Selasa, 20 Agustus 2019
Presiden Joko Widodo blusukan ke pasar di Bogor (Foto: Istimewa)
31 Oktober 2018 11:26 WIB

Jokowi: Jangan Ada yang Teriak Harga di Pasar Mahal

"Nanti enggak ada yang datang ke pasar, larinya ke supermarket, ke mal," kata Jokowi
Bagikan :


Jakarta, era.id - Presiden Joko Widodo menyatakan kondisi harga-harga di pasar relatif stabil dan sejalan dengan besaran inflasi. Hal itu ia katakan setelah blusukan ke Pasar Bogor yang berlokasi di Jalan Roda, Kota Bogor, Selasa (30/10) malam.

Dengan kondisi harga yang relatif stabil, mantan Gubernur DKI tersebut berharap tidak ada pihak-pihak yang berkata sebaliknya dengan menyebarkan isu harga bahan pokok di pasar mahal.

"Inflasinya stabil, harga di pasar juga stabil. Jadi jangan sampai ada yang teriak di pasar harga mahal-mahal. Nanti ibu-ibu di pasar marah, nanti enggak ada yang datang ke pasar, larinya ke supermarket, ke mal," ungkap Jokowi di lokasi, Selasa (30/10/2018).

Pada blusukannya, Jokowi yang mengenakan kemeja putih lengan panjang menghampiri pedagang sayuran dan berbincang dengannya. Ia lalu mengunjungi pedagang buah, tempe, hingga ayam, untuk mengetahui langsung kondisi harga komoditas yang mereka jual. 


Baca Juga : Memaknai Pantun Ketua DPR

"Saya hanya ingin pertama karena kalau kita melihat angka-angka inflasi itu kan dibawah 3,5 (persen) artinya harga itu stabil dan tadi saya lihat memang beberapa ada penurunan," ucap dia.

Beberapa komoditas yang harganya turun, lanjut Jokowi, antara lain sawi hijau dari Rp8.000 menjadi Rp7.000 per kilogram, buncis dari biasanya Rp16.000 menjadiRp12.000 per kilogram.

Namun ada juga komoditas yang mengalami kenaikan, misalnya alpukat dari Rp20.000 menjadi Rp25.000 dan ayam potong dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.

"Kalau suplai sedikit otomatis harganya naik sedikit. Saya kira dalam perdagangan adalah sesuatu yang biasa," ujarnya.


Presiden Joko Widodo blusukan ke pasar di Bogor (Foto: Istimewa)

Jokowi menjelaskan, bila terjadi lonjakan harga bahan pokok maka dirinya akan langsung memerintahkan Menteri Perdagangan untuk menjaga stabilitas harga. Meski demikian, dirinya tidak memungkiri jika menyeimbangkan harga antara petani atau peternak dengan konsumen bukanlah perkara mudah.

"Jadi jangan sampai harganya terlalu rendah, peternak nanti teriak-teriak Kalau sayur murah, nanti petani juga teriak rugi. Jadi ini menyeimbangkannya enggak mudah. Kalau teriak mahal nanti yang marah ya ibu-ibu (pembeli)," tutur dia..
Bagikan :
Topik :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 Agustus 2019 21:03 WIB

PDIP Sebut Risma Cocok Maju di Pilgub DKI Jakarta

"Kalau memang rakyat DKI menghendaki kenapa tidak?"
megapolitan
20 Agustus 2019 20:03 WIB

Enam Hari Uji Coba Ganjil-Genap, Kualitas Udara Jakarta Membaik

Kalau begitu lanjutkeun~
Nusantara
20 Agustus 2019 19:15 WIB

VIDEO: Wali Kota Sorong Dilempari Batu

Semoga semua bisa selesai dengan baik
Olahraga
20 Agustus 2019 19:01 WIB

Memprediksi Akhir Liga Inggris dari Kacamata Neville dan Carragher

Terlalu dini? Jelas! Tapi, prediksi ini jelas menarik.
Lifestyle
20 Agustus 2019 18:35 WIB

VIDEO: Menikmati Keindahan Bromo dari Balon Udara

Yuk, cobain naik balon udara di Bromo