Rabu, 13 November 2019
Ratna Sarumpaet (Istimewa)
11 Juli 2019 19:00 WIB

Ratna Sarumpaet Memang Berniat Mau Propaganda

Ratna akhirnya divonis 2 tahun penjara
Bagikan :


Jakarta, era.id - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menjatuhkan vonis kepada Ratna Sarumpaet dengan hukuman 2 tahun penjara. Ratna terbukti membuat propaganda dalam penyebaran hoaks dan berita bohong.

"Terdakwa telah berhasil memengaruhi dan mempropagandakan mereka hingga akhirnya mereka melakukan upaya memperjuangkan keadilan terhadap terdakwa," ujar Hakim Joni dalam sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019). 

Itu artinya, Ratna dianggap bersalah telah menyebarkan hoaks yang mengakibatkan keonaran seperti diatur dalam Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana. Hakim memaparkan Ratna disebut sengaja membuat kegaduhan dengan menyebarkan kabar hoaks penganiayaan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak yang disebut penganiayaan.

Menurut Hakim, ini berbeda dengan pernyataan Ratna yang mengaku berbohong kepada keluarga karena malu. Terlebih Ratna malah melanjutkan cerita bohong itu saat bertemu dengan elit parpol hingga Prabowo Subianto bereaksi. Apalagi status Ratna sebagai juru kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.


Baca Juga : VIDEO: Kado Pahit Ulang Tahun ke-70 Ratna Sarumpaet



"Bahwa cerita kejadian penganiayaan yang dialami terdakwa yang disampaikan dan diberitahukan kepada saksi-saksi dan beberapa orang lainnya di antaranya Hanum Rais, Amien Rais, Fadli Zon, Prabowo Subianto ternyata adalah merupakan cerita bohong yang dikarang terdakwa. Bahwa peristiwa penganiayaan terdakwa dengan mengirim gambar wajah kepada saksi-saksi dan menjadi viral di media sosial dan mainstream dan mendapat reaksi dari kalangan masyarakat," papar majelis hakim.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyebut hal-hal yang memberatkan bagi Ratna karena sebagai publik figur, ia tidak memberikan contoh yang baik dalam berbuat dan bertindak. Adapun hal yang meringankan pertimbangan majelis hakim adalah Ratna merupakan seorang ibu rumah tangga yang sudah berusia lanjut. 

"Selain itu terdakwa telah melakukan permintaan maaf secara terbuka," kata hakim. 

Sedikit pengingat, cerita hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet terjadi saat masa kampanye Pilpres 2019. Ratna yang mengaku mendapat penganiayaan di sekitar Bandara Husein Sastranegara.

Lewat pesan WhatsApp, Ratna menceritakan peristiwa penganiaya yang dilengkapi dengan foto-foto wajahnya dalam kondisi lebam dan bengkak akibat tindakan medis. Kabar itu pun sampai ke telinga Prabowo Subianto yang kemudian menggelar jumpa pers dengan meminta pemerintah untuk mengusut tuntas aksi penganiayaan yang dialami oleh Ratna Sarumpaet.
Bagikan :

Reporter : ERA.ID
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
megapolitan
13 November 2019 18:11 WIB

Duh, Skuter Listrik Bikin Rusak JPO Kekinian

Lantainya kan dari panel kayu, kena roda rusak dong..
Nasional
13 November 2019 17:48 WIB

Buntut Bom Medan, Rekrutmen Ojol Bakal Diperketat

Kemenhub minta ojek online review proses rekrutmen mitra pengemudi
Nasional
13 November 2019 17:27 WIB

Waspada Metode Penyamaran Baru Teroris

Mereka mengamati dan menyamar
Nusantara
13 November 2019 16:06 WIB

Edy Rahmayadi Minta Warga Sumut Tetap Tenang

Minta masyarakat tenang dan beri informasi
Nusantara
13 November 2019 15:07 WIB

Mahasiswa Asal Medan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes

Masih berusia 24 tahun