Jumat, 05 Juni 2020
Eid Festival (Dok. Hayu Hamemayu)
24 Mei 2020 08:48 WIB

Serunya Umat Muslim Rayakan Lebaran di Lund, Swedia

Ada Eid Festival
 
Bagikan :


Jakarta, era.id - Perayaan Hari Raya Idulfitri selalu ditunggu-tunggu bagi umat muslim di dunia tiap tahun. Sebab, pada hari tersebut, umat muslim akan merayakan hari kemenangan setelah sebulan penuh menahan hawa nafsu berpuasa.

Di Indonesia, Idulfitri bukan hanya sekedar kegiatan keagaman bagi satu umat agama saja, tapi juga sudah menjadi tradisi seperti mudik, kumpul keluarga, saling berkunjung, dan juga memasak makanan yang hanya keluar saat lebaran saja seperti ketupat dan opor ayam.

Kemeriahan lebaran rupanya tidak hanya terjadi dan dirasakan di negara-negara yang mayoritas Muslim saja lho. Beberapa kota di negara-negara yang mayoritas nonmuslim pun tak kehilangan gairahnya dalam merayakan Hari Kemenangan itu.

Salah satunya adalah Kota Lund di Swedia. Seperti diketahui, Swedia merupakan salah satu negara yang dengan mayoritas penduduk nonmuslim. Tapi bukan berarti Idulfitri tak meriah.


Baca Juga : VIDEO: Berat Badan Naik, Konsumsi Sayuran Ini untuk Menurunkannya

Hayu Hamemayu, seorang Warga Negara Indonesia yang sudah 3,5 tahun tinggal di Lund bersama keluarga kecilnya berbagi sedikit cerita tentang perayaan Lebaran di kota tempat tinggalnya itu. Menurutnya, setiap Idulfitri, umat muslim yang berada di kota yang terletak di Provinsi Scania itu biasanya akan menggelar solat Ied di masjid lalu dilanjutkan dengan acara kumpul-kumpul dengan keluarga maupun kerabat dekat.

"Habis salat biasanya ada bagi-bagi makanan gitu, sama coklat, dan permen buat anak-anak. Makanannya kadang kue, kurma, atau gozleme (roti khas Turki)," kata Hayu kepada era.id, Sabtu (23/5/2020).


Eid Festival (Dok. Hayu Hamemayu)

Beberapa hari kemudian, Pemerintah Kota Lund akan menggelar Eid Festival di taman kota dengan sangat meriah. Secara terorganisir, pemkot setempat bekerja sama dengan sejumlah masjid di kota Lund, akan mendata setiap komunitas muslim yang ada untuk menampilkan tarian, musik, hingga makanan saat festival berlangsung.

"Kalau makanan pasti banyak tergantung negara asalnya. Kalau diaspora Indonesia kayak aku, ya tetap bikin opor sama ketupat," sambungnya.

Biasanya, yang ikut memeriahkan Eid Festival berasal dari diaspora Afghanistan, Pakistan, Siria, Indonesia, Malaysia, India, Tunisia, dan banyak lainnya. Mereka akan datang dan berkumpul dengan mengenakan pakaian khas daerahnya masing-masing.

"Seru, kaya party gitu, ada musik, makanan, dan games," kata Hayu.

Tenang saja, Eid Festival bisa kalian datangi tanpa dipungut biaya masuk alias gratis. Pun dengan mainan anak-anak atau playground juga gratis. Namun, untuk makanan, pengunjung bisa mencicipi dengan membayar seikhlasnya.

Selain itu, kata Hayu, Eid Festival juga tidak tertutup untuk masyarakat muslim saja. Penduduk non muslim pun boleh datang, bahkan, kata Hayu tidak sedikit yang ikut memeriahkan Eid Festival.

"Orang lokal yang non muslim banyak yang datang buat nyicip makanan atau main di Playgorund," kata Hayu.

Bagi Hayu dan keluarganya, Eid Festival di Lund ini sungguh berarti. Sebab, sebagai umat muslim yang jauh dari tanah kelahiran, bisa ikut larut dalam peryaan lebaran dan bertemu dengan kerabat meskipun berbeda negara bisa mengobati rasa rindu yang terlanjur menggebu.

"Lumayan buat obat kangen biar enggak sepi-sepi amat lebarannya," ucap Hayu.


Eid Festival (Dok. Hayu Hamemayu)

Sayangnya, akibat adanya pandemi global virus korona atau COVID-19, Eid Festival tahun ini terancam tidak diadakan. Bahkan sejak outbreak atau karantina wilayah pun banyak masjid yang juga sudah ditutup demi menghindari kerumunan dan mencegah penularan serta penyebaran COVID-19.

"Soalnya di Swedia, enggak boleh kumpul lebih dari 50 orang dan masjid-masjid sudah dari kemarin-kemarin ditutup, enggak bisa buat beribadah gara-gara COVID-19," tutupnya.

Swedia adalah salah satu negara ramah Muslim. Ada sekitar 800.000 warga Muslim dari total 10 juta penduduk Swedia. Mayoritas berasal dari etnis Bosnia, Albania dan Turki. Masjid-masjid besar pun gampang ditemui di kota-kota besar seperti di Stockholm, Malmo, atau Gothenburg.
 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Gabriella Thesa Widiari
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU