Rabu, 21 Agustus 2019
Jurnalis di tengah kerusuhan (Anto/era.id)
26 Mei 2019 08:03 WIB

Gak Usah Sotoy Nyebut Intimidasi Risiko Pekerjaan Jurnalis

Banyak kekeliruan soal wartawan. Termasuk intimidasi yang konon adalah risiko pekerjaannya
Bagikan :


Jakarta, era.id - Malam terakhir kerusuhan pecah di Ibu Kota, sebuah pesan masuk di salah satu grup WhatsApp berisi jurnalis. Pesan itu berisi curahan kekesalan seorang jurnalis perempuan soal intimidasi yang ia alami sepanjang meliput kerusuhan. Yang menarik, seorang jurnalis lain menimpali pesan tersebut dengan menyebut keluhan itu cengeng. Bahkan, menurutnya, apa yang dialami sang jurnalis perempuan itu adalah risiko pekerjaan sebagai wartawan. Loh, memangnya begitu?

Kerusuhan 21-22 Mei 2019 lalu meninggalkan banyak cerita soal intimidasi dan persekusi terhadap jurnalis. Jurnalis RTV jadi kisah yang paling banyak disorot. Saat itu, reporter RTV bernama Intan Bedisa bersama juru kameranya, Mutiara F Noya diintimidasi sekelompok massa. Intan yang saat itu tengah melakukan laporan langsung tiba-tiba dikerubungi oleh sejumlah massa yang mendorong dan berteriak-teriak kepadanya.



Jika dua jurnalis RTV itu diintimidasi kelompok massa, jurnalis media online bernama Gie justru diintimidasi aparat. Gie mengaku sempat mendapat tekanan dari aparat saat meliput kerusuhan di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Gie tengah duduk di trotoar, ketika aparat berhasil menangkap seorang perusuh.


Baca Juga : Keadilan Menangi Polemik Remisi Pembunuh Jurnalis

Sebagai jurnalis, tentu saja ia mencoba merekam momen itu. Namun, seorang aparat justru memaksanya untuk meletakkan telepon genggam yang ia operasikan. Tak cuma melarang Gie mengambil gambar. Sejumlah aparat juga memaksanya berhenti mengetik berita.

"Jangan difoto, jangan difoto! Taruh itu handphone-nya! Masukin, jangan direkam!" tutur Gie menirukan ancaman yang ia terima dari aparat. 

"Pas itu, gue dibentak lagi. 'Ngapain kamu? Motret ya?,' Gue jawab aja, 'Enggak kok, ngetik doang.' Gue sambil ngasih lihat handphone gue lagi," Gie melengkapi ceritanya.

Belum selesai. Jurnalis media online lain bernama Felix juga menuturkan kisah serupa. Seperti Gie, Felix juga mendapat ancaman agar ia menghapus gambar yang ia ambil. Parahnya, padahal Felix saat itu mengaku tak sedang mengambil gambar apapun. Tak puas dengan jawab Felix, seorang aparat meminta Felix menyerahkan handphone-nya.

"Ada satu polisi tiba-tiba menuding saya merekam kejadian. Saya bilang tidak, karena saya mengetik berita sambil membuka handphone ... Setelah puas menghapus beberapa foto dan video, mereka mengembalikan handphone saya," tuturnya.


Jurnalis di tengah demonstrasi (Tsa Tsia/era.id)


Perlindungan jurnalis

Jika merujuk pada Undang-Undang (UU), intimidasi, persekusi, apalagi kekerasan terhadap jurnalis adalah pelanggaran hukum. Dalam Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, tertulis: Setiap orang yang menghalangi kebebasan pers diancam penjara maksimal dua tahun dan denda maksimal Rp500 juta.

Meski diatur oleh UU, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) juga mengingatkan agar para wartawan untuk tetap berhati-hati saat melaksanakan peliputan terutama dalam kondisi kerusuhan. "Mengimbau para jurnalis yang meliput aksi massa untuk mengutamakan keselamatan dengan menjaga jarak saat terjadi kerusuhan," AJI dalam siaran persnya.

Selain itu, AJI mendesak agar pihak kepolisian mengusut tuntas kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis, baik oleh polisi maupun kelompok massa. AJI juga mendesak para pemimpin redaksi untuk bertanggung jawab terhadap keselamatan para pewartanya.

"Mengimbau kepada para pemimpin media untuk bertanggung jawab atas keselamatan jurnalis saat bertugas di lapangan. Memberikan pembekalan pengetahuan safety journalist dan penanganan trauma yang terjadi selama peliputan."


Infografis (Ilham/era.id)

Bagikan :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 Agustus 2019 21:03 WIB

PDIP Sebut Risma Cocok Maju di Pilgub DKI Jakarta

"Kalau memang rakyat DKI menghendaki kenapa tidak?"
megapolitan
20 Agustus 2019 20:03 WIB

Enam Hari Uji Coba Ganjil-Genap, Kualitas Udara Jakarta Membaik

Kalau begitu lanjutkeun~
Nusantara
20 Agustus 2019 19:15 WIB

VIDEO: Wali Kota Sorong Dilempari Batu

Semoga semua bisa selesai dengan baik
Olahraga
20 Agustus 2019 19:01 WIB

Memprediksi Akhir Liga Inggris dari Kacamata Neville dan Carragher

Terlalu dini? Jelas! Tapi, prediksi ini jelas menarik.
Lifestyle
20 Agustus 2019 18:35 WIB

VIDEO: Menikmati Keindahan Bromo dari Balon Udara

Yuk, cobain naik balon udara di Bromo