Selasa, 19 Februari 2019
Anggota keluarga yang dibunuh Christopher Watts (Foto: Twitter @Mission_Zindagi)
28 November 2018 12:31 WIB

Metallica Penyebab Pembunuhan Satu Keluarga di Denver?

Christopher Watts membaca lirik lagu Battery setelah membunuh anak-anak dan istrinya
Bagikan :


Colorado, era.id - Sebuah kisah tragis muncul dari Denver, Colorado, Amerika Serikat. Seorang pria membunuh seluruh anggota keluarganya karena lagu Metallica.

Dilansir dari metalsucks.net, Rabu (28/11/2018), awal tahun ini Christopher Watts membunuh istrinya, Shan'ann yang tengah hamil 15 pekan, dan kedua putrinya, Bella dan Celeste.

Sadisnya, sisa-sisa mayat kedua putrinya disembunyikan di dalam tangki minyak di tempat kerjanya dan istrinya dikubur di tanah sekitar rumahnya.

Pada 6 November, Watts mengaku bersalah atas sembilan dakwaan, termasuk lima tuduhan pembunuhan tingkat pertama, satu penghentian kehamilan yang melanggar hukum, dan tiga tuduhan merusak tubuh manusia yang sudah meninggal.  


Baca Juga : Film Dokumenter Chris Cornell Siap Digarap

Dalam penyelidikan polisi yang menyebabkan penangkapan Watts, diketahui dia telah melakukan pencarian lirik lagu Battery milik Metallica di Google tak lama setelah melakukan pembunuhan.

Stasiun televisi KCNC merupakan media pertama yang menemukan penyebutan Metallica dalam 2000 lebih dokumen temuan polisi. Sementara surat kabar People menjadikannya sebagai tajuk utama. Tak ayal, pemberitaan ini dengan serta merta menyita persepsi publik tentang pengaruh buruk musik metal.

Lirik lagu Battery meliputi:

Smashing through the boundaries, lunacy has found me
Cannot stop the battery
Pounding out aggression, turns into obsession
Cannot kill the battery
Cannot kill the family, battery has found in me
Battery


Dalam bahasa Indonesia, artinya kurang lebih:

Menghancurkan batas-batas, kegilaan telah menemukanku
Tidak dapat menghentikan baterai
Meredam agresi, berubah menjadi obsesi
Tidak bisa membunuh baterai
Tidak dapat membunuh keluarga, baterai telah ditemukan dalam diriku
Baterai




Christopher Watts (Foto: Twitter @Randyb303)

Anggapan Metallica yang 'mengilhami' Watts untuk menghilangkan nyawa seluruh keluarganya, seperti yang disinggung oleh artikel People, hampir tidak relevan: tindakan satu orang tidak mewakili jutaan metalhead (penyuka musik metal) yang damai di seluruh dunia. 

Soalnya, dokumen kepolisian menunjukkan Watts memiliki masalah dalam pernikahan yang pada umumnya berperilaku tidak menentu menjelang waktu pembunuhan.  

Sampai saat ini, Metallica belum berkomentar secara terbuka tentang keterkaitan kasus pembunuhan ini dengan lagu mereka.

Baca Juga : Lima Manfaat Mendengar Musik Metal
 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Riki Noviana
Editor : Riki Noviana
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
19 Februari 2019 15:55 WIB

Karhutla Masih Terjadi, Tapi Asapnya Sudah Jauh Berkurang

Datanya enggak bohong kok
Internasional
19 Februari 2019 15:45 WIB

Bebas Berkunjung Plus Mantai di St Kitts dan Nevis

Kini, WNI bebas berlibur ke St Kitts dan Nevis. Yuk cari tahu, ada apa saja di sana?
Internasional
19 Februari 2019 15:31 WIB

Palestina-Jordania Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel

Penutupan itu dilakukan Israel dengan menggunakan rantai dan gembok
Olahraga
19 Februari 2019 15:12 WIB

Mercedes Khawatir Terganggu Brexit

Soalnya, pabrik dan fasilitas operasi mesin Mercedes ada di Inggris
Suara-Milenials
19 Februari 2019 15:05 WIB

VIDEO: Jelang Pilres Pelajar di Jakarta Utara Rekam e-KTP

Pelaksanaan pencetakan e-KTP dilakukan bagi para pelajar SMA yang sudah berusia 17 tahun
POPULER
18 Februari 2019 14:22 WIB

Robben Sebut Anfield Stadion Terburuk

18 Februari 2019 07:25 WIB

Kita Semua Wajib Tanggung Jawab

21 Juli 2018 16:30 WIB

Asia Juga Punya Anak Muda 'Berbahaya'

PODCAST

LISTEN
15 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Buzzer Baik, Memang Ada? (Part 1)


LISTEN
14 Februari 2019 17:09 WIB

PODCAST: Sendiri Tak Melulu Sepi


LISTEN
04 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Merangkai Kata Mendulang Rezeki


LISTEN
01 Februari 2019 19:50 WIB

NGEPOD: Mendarat di Galaksi Palapa


LISTEN
30 Januari 2019 15:11 WIB

NGEPOD: 'Stand Up' untuk Ekonomi Kreatif

FITUR