Kamis, 20 September 2018
Ilustrasi (Mahesa/era.id)
14 September 2018 19:00 WIB

Crazy Rich Surabayan: Nyata atau Ilusi?

#CrazyRichSurabayan ungkap hidup tersembunyi para borjuis Surabaya. Nyatakah cerita itu?
Bagikan :


Jakarta, era.id - Sejak pekan lalu, Crazy Rich Asians resmi ditayangkan di bioskop-bioskop Tanah Air. Seperti perilisan di negara-negara lain di dunia, film yang bercerita tentang cinta dua sejoli bertolak belakang latar ekonomi ini disambut positif moviegoers Indonesia.

Crazy Rich Asians memang istimewa. Saking istimewanya, netizen Tanah Air sampai terpancing membeberkan fakta sosial tentang betapa banyak orang kaya raya di negeri ini, terutama di Surabaya.

Lewat kicauan ber-hashtag #CrazyRichSurabayan di Twitter, netizen yang mengaku bersinggungan langsung dengan orang-orang kaya Surabaya, membeberkan cerita soal kelakuan orang-orang kaya di sana. Dari yang biasa-biasa aja sampai yang agak gila mendekati fiksi dalam cerita novel atau film. Makanya, lumayan tepat juga sih ketika netizen mengaitkan cerita orang-orang kaya di Surabaya dengan kisah fiksi Crazy Rich Asians yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Kevin Kwan. Pesannya jelas, di Surabaya, kisah fiksi yang dituturkan Kwan betul-betul ada gitu lho!

Kalau kamu belum nonton, kami paparkan sedikit cerita dari Crazy Rich Asians ini. Film karya Jon M. Chu ini menceritakan kisah asmara Rachel Chu (Constance Wu), seorang gadis keturunan China-Amerika yang mengunjungi Singapura, tempat kelahiran sang kekasih, Nick Young (Henry Golding). Di sana, Rachel dikejutkan dengan latar belakang keluarga Nick yang ternyata sangat kaya dan terpandang. Enggak cuma itu, fakta bahwa Nick adalah seorang pria yang banyak diidamkan wanita kelas atas di Singapura pun jadi satu konflik yang diangkat dalam film ini.


Baca Juga : Dear Jagoan Bermotor di Bandung, Carilah Lawan yang Sepadan!

Begitu kira-kira ceritanya. Terdengar seperti kisah-kisah di FTV kan? Tapi, ini beda banget kawan. Plot yang matang serta eksekusi yang apik membuat film ini amat istimewa. Selain itu, cara Crazy Rich Asians menggambarkan kehidupan dan budaya masyarakat Asia terasa begitu relevan dan dekat. Nah, ini barangkali adalah buah dari kolaborasi seluruh insan Asia yang tergabung dalam produksi film ini. Iya, meski keluaran Hollywood, film produksi Warner Bros. Pictures ini hanya melibatkan orang-orang keturunan Asia di seluruh proses produksinya. Makanya, sentuhannya begitu dekat dan personal. Faktor kedekatan itu juga barangkali alasan kenapa saudara-saudara netizen di Surabaya sampai terpancing memainkan hashtag #CrazyRichSurabayan.

Netizen dengan akun @btari_durga misalnya. Lewat kultwit-nya, ia menceritakan pengalaman ketika dirinya bekerja di Surabaya sebagai tenaga pendidik di sebuah sekolah internasional. Di sekolah itu, ia mengaku sering mendapati kelakuan-kelakuan orang kaya Surabaya --yang kebanyakan murid dan orang tuanya-- yang bikin dia mengucap "jancuk!" Bukan apa-apa, kebanyakan hal yang ia temui memang lumayan mengejutkan dan mengundang iri hati kaum-kaum misqueen. Meski begitu, sebagian cerita @btari_durga juga tampak konyol dan kocak.

Soal orang tua muridnya yang membeli kapal pesiar lantaran enggak bisa menemukan penyewaan kapal pesiar untuk perayaan ulang tahun sang anak, misalnya. Atau tentang keluarga muridnya yang merayakan hari raya lebaran di Jerman lantaran merasa kampung halamannya di Bukittinggi terlalu jauh. Pokoknya, banyak betul cerita yang dipaparkan @btari_durga. Kultwit-nya itu bahkan mendapat tanggapan dari orang-orang yang memiliki pengalaman mirip-mirip dengannya.
 


Ilustrasi dipersembahkan oleh Mahesa ARK/era.id

Nyatakah Crazy Rich Surabayan?

Namanya netizen, jangan gampang percaya dulu sama ocehan mereka. Coba kita cari fakta soal kebenaran cerita ini, tentang betapa kaya rayanya Surabaya beserta penduduknya. Hasilnya, sorry-sorry nih, Ibu Kota Jakarta nyatanya masih jadi kota dengan perekonomian paling maju di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015, Jakarta menguasai seenggaknya 16,95 persen perekonomian Indonesia.

Eh, tapi dugaan betapa kayanya orang-orang Surabaya ternyata enggak sepenuhnya salah, sih. Sebab, setelah Jakarta, Surabaya menempati posisi sebagai kota dengan perekonomian paling maju di Indonesia dengan persentase penguasaan ekonomi bangsa mencapai 3,78 persen. Data BPS itu barangkali bisa juga dijadikan sebagai pendukung cerita-cerita para netizen itu. Tapi, tetap saja, jangan langsung percaya sama netizen. Coba kita lihat data pendukung lain.

Yang ini adalah data paling mutakhir dari BPS, tentang upah minimum kabupaten/kota (UMK) di seluruh Indonesia catatan 2018. Dalam data tersebut, BPS memaparkan daftar UMK di empat provinsi yang kala itu baru saja menetapkan angka UMK terbaru mereka: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. Dari seluruh provinsi yang didata, Surabaya tercatat sebagai kota dengan standar UMK paling tinggi dengan angka Rp3.583.312, jauh di atas Kabupaten Banjarnegara di Jawa Tengah yang menjadi kota dengan UMK paling rendah dengan angka Rp1.490.000. Adapun kota yang UMK-nya paling mendekati Surabaya adalah Kabupaten Gresik dengan UMK sebesar Rp3.580.370.

Tapi, cerita tentang #CrazyRichSurabayan pastinya bukan merujuk pada kelas menengah yang masih bergantung pada UMK, toh? Mereka yang dimaksud pastilah orang-orang yang memiliki kekayaan sampai miliaran bahkan triliunan.Sulit sih mendeteksi keberadaan mereka-mereka ini. Sebab, selain enggak ada data yang berjudul "Orang-orang Kaya Surabaya Versi #CrazyRichSurabayan", kelakuan orang superkaya Surabaya yang biasanya amat down to earth itu membuat mereka enggak terdeteksi --selain lewat data pajak pastinya, ya. 

Barangkali, data Forbes tentang urutan orang paling kaya se-Indonesia bisa jadi gambaran. Menurut data Forbes tahun 2018, ada lima orang Indonesia yang kekayaannya melebihi 3 miliar USD. Mereka adalah Tahir, pendiri Mayapada Group (3,7 miliar USD); Chairul Tanjung, pengusaha supermarket dan media massa (3,8 miliar USD); Sri Prakash Lohia, pendiri Indorama Corporation (7 miliar USD); serta Hartono bersaudara: Michael dan Budi yang masing-masing memiliki kekayaan 11,1 miliar USD dan 11,5 miliar USD. Sayangnya, di antara nama-nama tersebut enggak ada satupun pengusaha yang terdata sebagai warga ataupun keturunan Surabaya. Lalu, di mana konglomerat-konglomerat asal Surabaya berada?

Masih dari rilisan Forbes tahun 2018, sejumlah konglomerat yang diketahui sebagai orang Surabaya sejatinya masih ada dalam daftar Forbes, meski enggak masuk lima besar. Hary Tanosoedibjo, misalnya. Mantan bos saya di MNC Group itu nyatanya masih tercatat sebagai orang paling kaya urutan 1999 di dunia dengan total kekayaan 1,1 miliar USD. Selanjutnya, nama Alexander Tedja yang merupakan pendiri Tunjungan Plaza di Surabaya. Dalam daftar Forbes, Alexander berada di peringkat 1756 dengan total kekayaan 1,3 miliar USD.

Nah, jadi itulah cerita lengkap dari #CrazyRichSurabayan alias orang-orang kaya Surabaya. Beberapa cerita dituturkan oleh netizen yang mengaku memiliki pengalaman langsung bersinggungan dengan mereka. Fakta lainnya kami ungkap secara terang lewat sejumlah riset dan penghimpunan data. Jadi, tertarik untuk tinggal di Surabaya? Atau kamu punya cerita lain soal orang-orang kaya Surabaya?
Bagikan :
Topik :

Reporter : Diah Ayu Wardani , Mery Handayani , Wardhany Tsa Tsia
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Olahraga
20 September 2018 08:17 WIB

Laga Tunda Serie A, Fiorentina Tahan Sampdoria

Giovanni Simeone cetak gol, kiper Sampdoria keturunan Indonesia gemilang
Nasional
20 September 2018 08:07 WIB

Maaf dari Asia Sentinel untuk SBY

Akui langgar kaidah jurnalistik dan menarik berita kasus Bank Century
Teknologi
20 September 2018 07:49 WIB

Kangen Main PS Jadul, Tenang Ada PlayStation Classic

Buat yang kangen mainin PS Jadul nih
Olahraga
20 September 2018 07:39 WIB

Ada Mariano, Madrid Tidak Butuh Ronaldo?

Eits, santai...ini baru pertandingan pertama
Peristiwa
20 September 2018 07:31 WIB

Menunggu Kejutan Nomor Urut untuk Jokowi

Akankah nomor dua jadi milik Jokowi?