Jumat, 13 Desember 2019
Ilustrasi (Waldryano/Pixabay)
22 November 2019 12:07 WIB

Lawan Kanker Payudara dan Serviks dengan Cara Deteksi Dini

Dengan deteksi dini, sel kanker yang masih kecil mudah untuk dibasmi
Bagikan :


Bandung, era.id – Kanker payudara dan leher Rahim (Serviks) menempati urutan tertinggi dari sekian banyak penyakit kanker di Indonesia, bahkan dunia.Penyakit ini disebut-sebut pembunuh utama selain penyakit jantung. 

Hal ini terjadi karena sulitnya pengobatan penyakit kanker. Apalagi jika sudah stadium lanjut. Namun jangan khawatir, ada satu cara yang dinilai ampuh melawan kanker, yaitu deteksi dini.

Dengan deteksi dini, sel kanker yang masih kecil akan ketahuan sehingga mudah untuk dibasmi. Kesulitan penanganan penyakit kanker terjadi manakala status kanker sudah parah, misalnya stadium 2 sampai 4.

"Menurut WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), bahwa kalau dia (pasien) datang stadium dini, contohnya kanker payudara, tumor kankernya baru sekitar 2 cm dan belum ke mana-mana, itu tingkat kesembuhannya bisa mencapai 90 persen," terang spesialis bedah onkologi, Dradjat R. Suardi dr. SpB (K) Onk, saat dihubungi era.id, baru-baru ini.


Baca Juga : Indonesia Potensi Kembangkan Obat Kanker dari Alam

Dokter yang praktek di Rumah Sakit Hasan Sadikin itu mengatakan, deteksi dini kanker bisa menurunkan jumlah pasien kanker dalam jangka panjang. Hanya saja deteksi dini ini memerlukan kesadaran masyarakat karena menyangkut pola pikir.



"Jadi sebenarnya yang harus diubah adalah pola pikir di masyarakat kita. Misalnya, ada anggapan bahwa melakukan deteksi dini biayanya mahal," ujarnya.

Padahal, lanjut dr Dradjat, biaya deteksi dini tidaklah mahal jika dibandingkan dengan manfaat yang didapat. Taruhlah jika biaya deteksi dini ini antara Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Jika dibagi setahun, jatuhnya kurang lebih Rp3000-an sehari. 

"Kita bayar parkir saja mungkin lebih dari itu. Itu kesadaran yang belum ada. Kalau itu dilakukan, itu (kanker) drastis penurunannya," katanya.

Deteksi dini sangat penting dilakukan mengingat tingginya prevalensi kasus kanker. Contohnya kanker leher rahim yang mengancam sebanyak 1,4 dari 1.000 perempuan atau setiap satu jam satu orang wanita meninggal karena penyakit ganas ini. Bahkan WHO pernah memperingatkan penyakit kanker akan terus meningkat di masa depan.

"Itu yang harus kita tekan dengan deteksi dini. Mungkin hasilnya akan kita rasakan 10 tahun lagi, tapi akan drastis," katanya.

Hanya saja Indonesia atau negara-negara berkembang dihadapkan pada posisi serba sulit. Di satu sisi, negara-negara berkembang harus sadar akan bahaya kanker sekaligus giat melakukan deteksi dini, tapi di sisi lain penyakit-penyakit karena infeksi belum tertangani.



Secara umum, ada dua golongan penyakit yaitu pertama penyakit karena infeksi seperti diare, TBC, demam berdarah, malaria, dan lain-lain yang terkait dengan kebersihan dan kesehatan lingkungan. Kedua, penyakit degeneratif seperti jantung, stroke, hipertensi, diabetes, termasuk kanker.

Negara berkembang menghadapi ancaman dari dua golongan penyakit tersebut. Sementara negara maju dinilai telah berhasil mengatasi penyakit-penyakit infeksi. Mereka tinggal fokus menghadapi penyakit-penyakit degeneratif.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Iman Herdiana
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
12 Desember 2019 21:58 WIB

What's On Today, 12 Desember 2019

Siapkan earphone kamu dan rasakan sensasi baru menikmati berita.
megapolitan
12 Desember 2019 21:05 WIB

Bandar Heroin Asal Pakistan Tewas Didor Polisi

Penembakan dilakukan karena pelaku berusaha melarikan diri dan merebut senjata polisi
Ekonomi
12 Desember 2019 20:18 WIB

Pertamina BUMN Paling 'Kencang' Setor Pemasukan Negara

Salah satu kasir paling besar ke Kementerian BUMN
Lifestyle
12 Desember 2019 20:07 WIB

Cek Toko Sebelah The Series Season 2 Segera Tayang

Pada musim kedua ini, CTS menampilkan pemain baru seperti Morgan dan Soleh Solihun
megapolitan
12 Desember 2019 19:28 WIB

Luthfi si Anak STM Didakwa Serang Polisi

Enggak terbalik pak?