Selasa, 10 Desember 2019
Helikopter buatan Jujun Junaedi, pemuda asal Sukabumi, Jawa Barat. (Twitter @LAPAN_RI)
19 November 2019 21:10 WIB

Lapan Intip Bengkel Helikopter Made In Sukabumi

Sayangnya helikopter buatan Jujun Junaedi ini belum layak uji, alasannya karena..
Bagikan :


Sukabumi, era.id - Jujun Junaedi, pemuda asal Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, yang mencoba merakit helikopter menggunakan mesin genset dua silinder 700 cc, kedatangan tamu spesial. Pusat Teknologi Penerbangan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengunjungi Jujun di kediamannya siang tadi.

Kedatangan perwakilan pihak Lapan tak lain untuk berbagi ilmu kepada Jujun. Hal itu atas instruksi Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro yang meminta Lapan untuk melakukan peninjauan langsung ke bengkel kerja Jujun.

"Lapan coba ke tempat yang membuat helikopter di Sukabumi untuk memastikan inovasinya apakah bisa dijadikan untuk suatu bahan membuat helikopter ke depan," ujar Kepala Bagian Humas Lapan Jasyanto ketika mengunjungi kediaman Jujun Junaedi di Sukabumi, Jawa Barat, seperti dikutip Antara, Selasa (19/11/2019).

Baca Juga : Seorang Warga Sukabumi Ciptakan Helikopter


Baca Juga : VIDEO: Kreasi Unik, Jam Tangan dari Limbah Papan Seluncur

Menerima informasi teknis dari Lapan, pemuda yang bekerja sebagai operator di bengkel las itu mengaku senang jika dapat memotivasi orang lain.
 

"Bisa motivasi untuk orang lain juga dan bantuan secara teknis dengan didatangkan ahlinya saya bisa sharing dan mendapatkan ilmu, hingga nantinya saya terapkan dengan karya saya ini," ujar Jujun.

Pembuatan helikopter itu dilakukan dalam setahun terakhir dan dimodali kantongnya sendiri. Jujun sendiri memulai pembuatan helikopter dengan melihat video dari kanal YouTube. Berkat usahanya, dia pun diundang oleh perusahaan teknologi Google ke acara Google for Id di Jakarta.

Belum siap diuji

Teuku Mohd Ichwanul Hakim, peneliti Pusat Teknologi Penerbangan Lapan yang datang untuk berbagi ilmu dengan Jujun, mengatakan masih panjang jalan untuk memastikan kelaikan helikopter tersebut. Uji terbang juga perlu dilakukan karena harus memastikan keamanan per sistem dari heli tersebut.

Ichwanul bilang, helikopter buatan Jujun saat ini belum siap diuji apa pun dan masih membutuhkan banyak penyempurnaan. Meski begitu, kata dia, sekilas secara prinsip karya buatan Jujun ini sudah mencakup unsur-unsur bangunan satu helikopter konvensional.
 

"Ini sebetulnya semuanya demi keamanan. Jadi mungkin saat ini sudah jadi beberapa, hanya apakah itu betul-betul kuat, kemudian dari sisi kinerjanya itu perlu diperiksa lagi," kata Ichwan.

Mendengar masukan dari pihak Lapan, Jujun bertekad ingin melanjutkan pembuatan pesawat terbangnya hingga bisa diuji.

"Dengan berbekal sudah mendapat kunjungan yang menghadirkan yang berkompeten di bidangnya memberi masukan, memang itu cukup menambah semangat untuk saya agar diteruskan. Menjalankan prosedur yang beliau sampaikan, mungkin nanti ada pengujian-pengujian," kata Jujun.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

#Helikopter #JN77

A post shared by Panji Asari (@asaripanji) on

Bagikan :

Reporter : ERA.ID
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Olahraga
10 Desember 2019 09:32 WIB

Rusia Dilarang Tampil Dalam Event Olahraga 4 Tahun Kedepan

Gara-gara doping
Internasional
10 Desember 2019 08:18 WIB

Arab Saudi yang Makin Longgar Soal Pemisahan Gender

Pintu masuk cafe dan restoran tak lagi dipisah
Nusantara
10 Desember 2019 07:07 WIB

Pemprov Aceh Beli 4 Pesawat Nurtanio

Untuk pesawat perintis, evakuasi medis dan kargo
megapolitan
10 Desember 2019 05:50 WIB

Nasib PKL di Jakarta: di Sana Boleh Jualan, di Sini Digusur

Akhirnya para pedagang, bingung
 
Nasional
09 Desember 2019 21:00 WIB

Polri Sebut Punya Bukti Baru Soal Kasus Novel Baswedan

"Tidak akan berapa lama lagi, Insyaallah tidak akan sampai berbulan-bulan"