Kamis, 23 Mei 2019
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. (Foto: setkab.go.id)
15 Maret 2019 17:48 WIB

Ada Apa Antara Mahfud MD dan Romahurmuziy?

"Jadi jangan main-main, karena saya tahu catatan-catatan semua," kata Mahfud
Bagikan :


Jakarta, era.id - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD merespons penangkapan Ketua Umum PPP Romahurmuziy dalam operasi senyap yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Surabaya, Jawa Timur, pagi tadi. Mahfud seperti sudah meramalkan kejadian penangkapan tersebut sejak jauh-jauh hari.

"Ketum PPP Romahurmuziy Ditangkap KPK dan Langsung Menuju Jakarta - ASUMSI --> As I told you at that night, in Darmawangsa Hotel: everything is matter of time.!" tulis Ma'ruf lewat akun Twitternya @mohmadfudmd Jumat (15/3/2019).

Kicauan yang ditulis dalam bahasa Inggris itu jika diartikan kurang lebih menjadi "Seperti saya katakan malam itu di Hotel Dharmawangsa: semuanya hanya masalah waktu."

Mahfud memang tidak secara eksplisit memprediksi soal operasi tangkap tangan (OTT) itu. Akan tetapi jika melihat hubungan keduanya dalam beberapa bulan terakhir, terutama saat detik-detik pencalonan capres-cawapres memang sempat memanas.


Baca Juga : Romahurmuziy yang Makin Sering Sakit


Romahurmuziy saat ditangkap dalam OTT KPK. (Foto: Istimewa)

Dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One tujuh bulan lalu, Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu memang pernah menyinggung Romy dan memberinya peringatan. Entah apa maksud sebenarnya. 

Jadi pada kesempatan itu, di awal Mahfud menjelaskan secara kronologis bagaimana dirinya tidak jadi mendampingi Jokowi sebagai cawapres. Saat itu Mahfud mengaku diberitahu Romahurmuziy bahwa namanya sudah final akan dideklarasikan menjadi cawapres Jokowi.

Mahfud juga mengaku diminta pihak istana mengukur kemeja putih untuk digunakan dalam deklarasi cawapres. Namun pada saat pengumuman justru nama Ma'ruf Amin yang ditetapkan sebagai cawapres. Kendati demikian dirinya sudah terima dengan keputusan tersebut.

Namun yang membuat Mahfud tersinggung adalah ketika Romy mengatakan 'Mahfud ini semau-maunya dia sendiri'. Romy menuding bahwa tentang pengukuran baju itu adalah akal-akalan Mahfud bersama tim suksesnya saja.


Ilustrasi (Ilham/era.id)

Dari situ kemudian Mahfud meminta Romahurmuziy tidak main-main dengannya. Di saat bersamaan ia menekankan, dia ikut memburu Setya Novanto yang memiliki kasus korupsi.

"Mas, Anda ini kok ngomongnya beda waktu ketemu saya, jangan main-main lah. Dulu Setya Novanto punya kasus korupsi, dia senyum-senyum saja, dia bilang dilindungi oleh presiden. Lalu saya tanya melalui Pak Pratikno apa betul presiden melindungi Setya Novanto. Pak Pratikno bilang presiden netral dalam kasus hukum. Lalu saya buru Novanto, masuk bui, Jadi jangan main-main. Karena saya tahu catatan-catatan semua calon itu," ujar Mahfud di acara ILC kala itu.

Bukan Kader Korup

Selain itu Mahfud juga menyinggung soal bursa cawapres yang hendak diajukan untuk mendampingi Jokowi. Berdasarkan omongan Mahfud, salah satu sebab dirinya tak jadi cawapres adalah karena dirinya bukan kader Nahdlatul Ulama (NU). 

Mahfud merasa heran mengapa dirinya tidak diakui sebagai kader NU, padahal dia hidup dan menjalani tradisi seorang nahdliyin (sebutan warga NU). "Sekolah saya kepengurusan saya juga resmi ada di NU, kalau mesti ikut pelatihan saya rasa Muhaimin juga tidak ikut," kata Mahfud.

Menurutnya kalau semua orang harus menjadi pengurus aktif NU, maka kader NU tidak akan sampai 1 juta jumlahnya. Mahfud kebingungan mengapa waktu di bursa pencalonan cawapres dirinya tidak diakui sebagai kader NU. Padahal menurut klaim Mahfud MD, ia pernah disebut sebagai kader NU oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj ketika diminta mendukung Prabowo menjadi tim sukses tahun 2004.

"Pak Mahfud tolong bantu, ini Pak Mahfud menjadi tim kampanye, biar di sana ada kader NU," kata Mahfud menirukan ucapan Said Aqil. 

Pada kesempatan yang sama, Mahfud juga sempat mengatakan bahwa Aqil pernah berbicara soal kader-kader yang terlibat masalah korupsi. Menurut penuturan Mahfud, Aqil Siroj mengatakan kader NU yang tidak korup hanya dirinya dengan Mahfud MD sendiri. 

"Waktu saya terakhir ketemu dengan Pak Aqil, ia menyebut beberapa nama, ini calon-calon yang dituju, ini korupsi semua, hanya saya dan Pak Mahfud yang tidak korupsi," klaim Mahfud lagi-lagi menirukan suara Aqil Siroj.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Ramdan Febrian Arifin
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
23 Mei 2019 16:26 WIB

Sandhy Sondoro: Musik Religi Mengajak untuk Selalu Bersyukur

Ini makna dalam lagu barunya, Sang Maha Pengasih
megapolitan
23 Mei 2019 16:22 WIB

Kerusuhan 21-22 Mei, Mengapa Anies Tak Imbau Warga Jangan Ikut Demo?

Karena bagi Anies, kebebasan berserikat berkumpul dilindungi Undang-Undang
Nasional
23 Mei 2019 16:02 WIB

400 Polisi Akan Kawal Pemakaman Arifin Ilham

Rencananya, Arifin Ilham akan dimakamkan sore ini
Nasional
23 Mei 2019 15:58 WIB

VIDEO: Jalan MH Thamrin Masih Tutup

Sejak pagi Barikade kawat berduri masih terpasang di persimpangan Sarinah
Nasional
23 Mei 2019 15:55 WIB

Kubu Prabowo Batal Menggugat ke MK Hari Ini

Tenang, tim masih rapat mengumpulkan dokumen