Rabu, 08 Juli 2020
George Floyd (Instagram)
03 Juni 2020 20:05 WIB

Turut Berduka, Tembok Kota Beri Penghormatan Terakhir untuk George Floyd

Lukisan karya seniman lokal
Bagikan :
Los Angeles, era.id - Setelah kematian George Floyd di tangan perwira polisi Minneapolis, para seniman dan aktivis di beberapa kota Amerika Serikat menunjukkan rasa empati lewat berbagai karya. Salah satunya seni lukis. Mereka membuat mural di tembok-tembok kota.

Seniman dan aktivis yang berbasis di Los Angeles, Nikkolas Smith, menggunakan karyanya untuk menyampaikan pesan bahwa kekerasan polisi adalah kenyataan bagi banyak orang Afrika-Amerika.

"Kasus kebrutalan polisi terbaru ini adalah satu lagi ketidakadilan yang menggerakkan saya untuk melukis mural untuk memberikan penghormatan dan suara kepada seorang korban yang tak bersuara," ujar pria berusia 35 tahun melalui email yang dikutip dari CNN pada Rabu (3/6/2020).

Potret digital Smith tentang Floyd mengenakan setelan jas dibagikan oleh penyelenggara gerakan Black Lives Matter dan Michelle Obama di Instagram. 

"Seperti banyak dari kamu, saya sedih dengan tragedi baru-baru ini. Sekarang ini adalah George, Breonna, dan Ahmaud. Sebelum itu adalah Eric, Sandra, dan Michael. Itu hanya terus menerus berlanjut," tulis Michelle Obama.

Greta McLain, Xena Goldman dan Cadex Herrera hadir untuk melukis mural dinding di sudut 38th Street dan Chicago Avenue South, tempat Floyd ditangkap tepat di Minneapolis.



Sebuah video viral menunjukkan Floyd mengatakan "Saya tidak bisa bernapas" beberapa kali ketika petugas polisi Derek Chauvin yang meletakkan lutut dileher Floyd. Sejak saat itu, pelaku dipecat dan dituduh melakukan pembunuhan tingkat tiga dan tingkat dua.

"George Floyd terbunuh di lingkungan saya, tempat saya menjalani seluruh hidup saya. Ini adalah tindakan brutal polisi yang jelas dan tegas," ujar komunitas dan seniman publik McLain melalui email.

Para seniman mulai melukis mural sejak Kamis, 28 Mei 2020, tepat tiga hari setelah Floyd meninggal dunia. Lukisan Itu serupa dengan Floyd beserta namanya dalam huruf-huruf menonjol dan bunga matahari menyala di latar tembok tersebut.

Lukisan menampilkan nama-nama orang Afrika-Amerika lainnya yang telah dibunuh oleh polisi, termasuk EMT Breonna Taylor berusia 26 tahun. Korban ditembak mati pada bulan Maret lalu, di rumahnya di Louisville. Kematiannya juga telah diprotes dalam beberapa hari terakhir.

Salah satu seniman itu adalah McLain berusia 35 tahun yang tengah belajar membuat mural di University of California, Davis, dan dibimbing oleh Malaquias Montoya, seorang tokoh utama dalam gerakan seni Chicano. Bahkan, ia sekarang memiliki studio mural komunitas GoodSpace Murals, dan menyebut kampung halamannya di Minneapolis sebagai pusat seni komunitas.

Mural itu dilukis di dinding Cup Foods dengan restu dari pemilik toko, Mahmoud Abumayyaleh. Dia adalah salah satu karyawan Abumayyaleh yang menelpon polisi untuk menolong Floyd.

McLain didekati oleh Goldman untuk bergabung dengan proyek ini. 

"Ini adalah pertama kalinya kami semua melukis bersama," ujarnya tentang rekan senegaranya. 

Meskipun proses potongan-potongan melukis memerlukan waktu terbilang lama, tetapi mereka bisa menyelesaikan secara cepat.

"Itu sangat cepat, diorganisir melalui Instagram seperti, 'siapa yang siap, ayo pergi!'" ujar McLain. 

"Studio saya bisa menyediakan cat dan kami bisa bergerak cepat." lanjutnya.

Ini adalah mural pertama yang diselesaikan Cadex Herrera kelahiran Belize yang berusia 45 tahun, setelah memulai mural magang dengan nirlaba lokal pada tahun lalu. 

Sebagai seorang pendidik seni dan spesialis intervensi di sebuah sekolah dasar, ia merasa terdorong untuk menciptakan sesuatu yang bermakna setelah mendengar tentang kematian Floyd.

"Sakitnya sangat dalam dan lukanya tidak akan sembuh karena terbuka setiap kali orang kulit berwarna hitam terbunuh secara tidak adil dan tidak berhenti." ujarnya.

"Seni adalah terapi. Seni bisa mengatakan hal-hal yang tidak bisa kau ungkapkan dengan kata-kata. Itu menyatukan komunitas untuk merenung, bersedih, untuk kekuatan dan dukungan." lanjutnya.

Dia, McLain dan Goldman dibantu oleh seniman Maria Javier, Rachel Breen, Niko Alexander, dan Pablo Helmp Hernandez. Namun, detail terakhir pada mural itu, bertuliskan kata-kata 'Aku bisa bernafas sekarang,' yang ditambahkan oleh orang lain, dan merujuk kata-kata dalam video Floyd saat mengatakan "Saya tidak bisa bernapas."

"Ungkapan itu berasal dari anggota komunitas Afrika-Amerika, Anjel Carpenter, yang mendekati kami dan memintanya," kata McLain. 

Lalu, McLain melakukan survei kepada komunitasnya dan bertanya manakah yang mereka lebih disukai. Yang pertama adalah 'saya bisa bernafas sekarang'. Selanjutnya, kedua adalah 'biarkan saya bernafas,'. atau 'Saya bisa bernafas sekarang.' 

Banyak yang setuju dengan kata-kata 'Saya bisa bernafas sekarang'. Sehingga, para seniman maupun aktivis itu meminta anggota komunitas lain untuk melukis kata-kata itu.

"(Carpenter) menyatakan kepada kami gagasan tidak bisa bernapas memicu begitu banyak ketegangan dan kemarahan. Dan sekarang George bersama Tuhan dan penting bagi penyembuhan komunitas kita untuk mengklaim napas dan kemampuan kita untuk bernafas," ujar McLain. 

Selain itu, Shirien Damra berusia 33 tahun mengatakan baru bermain Instagram akhir-akhir ini, tetapi gambar peringatannya yang didedikasikan untuk George Floyd, "Justice for George," telah menerima lebih dari 3 juta like sejak mengunggah karyanya sehari setelah Floyd terbunuh. 

Bahkan, Karyanya telah dibagikan secara luas, termasuk oleh wanita kongres Alexandria Ocasio-Cortez dan Rashida Tlaib.

Damra adalah putri pengungsi Palestina yang sedang mencari pekerjaan. Saat melakukan mural ia menyatukan warna-warna berani dan lembut, beresonansi sebagai "penuh kasih" dan "menenangkan, namun penuh harapan,"

"Saya tahu kekuatan warna dan emosi yang bisa ditimbulkannya secara implisit. Saya berharap warna dan gambar saya bisa membantu para publik memproses emosi dan peristiwa yang sulit dan keluar dengan harapan dan inspirasi," ujarnya.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Adelia Hutasoit
Editor : Vessy Dwirika Frizona
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Ekonomi
07 Juli 2020 22:24 WIB

Survei: 74,8 Persen Responden Percaya Ekonomi Memburuk Karena COVID-19

"Semua sektor bisnis harus dibuka kembali,"
Lifestyle
07 Juli 2020 21:35 WIB

Daftar Makanan yang Bisa Memperbesar Payudara: Jadi Kencang dan Berisi

Buat yang rata enggak usah minder
Lifestyle
07 Juli 2020 20:05 WIB

Internasional Kissing Day: Yuk Ketahui 5 Manfaat Berciuman

Baik untuk kesehatan