Sabtu, 25 Januari 2020
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
11 September 2019 11:14 WIB

Jajan Sembarangan Bisa Memicu Obesitas pada Anak

Kegemukan pada anak banyak terjadi akibat pola asuh yang tidak tepat
Bagikan :


Jakarta, era.id - Kegemukan atau obesitas tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tapi juga anak-anak. Salah satu penyebabnya adalah pola asuh yang tidak tepat. Demikian dikatakan dr Michael Triangto Sp.KO, spesialis kedokteran olahraga dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran di Jakarta.

Menurut dr Michael, kebiasaan orang tua membebaskan anaknya mengonsumsi makanan tanpa mempertimbangkan faktor gizi menjadi penyebab terjadinya obesitas.

"Seringkali para orangtua membebaskan anaknya untuk mengonsumsi makanan dengan memberikan uang jajan tanpa mempertimbangkan faktor gizi yang perlu dan tidak perlu dikonsumsi oleh sang anak," katanya di Jakarta, seperti dikutip Antara, Rabu (11/9/2019).

Untuk itu, Michael menekankan pentingnya kesadaran orang tua untuk tidak selalu menuruti permintaan atau rengekan anak.


Baca Juga : Risiko Bayi Kembar Lewat Proses Bayi Tabung yang Wajib Diketahui

Spesialis kedokteran olahraga dari Rumah Sakit MMC Jakarta dr Zaini K Saragih dalam kesempatan yang berbeda juga mengemukakan bahwa orang tua sering kali tidak memperhatikan kandungan gizi dalam makanan yang diberikan kepada anak.



"Diberikan makan oleh orang tuanya, tapi makanannya kebanyakan karbohidrat terus," kata dia.

Dokter Michael juga mengatakan bahwa aktivitas anak yang minim juga merupakan faktor risiko terjadinya obesitas pada anak. Oleh karena itu dia menganjurkan orang tua sering mengajak anak melakukan aktivitas fisik.

"Meningkatkan aktivitas fisik dalam bentuk permainan dan bukan latihan beban yang nantinya meningkatkan risiko cedera, menjaga motivasi anak untuk mau tetap melakukan aktivitas fisik karena latihan yang dilakukan dirasakan sebagai bagian dari permainan dan bukan keharusan melakukan olahraga," kata dia.

Michael menjelaskan, penanganan obesitas pada orang dewasa dan anak berbeda. Pada orang dewasa, penanganan obesitas bisa dilakukan dengan mengurangi asupan kalori melalui program diet sehat dan meningkatkan aktivitas fisik.

Penanganan serupa tidak bisa diterapkan pada anak, karena anak harus mendapatkan asupan gizi cukup untuk pertumbuhan.



Obesitas pada anak akan meningkatkan risiko penyakit seperti resistensi insulin dan DM tipe II, hipertensi, hiperlipidemia, gangguan jantung, gangguan pada hati dan ginjal, dan gangguan sendi.

Keluhan-keluhan yang sering muncul pada mereka yang mengalami obesitas adalah gangguan bernafas, sesak nafas saat tidur, gangguan konsentrasi, mudah lelah yang tentunya akan menurunkan kemampuan belajar, dan ketidakmampuan untuk memobilisasi diri sendiri.

Jika obesitas pada anak terabaikan, maka kualitas angkatan kerja Indonesia pada masa mendatang bisa menurun dan dengan demikian kemampuan kompetisinya juga menurun.
Bagikan :

Reporter : Ahmad Sahroji
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
24 Januari 2020 20:32 WIB

What's On Today, 24 Januari 2020

Podcast berita terkini yang disajikan dengan cara berbeda
Lifestyle
24 Januari 2020 20:05 WIB

DJ Wilda Ngaku Jadi Calon Ibu Tiri Gempi, Pansos atau Fakta?

DJ Wilda mengaku miliki hubungan spesial dengan Gading Marten
Nasional
24 Januari 2020 19:42 WIB

Cuma Urusan Harun Masiku, Kemenkumham Harus Bentuk Tim Khusus

Cuma persoalan Harun ada dimana
Nasional
24 Januari 2020 18:20 WIB

Moeldoko Minta Masyarakat Jangan Halu Soal Jiwasraya

Enggak ada hubungannya dengan Istana