Senin, 16 September 2019
Emiliano Sala (Instagram)
09 Agustus 2019 21:11 WIB

Kita Perlu Belajar dari Kasus Penyebar Foto Jasad Emiliano Sala

Post-mortem Sala menyebar. Para penyebar hadapi sederet tuntutan. Penjara menunggu
Bagikan :


Jakarta, era.id - Seorang pria dan wanita dituntut hukuman penjara terkait penyebaran gambar jasad pesepak bola Argentina, Emiliano Sala yang mengalami kecelakaan pesawat beberapa bulan lalu. Kasus ini bisa jadi pelajaran bagi banyak orang di dunia, tentang media sosial dan penyalahgunaannya yang berbahaya.

Sherry Bray (48) dan Christopher Ashford mengakses rekaman CCTV dari pemeriksaan post-mortem. Mereka kemudian melempar gambar mengerikan yang menunjukkan parahnya cedera yang dialami Sala ke media sosial.

Dalam kasus ini, Bray dikenakan tuduhan penyalahgunaan komputer, memutarbalikkan keadilan, hingga tuduhan atas penyebaran gambar tak senonoh atau ofensif. Sementara itu, Ashford menghadapi enam tuntutan terkait penyalahgunaan komputer.

Sala adalah pesepak bola berusia 28 tahun yang tewas dalam kecelakaan pesawat tragis dalam penerbangan ke Inggris. Jasad Sala ditemukan terjebak di dalam bagian pesawat yang jatuh di bawah Selat Inggris.


Baca Juga : Menjaga Asa Garuda di Tengah 'Guyuran' Problema

Cabang Investigasi Kecelakaan Udara (AAIB) kemudian membawa temuan jasad tersebut ke Portland, sebelum diserahkan ke petugas pemeriksa Dorset yang kemudian mengonfirmasi identitas jasad tersebut sebagai Sala.

Anthony Johns, pengacara senior untuk Layanan Kejaksaan Kerajaan mengatakan telah meninjau bukti-bukti dengan seksama dan memberi wewenang kepada kepolisian Wiltshire, Inggris untuk memanggil Bray dan Ashford.

"Saya telah memberi wewenang pada polisi untuk memanggil Sherry Bray agar muncul di pengadilan, di mana ia secara resmi akan didakwa dengan tiga pelanggaran,," tuturnya, dilansir Metro, Jumat (9/8/2019).

Pihak Layanan Kejaksaan Kerajaan juga mengimbau semua orang untuk berhati-hati menggunakan media sosial. Menurut Johns, kesadaran menggunakan media sosial secara sehat harus dimiliki setiap orang, sebab hukum hari ini telah berkewajiban menjamah ruang tersebut.

"Sangat penting bahwa tidak boleh ada pelaporan, komentar atau berbagi informasi secara online yang dapat dengan cara apa pun mengurangi proses ini."
Bagikan :
Topik :

Reporter : Yudhistira Dwi Putra
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
15 September 2019 20:31 WIB

Wawancara: Masa Depan Perjuangan Habibie Center

Bagaimana Habibie Center melanjutkan perjuangan selepas kepergian Habibie?
Internasional
15 September 2019 19:44 WIB

Wabah Ebola Seret Menteri Kesehatan Kongo ke Penjara

Kini sang menteri harus bertanggung jawab atas perbuatannya
Nasional
15 September 2019 16:39 WIB

Habibie: Bapak Teknologi Penggila Diskusi

Wawancara kami dengan Wakil Ketua Habibie Center
Lifestyle
15 September 2019 14:49 WIB

VIDEO: Movie Update of the Week

Ada film Gemini Man dan SIN: Saat Kekasihmu adalah Kakakmu Sendiri
Lifestyle
15 September 2019 13:49 WIB

Berprakarya dengan Limbah Daur Ulang Styrofoam

Manfaatkan limbah plastik jadi karya seni~