Senin, 25 Maret 2019
Gala Premier film Suara April (Mery/era.id)
16 Maret 2019 10:22 WIB

Ragu Gunakan Hak Pilih, Tonton deh Film Suara April

Biar kalian paham nih, nanti 17 April nyoblos ya dan gunakan hak pilih kalian 
Bagikan :


Jakarta, era.id - Menjelang pemilihan umum serantak nasional 2019 yang hanya tinggal satu bulan lagi, Komisi Pemilih Umum (KPU) merilis film berjudul ‘Suara April’. Film ini membawa pesan penting terkait penggunaan hak pilih pada 17 April nanti.

"Mudah-mudahan pesan penting film ini tersampaikan, bahwa pemungutan suara 17 April kemudian memilih pemimpin-pemimpin kita yang terbaik,” kata Ketua KPU, Arief Budiman. Pemutaran perdana film itu berlangsung di studio XXI Epicentrum, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (15/3) semalam.

Suara April merupakan film bergenre drama yang terinspirasi dari perjuangan Relawan Demokrasi (Relasi). Film ini mengangkat cerita tentang upaya seorang Relasi dan pejuang pendidikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menggunakan hak suara pada pemilu mendatang.

Film Suara April ini diinisiasi oleh KPU dan disutradarai Emil Heraldi serta Wicaksono Wisnu Legowo dari Nightbus Pictures dan Limelight Pictures.


Baca Juga : Romantisme Taruna Bengal dalam Film Pohon Terkenal

Amanda Manopo yang berperan sebagai Nurlaila, seorang gadis desa yang memilih menjadi guru SMA swasta di desanya. Nurlaila juga merupakan anak tetua desa bernama Djohari, yang juga berprofesi sebagai promotor dangdut, diperankan Torro Margen.

Diceritakan keadaan kampung Rampang berubah, ketika Chandra seorang relawan demokrasi yang dikirim KPU pusat, ditugaskan untuk melakukan penyuluhan tentang pemilu di desa tersebut. Karakter Chandra diperankan oleh Bio One.



Dalam film ini, warga desa Rampang diceritakan sangat tidak peduli dengan pemilu bahkan demokrasi. Namun mereka justru antusias dengan pertunjukan musik dangdut.

Perjuangan Chandra untuk memberikan penyuluhan tidaklah mudah. Kepala desa setempat sudah memperingatkannya, karena sebelum Chandra sudah banyak relawan demokrasi yang menyerah. Kepala desa memintanya untuk menemui dan meminta izin Djohari sebelum melakukan penyuluhan.

Singkatnya, Djohari menolak, namun Nurlailah justru tergerak hatinya untuk membantu Chandra. Nurlailah tidak ingin sekolah tempatnya mengajar ditutup, setelah investor dan yayasan tak sanggup lagi membiayai sekolah ini.

Chandra dan Nurlailah percaya yang dapat menolong anak-anak di desanya bersekolah hanya pemerintah melalui wakil rakyat. Mulai dari sekolah, Chandra dan Nurlailah mencoba mengedukasi anak-anak SMA yang sudah berumur 17 tahun sebagi pemilih baru untuk paham apa itu pemilu dan menggunakan hak suaranya.

“Bapak saya ingin saya menyuarakan suara saya di atas panggung ini. Saya juga ingin kalian menyuarakan suara kalian di 17 April nanti. Karena satu suara berarti untuk perubahan,” kata Nurlailah dalam cuplikan film tersebut.

Film 'Suara April' ini nantinya akan diputar di sejumlah bioskop tanah air. Bahkan rencananya film ini juga akan diputar lewat layar tancap sebagai upaya sosialisasi pemilu. Dia juga menegaskan, film ini tidak untuk tujuan komersil.

“Saya harap film ini bukan hanya memberi pesan kepada Anda semua di sini, tapi pesan itu juga disampaikan kepada keluarga, saudara, kolega tentang pesan penting pemilu. Gunakan hak pilih Anda untuk memilih pemimpin terbaik 17 April 2019 nanti,” tutur Arief.


 
Bagikan :

Reporter : Mery Handayani
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
25 Maret 2019 17:13 WIB

Klarifikasi Isu PKI Kunci Jokowi Pengaruhi Swing Voters

Sebab swing voters adalah koentji~
Nasional
25 Maret 2019 16:46 WIB

VIDEO: Mahfud MD Datangi KPK Alasannya Mau Ngopi

Beneran nih cuma ngopi doang?
Lifestyle
25 Maret 2019 16:21 WIB

Eros Djarot Rilis Dua Single Bertema Politik

Terinspirasi kondisi panas menjelang pemilu dan korupsi berjamaah para elite politik
Nasional
25 Maret 2019 15:43 WIB

VIDEO: Presiden Jokowi Resmikan MRT Jakarta

Selain itu, dia juga meresmikan pembangunan MRT Jakarta fase kedua Bundaran HI sampai Kota
Lifestyle
25 Maret 2019 15:36 WIB

Ulasan Us-Alegori Mengagumkan dari Horor Bergaya Klasik

Watch the details, son!