Selasa, 10 Desember 2019
29 November 2019 11:29 WIB

Di Balik Kebugaran Atlet Nasional, Ada Peran Aan Abdurrachman

Aan adalah tukang pijat atlet nasional yang setia mengabdi sejak 1997
Bagikan :


Jakarta, era.id - Nama Aan Abdurrachman mungkin tak banyak dibicarakan dalam pesta olahraga negara-negara di Asia Tenggara, SEA Games 2019. Namun, bagi atlet Indonesia sosoknya dianggap sangat penting. Aan, begitu ia disapa, merupakan seorang dari sedikit masseur atau biasa dikenal tukang pijat yang tetap setia membantu memulihkan performa para atlet nasional Indonesia sejak 1997 silam.

Aan mengaku sudah melanglang buana ke luar negeri, mengikuti berbagai event olahraga, siaga mendampingi para atlet yang membutuhkan sentuhan tangannya.

"Saya sudah jadi tukang pijat sejak SEA Games 1997. Asian Games juga saya ikut," kata Aan di Jakarta, seperti dikutip Antara, Kamis (29/11/2019).

Sejak 1997 menekuni profesi masseur, Aan tak pernah absen di berbagai ajang olahraga multi-event seperti SEA Games dan Asian Games.Tidak hanya itu, ia juga menjadi masseur tetap di Pelatnas modern pentathalon, judo, dan karate.


Baca Juga : Indonesia-Vietnam Berebut Runner Up SEA Games

Aan juga akan ikut bertolak ke pembukaan SEA Games 2019 di Filipina pada Sabtu 30 November mendatang. Pria asal Bandung, Jawa Barat, itu pun menjadi masseur tertua sekaligus yang telah mengabdi paling lama di antara yang lainnya.

Sebelum menjadi masseur, Aan bercerita bahwa ia merupakan seorang sopir seorang dokter khusus untuk Ketua KONI Pusat. Ia mengabdi di sana sejak 1993 hingga 1995. Kemudian, ia ditawarkan oleh dokter yang bernama Choim Sumadilaga untuk mempelajari ilmu pijat di Pusat Kesehatan Olahraga (PKO) Kemenpora.

"Iya jadi Dokter Choim nawarin saya buat belajar massage. Saya kan minat terus dokternya juga mau sekolahin saya," ujar dia.

Ia mengatakan bahwa untuk menjadi seorang masseur tidak bisa sembarang orang, karena profesi tersebut dibutuhkan ilmu yang mumpuni seperti ilmu anatomi tubuh.

Selama setahun, tepatnya pada 1995, Aan belajar soal ilmu memijat termasuk etika dan cara menghadapi atlet. "Saya belajar anatomi tubuh, terus etika dan menghadapi atlet itu harus gimana supaya hati mereka juga ikut enak gitu saat dipijat," tuturnya.

Selama menjadi masseur atlet nasional, Aan mengaku tak melulu memijat atlet yang mengalami cedera. Ia justru lebih banyak diminta memijat atlet saat sebelum dan sesudah pertandingan sebagai upaya relaksasi. Ia juga sudah banyak mendampingi atlet yang kini sudah pensiun.

"Sudah banyak atlet yang saya pijat. Ada Kresna Bayu (mantan atlet judo), Umar Syarif (mantan atlet karate). Dan mereka sekarang udah menjadi pelatih," ungkap pria 66 tahun itu.

Aan pun mengatakan bahwa dia menikmati pekerjaannya saat ini walaupun selama mengabdi, dia belum pernah mendapatkan penghargaan apa pun.

"Ya namanya juga masih bisa, ya saya lakukan saja. Banyak juga yang bilang 'wah Pak Aan hebat'," tutur dia. "Yang membuat saya bertahan juga karena kejujuran dan etika," katanya.
Bagikan :
Topik :

Reporter : ERA.ID
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
10 Desember 2019 09:53 WIB

Hari HAM, Ketua DPR Bicara Soal Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya

Pemenuhan hak tersebut dinilai penting
Olahraga
10 Desember 2019 09:32 WIB

Rusia Dilarang Tampil Dalam Event Olahraga 4 Tahun Kedepan

Gara-gara doping
Internasional
10 Desember 2019 08:18 WIB

Arab Saudi yang Makin Longgar Soal Pemisahan Gender

Pintu masuk cafe dan restoran tak lagi dipisah
Nusantara
10 Desember 2019 07:07 WIB

Pemprov Aceh Beli 4 Pesawat Nurtanio

Untuk pesawat perintis, evakuasi medis dan kargo
megapolitan
10 Desember 2019 05:50 WIB

Nasib PKL di Jakarta: di Sana Boleh Jualan, di Sini Digusur

Akhirnya para pedagang, bingung