Selasa, 19 Februari 2019
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie (Foto: ANTARA/INASGOC/Puspa Perwitasari)
28 Agustus 2018 16:28 WIB

Jojo, Apakah Engkau Dilecehkan?

Telanjang dada Jojo pancing wanita deskripsikan fantasi seksual di medsos. Pelecehankah?
Bagikan :


Jakarta, era.id - Jonatan Christie betul-betul berhasil menyita perhatian kaum hawa. Jonathan enggak cuma jadi idola baru, tapi juga jadi objek celotehan para perempuan yang bahkan enggak segan mendeskripsikan fantasi seksual mereka terhadap Jonatan di media sosial. Kalau biasanya para perempuan begitu sensitif dengan hal-hal berbau pelecehan, bagaimana kali ini?

Kayaknya, aksi Jonatan lepas atasan usai laga semi final beberapa hari lalu bikin banyak perempuan lupa soal pertentangan yang mereka pertontonkan beberapa hari lalu terhadap Valentino Simanjuntak, sportcaster ikonik yang sempat diprotes lantaran terlalu sering menyoroti perempuan-perempuan cantik di dalam arena Asian Games --baik atlet perempuan atau penonton perempuan-- dalam komentar-komentarnya.

Iya, saat itu begitu banyak perempuan yang memprotes kebiasaan Valentino menyoroti para perempuan-perempuan di arena Asian Games. Buat mereka, aksi Valentino di balik mikrofon amat enggak profesional. Selain itu, tentu saja, buat mereka sorotan Valentino kepada para perempuan di arena Asian Games terlalu berlebihan dan berbau pelecehan.

Tapi, kembali lagi pada fantasi terbuka kaum perempuan terhadap Jonatan. Kami tentu enggak mau terjebak, ikut-ikutan jadi sosial justice warrior (SJW) dengan menyebut hal tersebut sebagai sesuatu yang benar atau salah. Tapi, rasanya perlu juga berkaca. Atau yang lebih penting adalah membulatkan sikap. Iya, toh enggak lucu juga kan kalau kita yang gemar memprotes bau jengkol dari mulut orang lain malah ikut-ikutan memesan semur jengkol ketika mengunjungi rumah makan betawi.


Baca Juga : Ternyata Ada Untungnya #UninstallBukalapak


Jojo (Foto: ANTARA/INASGOC/Puspa Perwitasari)

Coba lihat komentar dan fantasi seksual yang dilontarkan para perempuan terhadap Jonatan. Kocak, sih. Ada yang bilang sudah siapkan kamarnya di rumah buat Jonatan. Ada juga yang bersedia jadi kain lap buat bantu Jonatan menghapus keringat. Di tingkat yang lebih parah, ada juga netizen perempuan yang menyoroti "batangan" Jonatan yang entah bagaimana bisa tersorot mata mereka. Bahkan, ada juga yang menyebut rahimnya seketika hangat kala melihat Jonatan. Dan yang paling gila, kami melihat satu akun netizen laki-laki yang nimbrung dalam keriuhan penuh hasrat seksual itu. Yang laki-laki ini, sungguh terlalu~
 



Kami enggak tahu sih bagaimana perasaan Jojo --sapaan akrab Jonatan-- andai dia melihat komentar-komentar terhadap aksinya bertelanjang dada di Istora Senayan. Siapa yang tahu, jangan-jangan komentar-komentar para perempuan itu sangat mengganggu Jojo. Ya walaupun tetap ada kemungkinan bahwa komentar-komentar tersebut bakal membuat Jojo semringah juga. Namanya juga cowok.

Yang jelas, persoalan ini nyatanya cukup disadari juga oleh beberapa netizen. Kebanyakan dari mereka membandingkan bentuk pelecehan antara kaum perempuan dan laki-laki. Emizar Gunadinegara, lewat akun Twitter @izzaarr menulis: Kalau cowok kaya gini ke cewek disebut catcalling. Kalau cewek kaya gini ke cowok disebutnya apa ya?
 


Buat Emizar jelas, pandangan soal pelecehan ini enggak adil. Iya, kenapa sudut pandang pelecehan selalu menempatkan wanita sebagai korban dan laki-laki sebagai pelaku. Kicauan Emizar ini pun telah diretweet sebanyak 14.136 kali dan berhasil memanen like hingga angka 3.822. Lalu, bagaimana dengan tanggapan perempuan?

Lala, pemilik akun @cndrlala nyatanya juga menyampaikan hal senada. "Gua udh eneg bgt sm mereka2 yg kyk gini. Giliran atlet cewe dibilang cantik bilangnya cewe dijadiin objektivitas halah bacot! Menjijikan bgt cewe2 kayak gini tuh," tulis Lala.

Ya, kembali lagi. Kami sih enggak mau jadi hakim. Tapi, kamu semua bisa lah menilai sendiri, ini termasuk pelecehan atau enggak?!

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie (Foto: ANTARA/INASGOC/Puspa Perwitasari)
Bagikan :

Reporter : Yudhistira Dwi Putra
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Peristiwa
19 Februari 2019 13:09 WIB

Caleg Eks Koruptor Bertambah Jadi 32 Orang

Jadi totalnya 81 orang, miris~
Nasional
19 Februari 2019 13:06 WIB

DPR Ragu Selesaikan Prolegnas di Masa Akhir Jabatan

Jadi...kibarin bendera putih, nih?
Peristiwa
19 Februari 2019 12:14 WIB

Tamu Undangan Debat Kedua Capres Kebanyakan

Ganggu konsentrasi ceunah
Nusantara
19 Februari 2019 12:13 WIB

Kelompok Difabel di Bandung Keluhkan Aksesibilitas di Rumah Ibadah

Hanya dua rumah ibadah di Bandung yang ramah disabilitas
Kuliner
19 Februari 2019 11:41 WIB

VIDEO: Tiga Makanan Khas Cap Go Meh

Ada tiga makanan yang bisa dijumpai saat perayaan ini, mau tahu? Simak videonya
POPULER
18 Februari 2019 14:22 WIB

Robben Sebut Anfield Stadion Terburuk

18 Februari 2019 07:25 WIB

Kita Semua Wajib Tanggung Jawab

21 Juli 2018 16:30 WIB

Asia Juga Punya Anak Muda 'Berbahaya'

PODCAST

LISTEN
15 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Buzzer Baik, Memang Ada? (Part 1)


LISTEN
14 Februari 2019 17:09 WIB

PODCAST: Sendiri Tak Melulu Sepi


LISTEN
04 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Merangkai Kata Mendulang Rezeki


LISTEN
01 Februari 2019 19:50 WIB

NGEPOD: Mendarat di Galaksi Palapa


LISTEN
30 Januari 2019 15:11 WIB

NGEPOD: 'Stand Up' untuk Ekonomi Kreatif

FITUR
19 Februari 2019 11:21 WIB

Film Dokumenter Chris Cornell Siap Digarap

19 Februari 2019 10:31 WIB

VIDEO: Perayaan Cap Go Meh

19 Februari 2019 10:14 WIB

Nani Resmi Berlabuh di Orlando City

19 Februari 2019 09:36 WIB

Vettel Tercepat di Tes Pramusim Pertama