Senin, 22 Juli 2019
Komisioner KPU Hasyim Asy'ari (Anto/era.id)
20 Juni 2019 21:25 WIB

KPU Ragukan Kualitas Saksi dan Ahli Kubu Prabowo

"Ngomongnya plintat-plintut gitu," katanya
Bagikan :


Jakarta, era.id - Komisioner KPU Hasyim Asy'ari ragu dengan kualitas saksi dan ahli dari kubu Prabowo-Sandiaga yang memberi keterangan dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin. 

"Bagi KPU, agak susah percaya dengan orang yang ngomong plintat-plintut kayak gitu, Terus terang saja, kami tidak percaya dengan kualitas saksi kemarin," kata Hasyim usai sidang di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019).

Dia mencontohkan, penjelasan dari salah satu saksi paslon 02 bernama Betty Kristianti, yang menemukan tumpukan amplop surat suara kosong di halaman Kantor Kecamatan Juwangi pada 18 April lalu, adalah hal yang aneh.

Kata Hasyim, Betty mengaku tinggal di Kecamatan Teras. Tapi, saat KPU mengecek KTP-nya, ternyata bukan orang yang tinggal di daerah situ, melainkan di Semarang. 


Baca Juga : Kali Kedua MA Tolak Permohonan Gugatan Prabowo-Sandi

Yang kedua, ketika Betty ditanya kenapa tidak membawa semua barang bukti tersebut, ia menjawab tidak bawa kendaraan. 

"Tapi begitu keterangan yang agak terakhir dia ngomong, datang ke sana bawa mobil. Terus tiba-tiba mengeluarkan amplop, padahal katanya amplopnya sudah disampaikan pada siapa (Seknas BPN), tapi nyatanya kemarin dibawa. Ini penuh tanda tanya," ujar Hasyim. 

Dalam kesaksiannya, Betty mengatakan amplop itu adalah dokumen negara. Maka akan berbahaya jika berserakan di luar ruangan. 

Hasyim bilang, seharusnya jangan disimpulkan bahwa temuan amplop itu adalah dokumen negara, sebab belum ada pembuktian keasliannya. 

"Pertanyaannya, itu amplopnya memang nemu disana atau bikin amplop sendiri?" tanya Hasyim. 

Tak hanya saksi Betty, KPU juga meragukan kualitas saksi yang lain, ia membuat penilaian bahwa kesaksiannya tidak meyakinkan. Dalam persidangan, menurut Hasyim, keterangan mereka terbantahkan sendiri. 

"Misalkan menyebut di daerah ini, DPT-nya ini, tapi yang menang di situ kan pemohon. Jadi kan enggak bisa membuktikan bahwa dengan ini, lalu kemudian yang mengambil keuntungan pihak terkait atau 01 karena buktinya yang menang di si pemohon, di dearah yang mereka sebutkan itu, kan jelas itu tidak bisa memperkuat argumentasi mereka," jelas dia. 
Bagikan :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
22 Juli 2019 18:40 WIB

Bos Go-Jek Nadiem Makarim Gabung ke PDIP?

Setelah mengganti logo, apakah gojek juga akan merubah warna seragamnya jadi merah?
Nasional
22 Juli 2019 17:24 WIB

VIDEO: SPG Cantik Jualan Hewan Qurban

Kalau yang jaga begini sih rela lama-lama di kandang sapi mblo~
Lifestyle
22 Juli 2019 17:24 WIB

Matt Groening Singgung Sekuel The Simpsons Movie di Comic-Con

Sang pencipta bersuara soal karya epiknya
Nasional
22 Juli 2019 16:30 WIB

PDIP Tolak Rencana Super Holding Bentukan Rini Soemarno

"Mereka yang berpikir membentuk super holding, harus belajar dari krisis ekonomi di AS"
Lifestyle
22 Juli 2019 16:18 WIB

Moskow Merayakan Konser Ed Sheeran Lewat Sebuah Patung

Sebuah perayaan...