Selasa, 19 Februari 2019
Ilustrasi (era.id)
14 September 2018 21:12 WIB

MA Banjir Kritikan soal Putusan Eks Napi Koruptor Nyaleg

MA memperbolehkan mantan napi koruptor maupun kejahatan lain mendaftar sebagai caleg
 
Bagikan :


Jakarta, era.id - Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengaku jengkel dengan putusan Mahkamah Agung yang membatalkan aturan KPU soal mantan napi koruptor dilarang nyaleg. Putusan itu menurutnya tidak adil bagi rakyat.

"Saya menerima keputusan hukum ini dengan kecewa, gerah dan jengkel. Bagaimana rumah keadilan memberikan keputusan yang terasa tidak adil bagi rakyat," kata Antoni saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (14/9/2018).

Meski aturan itu sudah diputus dan harus dijalankan, menurut Antoni, rakyat tetap harus cerdas memilih dan memilah partai politik, caleg yang antikorupsi dan melihat partai politik mana yang tidak menempatkan caleg eks napi koruptor dalam daftar caleg tetap (DCT) yang dikeluarkan oleh KPU nantinya.

Sementara itu, Sekjen PPP Arsul Sani menyebut kalau putusan Mahkamah Agung yang diketok pada Kamis (13/9) kemarin tak keliru. Sebab, PKPU tersebut memang telah menabrak aturan pemilu yang sebelumnya sudah ada.


Baca Juga : Caleg Eks Koruptor Bertambah Jadi 32 Orang


Partai peserta Pemilu 2019 (era.id)

"Dari sisi hukum, tidak keliru karena memang PKPU-nya menabrak UU Pemilu. Sehingga tidak salah jika dinilai bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi dan dari sisi tertib hukum harus dinyatakan batal," ungkap Arsul.

"Meski dari sisi semangat pemberantasan korupsi tentu putusan ini akan dipertanyakan dan dikritisi oleh para penggiat anti korupsi," imbuhnya.

Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq juga menyayangkan sikap sejumlah parpol yang masih ngotot mengajukan mantan napi koruptor sebagai bakal calon legislatif di Pileg 2019. Namun, ia mengapresiasi keberanian KPU agar para mantan koruptor itu tak bisa kembali jadi wakil rakyat.

Baca Juga : Meski Eks Napi Korupsi, Taufik Tetap Bisa Nyaleg

"Saya menghargai keberanian dan kemauan kerasnya KPU dalam membuat para koruptor untuk tidak mencalonkan diri. Bagaimana pun demokrasi kita ke depan harus semakin berkualitas. Para legislatif harus bersih dari korupsi. Upaya KPU ini seharusnya dilakukan oleh parpol, tapi sayangnya parpol masih banyak yang ngotot eks koruptor masih bisa jadi caleg," ujar Rofiq.

Sebagai informasi, Mahkamah Agung akhirnya membatalkan peraturan KPU yang sebelumnya melarang mantan napi korupsi jadi caleg dalam Pileg 2019. Hal ini, disampaikan oleh Juru Bicara Mahkamah Agung Suhadi. Menurut Suhadi, uji materi ini diputuskan pada Kamis, (14/9).

"Sudah diputus, kemarin. Dikabulkan permohonannya dan dikembalikan kepada undang-undang. Jadi itu bertentangan dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu," kata Suhadi saat dikonfirmasi awak media, Jumat (14/9/2018).

Baca Juga : Napi Pelecehan Anak Tak Lolos Jadi Caleg di Manggarai Barat

Aturan itu dibatalkan karena dinilai bertabrakan dengan Undang-Undang yang lebih tinggi. Sehingga, setelah putusan ini disahkan, para mantan napi korupsi maupun kejahatan seperti bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak kini bisa kembali mendaftarkan diri sebagai caleg.
Bagikan :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Peristiwa
19 Februari 2019 13:09 WIB

Caleg Eks Koruptor Bertambah Jadi 32 Orang

Jadi totalnya 81 orang, miris~
Nasional
19 Februari 2019 13:06 WIB

DPR Ragu Selesaikan Prolegnas di Masa Akhir Jabatan

Jadi...kibarin bendera putih, nih?
Peristiwa
19 Februari 2019 12:14 WIB

Tamu Undangan Debat Kedua Capres Kebanyakan

Ganggu konsentrasi ceunah
Nusantara
19 Februari 2019 12:13 WIB

Kelompok Difabel di Bandung Keluhkan Aksesibilitas di Rumah Ibadah

Hanya dua rumah ibadah di Bandung yang ramah disabilitas
Kuliner
19 Februari 2019 11:41 WIB

VIDEO: Tiga Makanan Khas Cap Go Meh

Ada tiga makanan yang bisa dijumpai saat perayaan ini, mau tahu? Simak videonya
POPULER
18 Februari 2019 14:22 WIB

Robben Sebut Anfield Stadion Terburuk

18 Februari 2019 07:25 WIB

Kita Semua Wajib Tanggung Jawab

21 Juli 2018 16:30 WIB

Asia Juga Punya Anak Muda 'Berbahaya'

PODCAST

LISTEN
15 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Buzzer Baik, Memang Ada? (Part 1)


LISTEN
14 Februari 2019 17:09 WIB

PODCAST: Sendiri Tak Melulu Sepi


LISTEN
04 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Merangkai Kata Mendulang Rezeki


LISTEN
01 Februari 2019 19:50 WIB

NGEPOD: Mendarat di Galaksi Palapa


LISTEN
30 Januari 2019 15:11 WIB

NGEPOD: 'Stand Up' untuk Ekonomi Kreatif

FITUR
19 Februari 2019 11:21 WIB

Film Dokumenter Chris Cornell Siap Digarap

19 Februari 2019 10:31 WIB

VIDEO: Perayaan Cap Go Meh

19 Februari 2019 10:14 WIB

Nani Resmi Berlabuh di Orlando City

19 Februari 2019 09:36 WIB

Vettel Tercepat di Tes Pramusim Pertama