Minggu, 31 Mei 2020
Logo Partai Gelora. (Twitter @PARTAIGELORA_ID)
08 November 2019 19:33 WIB

Garbi yang Berganti Rupa Menjadi Partai Gelora

Sejumlah politikus senior dikabarkan bergabung dengan partai baru ini, siapa saja mereka?
Bagikan :
Jakarta, era.id - Ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) kini bertransformasi menjadi Partai Gelombang Rakyat (Gelora). Rencananya pada tanggal 10 November 2019 mereka akan menggelar acara silaturahmi sekaligus memperingati Hari Pahlawan.

"Tanggal 10 acara silaturahim nasional aja, para penggagas dari berbagai provinsi. Sekalian ngopi bareng memperingati hari pahlawan," ungkap salah satu pendiri Partai Gelora Mahfudz Siddiq saat dihubungi wartawan, Jumat (8/11/2019).

Mahfudz membantah jika acara silaturahmi mendatang sekaligus untuk mendeklarasikan Partai Gelora. Ia mengatakan partainya baru akan menyatakan diri bila resmi berbadan hukum. Saat ini, kata Mahfudz, Partai Gelora masih melakukan beberapa tahapan proses dan belum melakukan rekrutmen anggota.

"Gelora belum lakukan rekrutmen ataupun pendaftaran anggota. Nanti setelah deklarasi resmi, baru dilakukan rekrutmen. pasti akan dikabarin kalau sudah tiba waktu deklarasi," ujar Mahfudz.

Pada Senin (4/12), Partai Gelora telah mendatangi notaris untuk mengurus akta pendirian perkumpulan, agar selanjutnya bisa mendapatkan status badan hukum partai dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Pendiri Partai Gelora juga diketahui merupakan mantan pimpinan partai politik besar yaitu PKS. Mereka adalah Fahri Hamzah, Anis Matta, Rofi Munawar, dan Achmad Rilyadi. Sejumlah nama politikus bekas parpol lain pun dikabarkan merapat bersama Partai Gelora.


Anis Matta. (Twitter @PARTAIGELORA_ID)

Teranyar nama politikus Partai Demokrat, Deddy Mizwar santer terdengar ikut bergabung dengan Partai Gelora. Ia mengaku sudah mengajukan surat penguduran diri sebagai kader Partai Demokrat sejak beberapa waktu lalu. "Sudah ditulis suratnya, sudah dikirim beberapa hari lalu," ujar Deddy.

Ia bahkan menegaskan akan menghadiri penandatanganan akte pendirian partai pada tanggal 9 November 2019, namun tak bisa menghadiri acara pada tanggal 10 keesokan harinya karena alasan syuting.

"Penandatanganan dulu, deklarasinya (deklarasi Partai Gelora) hari Minggu ya, tapi saya enggak hadir. Saya tanggal 9 saja, insyaallah," kata Deddy.

Meski sudah melayangkan surat pengunduran diri dari Partai Demokrat, Deddy tetap akan menjaga hubungan baik dengan rekan-rekannya di partai besutan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu.

"Kan enggak ada masalah kan, semuanya kan saudara, partai-partai ini kan semua bersaudara," pungkasnya.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Gabriella Thesa Widiari
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU