain dibunuh. Dan Courtney dipercaya sebagai otak di balik pembunuhan itu. Teori itu berkembang sejak satu bulan kematian Cobain. Saat itu Cobain sedang tur di Munich. Di sana, ia didiagnosa mengidap penyakit bronkitis dan laringitis.

Karena masalah itu, Nirvana membatalkan tur Eropa mereka dan Cobain diterbangkan ke Roma untuk menjalani perawatan. Courtney bersama asistennya, Michael Dewitt lantas menyusul Cobain ke Roma. 

Dalam wawancara bersama Rolling Stone, Courtney mengatakan bahwa ia diperlakukan romantis oleh Cobain selama di Roma. Mereka minum sampanye, menenggak obat penenang valium dan bercinta. 

Setelah itu, Courtney mengatakan dirinya terbangun pukul empat pagi dan mendapati Cobain sudah tidak bernyawa setelah meminum 50 pil rohypnol. Selain itu Courtney juga menemukan surat wasiat yang ditulis tangan oleh Cobain. 

Menurut penuturan Courtney, dalam surat itu Kurt mengatakan lebih baik bunuh diri daripada bercerai dengan Courtney. Namun, tidak semua orang percaya dengan perkataan Courtney. Beberapa bahkan menuduh Courtney menjejali Cobain dengan pil-pil rohypnol-nya ketika tertidur. 

Argumen itu diperkuat dengan pendapat dokter yang merawat Cobain. Dalam buku Love and Death: The Murder of Kurt Cobain karya Wallace dan Halperin, dokter tersebut mengatakan: Kami tahu seperti apa keadaan seseorang yang melakukan percobaan bunuh diri. Tapi bagi saya, keadaan Kurt tidak nampak seperti itu. 

Terlepas dari benar atau tidaknya teori tersebut, lagu Smells Like Teen Spirit terinspirasi dari salah satu lagu band legendaris The Pixies. "Aku mencoba menulis lagu pop yang keren,” kata Cobain.

"Sebetulnya aku mencoba buat nge-rip-off  The Pixies. Kami mengakui kalo kami memakai dinamika mereka, pelan dan sepi kemudian kencang dan keras,” jelas Cobain kepada Rolling Stone.

Sementara, judul lagu unik itu terinspirasi dari tulisan cat bertuliskan "Kurt Smells Like Teen Spirit" yang digambar di tembok oleh vokalis band Bikini Kill, Kathleen Hanna. Cobain awalnya menyangka slogan itu adalah pesan yang revolusioner. Padahal, menurut Hanna, Teen Spirit adalah merk deodoran yang digunakan oleh mantan pacar Cobain, Tobi Vail. 

Sampai lagu itu dirilis, Cobain baru mengetahui arti kalimat tersebut yang sebenarnya. Dan menurut kabar, ia sangat marah karena merasa dipermalukan. 

Namun, siapa sangka, lagu Smells Like Teen Spirit yang terangkum dalam album Nevermind itu sukses membuat nama Nirvana melambung hingga mencapai puncak popularitas.

Lagu itu menjadi salah satu lagu paling hit di banyak negara-negara besar dan merajai tangga lagu industri musik di seluruh dunia pada tahun 1991 dan 1992. Keberhasilan itu juga sering ditandai sebagai titik di mana musik aliran grunge menjadi musik arus utama.

Dan kematian Cobain, menyertakannya ke dalam daftar pesohor yang meninggal di usia 27 tahun: 27 Clubs.

Bagikan :

Reporter : Ramdan Febrian Arifin
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Wisata
09 Juli 2020 12:01 WIB

Mitos dan Sejarah Sumur Tua di Kota Bandung

Akan jadi destinasi wisata baru
Lifestyle
09 Juli 2020 12:00 WIB

Ferrari Bikin Sepeda Balap SF01

Beratnya cuma 780 gram
Ekonomi
09 Juli 2020 11:43 WIB

Jokowi: Belanja Pemerintah Mampu Gerakkan Ekonomi

Penyerapan anggaran masih minim