Kamis, 28 Mei 2020
Tampilan Google Doodle hari ini. (era.id)
04 Desember 2019 12:39 WIB

Fakta Menakjubkan Taman Nasional Lorentz yang Jadi Ikon Google Doodle

Taman nasional ini pernah dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO
Bagikan :


Jakarta, era.id - Google Doodle hari ini tampil dengan gambar hewan eskotik nan memukau, Beo Pesquet. Rupaya mereka sedang merayakan hari jadi Taman Nasional Lorentz yang ada di Provinsi Papua. Lorentz merupakan taman nasional terbesar di Asia Tenggara dengan luas wilayah mencapai 2,4 juta Hektare.

Ada sejumlah fakta menarik di balik keindahan alam Taman Hutan Nasional Lorentz yang memikat. Berikut era.id merangkumnya, yang dikutip dari berbagai sumber.

1. Situs Warisan Dunia UNESCO

Pada 1999 Taman Nasional Lorentz dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Di wilayah tersebut terdapat persediaan mineral, dan operasi pertambangan berskala besar juga aktif di sekitar taman nasional ini. Ada juga Proyek Konservasi Taman Nasional Lorentz yang merupakan inisiatif masyarakat untuk konservasi komunal dan ekologi warisan yang berada di sekitar Taman Nasional Loretz ini.


Baca Juga : Dukung di Rumah Saja, Google Doodle Bikin Gim

Sekitar tahun 2003 hingga kini, World Wildlife Federation (WWF) Indonesia region Sahul Papua terus aktif melakukan pemetaan wilayah adat di kawasan Taman Nasional Lorentz. Tercatat ada tujuh suku asli yang mendiami kawasan taman nasional tersebut, diperkirakan mereka hidup secara tradisional yang sudah menjadi warisan leluhur sejak ribuan tahun lalu.
 


2. Diambil dari nama penjelajah asal Belanda

Taman nasional terluas di Asia Tenggara ini terinspirasi dari nama penjelajag asal Belanda yaitu Hendrikus Albertus Lorentz yang menemukan wilayah tersebut pada tahun 1909.

Pada tahun 1997, Taman Nasional Lorentz diambil alih oleh pemerintah Indonesia. WWF dan UNESCO ikut membantu menjaga kelestarian taman nasional ini karena banykanya penambangan ilegeal, perburuan, dan polusi.


Hendrikus Albertus Lorentz (kiri atas) di ekspedisi 1903 Nugini. (Foto: Commons Wikimedia)

3. Kawasan hutan lindung

Taman Nasional Lorentz membentang lebih dari 24.864 kilometer di provinsi Papua, tepat di persimpangan dua lempeng benua yang bertabrakan.

Di dalam kawasan hutan lindung tersebut berisikan beberapa ekosistem, termasuk padang rumput, rawa, pantai, hutan hujan, dan pegunungan yang diselimuti salju abadi yaitu Puncak Jaya yang merupakan puncak tertinggi di Asia Tenggara.


Peta Taman Nasional Lorentz???????. (Foto: Wikipedia)

4. Rumah satwa langka

Selain terkenal dengan keanekaragaman flora, taman nasional ini juga menyimpan kekayaan fauna. Tak sedikit hewan langka yang berada di Taman Lorentz. Beberapa jenis satwa yang sudah terindentifikasi di Taman Nasional Lorentz sebanyak 630 jenis burung, di mana sekitar 70 persen dari burung yang ada di Papua, dan 123 jenis mamalia.

Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini ada dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik di antaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx).

Selain itu, satwa mamalia tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon.

Hewan lainnya seperti harimau dan spesies burung langka seperti burung beo Pesquet yang tampil di Google doodle hari ini, dan echidna--mamalia trenggiling berduri yang bertelur juga ada di Taman Nasional Lorentz.

???????
Bagikan :

Reporter : ERA.ID
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
megapolitan
28 Mei 2020 11:19 WIB

New Normal, Naik Ojol Harus Bawa Helm Sendiri

Pengemudi ojol siapkan protokol kesehatan
Lifestyle
28 Mei 2020 11:12 WIB

Suga BTS Bocorkan Rahasia di Mixtape D-2

Ada kejutan apa ya?
Internasional
28 Mei 2020 11:01 WIB

Raffia Arshad Hakim Berhijab Pertama di Inggris

Dia berhasil mematahkan stereotipe dan diskriminasi yang dialami
Nusantara
28 Mei 2020 10:14 WIB

Boleh New Normal Asal Jangan Kurangi Kewaspadaan COVID-19

Jabar klaim berhasil kendalikan korona