Kamis, 02 April 2020
Strutur Virus Korona (Dok. ITB)
06 Februari 2020 11:57 WIB

Adu 'Pintar' Sistem Imun Melawan Virus di Dalam Tubuh

Perang sistem kekebalan tubuh melawan virus yang masuk
Bagikan :


Bandung, era.id – Para pasien yang terinfeksi novel coronavirus umumnya memiliki sistem pertahanan tubuh yang lemah, sehingga virus mudah masuk dan menginfeksi. Padahal jika sistem pertahanan tubuhnya kuat, virus tersebut tidak akan bertahan lama. Pada dasarnya tubuh manusia memiliki sistem imun yang mampu mengusir bibit penyakit.

Peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr.rer.nat. Marselina Irasonia Tan, bilang di dalam tubuh manusia ada dua sistem imun besar, yakni sistem bawaan dan adaptif. Sistem tersebut melindungi manusia dari patogen (bibit penyakit termasuk virus) yang ada di sekitar manusia.

Sebagai contoh, virus korona masuk ke sistem tubuh melalui pernapasan. Virus ini menyebar lewat udara yang kemudian dihirup manusia. 

“Tubuh kita sangat pintar. Pada saat ada virus masuk ke tubuh, misalnya di saluran pernapasan, akan dihadapi kelompok sel dulu,” kata Marselina Irasonia Tan, dalam talkshow “Virus Korona dalam Perspektif Medis & Biologi Molekuler” di Kampus ITB, Bandung, Rabu (5/2).


Baca Juga : Polemik #savebabi Bukan Soal SARA

Contohnya, sel-sel epitel dalam saluran pernapasan akan saling berkoordinasi dengan sel lainnya dan membentuk sistem pertahanan. Mereka tahu bahwa virus adalah makhluk asing yang harus dilawan. Seandainya sel-sel tersebut mampu dimasukki virus, maka sel akan saling memberi informasi ke sel lain yang belum terinfeksi. 

“Sel yang terinfeksi akan saling memberi tahu supaya bentuk sistem pertahanan. Kalau dia mati, yang lainnya akan bertahan dan resisten,” kata dosen dari Kelompok Keahlian Fisiologi, perkembangan Hewan dan Sains Biomedika SITH ITB ini.

Selain sel epitel, ada sel lain yang juga berfungsi melakukan perlawanan terhadap virus atau benda asing yang akan menyakiti tubuh. Sel ini bernama makrofag yang mampu membunuh atau memakan virus maupun menkoordinir sel lain agar melakukan perlawanan.

“Jadi kalau tubuh kita sistem imunnya baik maka akan bisa mengatasi virus yang masuk ke pernapasan kita,” terang Marselina.

Namun, kata Marselina, masalahnya virus juga pintar. Virus akan berusaha mencari kelemahan sistem imun manusia. “Jadi kalau sistem imun bawaan kita sedang turun maka virus bisa menang,” katanya. 

Ketika virus berhasil mengalahkan sistem imun bawaan, maka jumlahnya akan semakin berlipat. “Virus punya banyak cara untuk menginfeksi.” 

Virus menjalankan berbagai macam strategi untuk bisa menginfeksi. Dia akan masuk lewat reseptor sel, memproduksi molekul untuk mengelabui sel, dan lain-lain. Virus tersebut akan terus berusaha menguasai sel-sel tubuh, memperbanyak diri, dan mendominasi jaringan tubuh. 

Pada kasus novel coronavirus, dia akan merusak sistem pernapasan dan memperparah penyakit bawaan seperti jantung, diabetes, ginjal.

Di saat sistem imun bawaan tidak bisa menghadapi serangan virus, maka sistem imun adaptif manusia mulai bergerak. Sistem ini akan minta tolong ke sel pertahanan tubuh lainnya, salah satunya sel limfosit. Sel limfosit bertugas mengatasi virus yang jumlahnya sangat banyak menginfeksi sel tubuh.

“Kalau sitem kerja imun adaptifnya baik maka virusnya turun. Pada orang tua, sistem imunnya turun sehingga tak bisa mengatasi jumlah virus yang masuk, virus pun menyerang organ tubuh lainnya,” terangnya.

Untuk itu, sangat penting bagi manusia untuk menjaga sistem pertahanan tubuh yang banyak dianjurkan oleh medis. Sistem ini akan terbentuk lewat pola hidup sehat seperti makan makanan bergizi, rajin olahraga, dan mengurangi gaya hidup tidak sehat.

 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Iman Herdiana
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Ekonomi
02 April 2020 10:02 WIB

Token Listrik Gratis untuk Pelanggan Prabayar

Token Listrik Gratis untuk Pelanggan Prabayar
Nusantara
02 April 2020 09:24 WIB

Hasil Rapid Test di Jabar Catat 409 Orang Positif Korona

Datanya belum masuk di pemerintah pusat
Internasional
02 April 2020 08:33 WIB

Prancis Negara Keempat dengan Kematian Lampaui 4.000 akibat COVID-19

Untuk rekor satu ini semoga tidak dicontoh negara lain
Nasional
02 April 2020 08:24 WIB

Panjangnya Birokrasi Pembatasan Sosial Berskala Besar

Harus disetujui Menkes dengan segala pertimbangannya