Senin, 22 Juli 2019
Ratna Sarumpaet (Istimewa)
11 Juli 2019 19:00 WIB

Ratna Sarumpaet Memang Berniat Mau Propaganda

Ratna akhirnya divonis 2 tahun penjara
Bagikan :


Jakarta, era.id - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menjatuhkan vonis kepada Ratna Sarumpaet dengan hukuman 2 tahun penjara. Ratna terbukti membuat propaganda dalam penyebaran hoaks dan berita bohong.

"Terdakwa telah berhasil memengaruhi dan mempropagandakan mereka hingga akhirnya mereka melakukan upaya memperjuangkan keadilan terhadap terdakwa," ujar Hakim Joni dalam sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019). 

Itu artinya, Ratna dianggap bersalah telah menyebarkan hoaks yang mengakibatkan keonaran seperti diatur dalam Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana. Hakim memaparkan Ratna disebut sengaja membuat kegaduhan dengan menyebarkan kabar hoaks penganiayaan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak yang disebut penganiayaan.

Menurut Hakim, ini berbeda dengan pernyataan Ratna yang mengaku berbohong kepada keluarga karena malu. Terlebih Ratna malah melanjutkan cerita bohong itu saat bertemu dengan elit parpol hingga Prabowo Subianto bereaksi. Apalagi status Ratna sebagai juru kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.


Baca Juga : VIDEO: Kado Pahit Ulang Tahun ke-70 Ratna Sarumpaet



"Bahwa cerita kejadian penganiayaan yang dialami terdakwa yang disampaikan dan diberitahukan kepada saksi-saksi dan beberapa orang lainnya di antaranya Hanum Rais, Amien Rais, Fadli Zon, Prabowo Subianto ternyata adalah merupakan cerita bohong yang dikarang terdakwa. Bahwa peristiwa penganiayaan terdakwa dengan mengirim gambar wajah kepada saksi-saksi dan menjadi viral di media sosial dan mainstream dan mendapat reaksi dari kalangan masyarakat," papar majelis hakim.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyebut hal-hal yang memberatkan bagi Ratna karena sebagai publik figur, ia tidak memberikan contoh yang baik dalam berbuat dan bertindak. Adapun hal yang meringankan pertimbangan majelis hakim adalah Ratna merupakan seorang ibu rumah tangga yang sudah berusia lanjut. 

"Selain itu terdakwa telah melakukan permintaan maaf secara terbuka," kata hakim. 

Sedikit pengingat, cerita hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet terjadi saat masa kampanye Pilpres 2019. Ratna yang mengaku mendapat penganiayaan di sekitar Bandara Husein Sastranegara.

Lewat pesan WhatsApp, Ratna menceritakan peristiwa penganiaya yang dilengkapi dengan foto-foto wajahnya dalam kondisi lebam dan bengkak akibat tindakan medis. Kabar itu pun sampai ke telinga Prabowo Subianto yang kemudian menggelar jumpa pers dengan meminta pemerintah untuk mengusut tuntas aksi penganiayaan yang dialami oleh Ratna Sarumpaet.
Bagikan :

Reporter : ERA.ID
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
22 Juli 2019 17:24 WIB

VIDEO: SPG Cantik Jualan Hewan Qurban

Kalau yang jaga begini sih rela lama-lama di kandang sapi mblo~
Lifestyle
22 Juli 2019 17:24 WIB

Matt Groening Singgung Sekuel The Simpsons Movie di Comic-Con

Sang pencipta bersuara soal karya epiknya
Nasional
22 Juli 2019 16:30 WIB

PDIP Tolak Rencana Super Holding Bentukan Rini Soemarno

"Mereka yang berpikir membentuk super holding, harus belajar dari krisis ekonomi di AS"
Lifestyle
22 Juli 2019 16:18 WIB

Moskow Merayakan Konser Ed Sheeran Lewat Sebuah Patung

Sebuah perayaan...
Lifestyle
22 Juli 2019 15:34 WIB

Mengenal Pengkor yang Diperankan Bront Palarae dalam Gundala

Kemunculan Pengkor dalam trailer Gundala jadi petunjuk penting kelanjutan jagat Bumilangit