Sabtu, 17 November 2018
Presiden Joko Widodo blusukan ke pasar di Bogor (Foto: Istimewa)
31 Oktober 2018 11:26 WIB

Jokowi: Jangan Ada yang Teriak Harga di Pasar Mahal

"Nanti enggak ada yang datang ke pasar, larinya ke supermarket, ke mal," kata Jokowi
Bagikan :


Jakarta, era.id - Presiden Joko Widodo menyatakan kondisi harga-harga di pasar relatif stabil dan sejalan dengan besaran inflasi. Hal itu ia katakan setelah blusukan ke Pasar Bogor yang berlokasi di Jalan Roda, Kota Bogor, Selasa (30/10) malam.

Dengan kondisi harga yang relatif stabil, mantan Gubernur DKI tersebut berharap tidak ada pihak-pihak yang berkata sebaliknya dengan menyebarkan isu harga bahan pokok di pasar mahal.

"Inflasinya stabil, harga di pasar juga stabil. Jadi jangan sampai ada yang teriak di pasar harga mahal-mahal. Nanti ibu-ibu di pasar marah, nanti enggak ada yang datang ke pasar, larinya ke supermarket, ke mal," ungkap Jokowi di lokasi, Selasa (30/10/2018).

Pada blusukannya, Jokowi yang mengenakan kemeja putih lengan panjang menghampiri pedagang sayuran dan berbincang dengannya. Ia lalu mengunjungi pedagang buah, tempe, hingga ayam, untuk mengetahui langsung kondisi harga komoditas yang mereka jual. 


Baca Juga : Galang Dana, Tim Jokowi-Ma'ruf Amin Jual Merchandise

"Saya hanya ingin pertama karena kalau kita melihat angka-angka inflasi itu kan dibawah 3,5 (persen) artinya harga itu stabil dan tadi saya lihat memang beberapa ada penurunan," ucap dia.

Beberapa komoditas yang harganya turun, lanjut Jokowi, antara lain sawi hijau dari Rp8.000 menjadi Rp7.000 per kilogram, buncis dari biasanya Rp16.000 menjadiRp12.000 per kilogram.

Namun ada juga komoditas yang mengalami kenaikan, misalnya alpukat dari Rp20.000 menjadi Rp25.000 dan ayam potong dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.

"Kalau suplai sedikit otomatis harganya naik sedikit. Saya kira dalam perdagangan adalah sesuatu yang biasa," ujarnya.


Presiden Joko Widodo blusukan ke pasar di Bogor (Foto: Istimewa)

Jokowi menjelaskan, bila terjadi lonjakan harga bahan pokok maka dirinya akan langsung memerintahkan Menteri Perdagangan untuk menjaga stabilitas harga. Meski demikian, dirinya tidak memungkiri jika menyeimbangkan harga antara petani atau peternak dengan konsumen bukanlah perkara mudah.

"Jadi jangan sampai harganya terlalu rendah, peternak nanti teriak-teriak Kalau sayur murah, nanti petani juga teriak rugi. Jadi ini menyeimbangkannya enggak mudah. Kalau teriak mahal nanti yang marah ya ibu-ibu (pembeli)," tutur dia..
Bagikan :
Topik :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
megapolitan
17 November 2018 20:46 WIB

Galang Dana, Tim Jokowi-Ma'ruf Amin Jual Merchandise

Pernak-pernik ini buat gaet pemilih milenial
Nasional
17 November 2018 20:20 WIB

Indonesia Bakal Alami Kemunduran Bila Berpolitik SARA

Indonesia akan mundur 90 tahun ke belakang kalau terus menggunakan isu SARA
Nasional
17 November 2018 19:24 WIB

Kubu Jokowi: Poster 'Jokowi Raja' Bukan Kebijakan Tim Kampanye

Timses tak pernah mengusulkan untuk membuat atribut kampanye seperti itu
Wisata
17 November 2018 19:22 WIB

Melihat Kembali Surat-Surat Tokoh Pendiri Bangsa

Kamu bisa melihatnya di Muesum Nasional Jakarta, sampai 22 November
Lifestyle
17 November 2018 18:08 WIB

Pernikahan Mewah Awal Bencana Perceraian?

Ini hasil survei, bukan soal asumsi