Rabu, 13 November 2019
Ilustrasi (Pixabay)
20 Juni 2019 14:41 WIB

Asap Rokok yang Nempel di Baju Picu Pneumonia pada Balita

Perokok pasif lebih berbahaya bagi para balita daripada orang dewasa
Bagikan :


Jakarta, era.id - Untuk kamu yang masih suka ngerokok sembarangan, baiknya mulai sekarang dihentikan. Ya, syukur-syukur bisa sekalian meninggalkan kebiasaan buruk merokok. Karena selain merugikan diri kamu, aktivitas itu juga bisa merugikan kesehatan orang di sekitar terutama para balita.

Praktisi kesehatan anak dr Achmad Rafli SPA mengatakan, asap rokok yang melekat pada pakaian dan badan dapat memicu timbulnya penyakit pneumonia pada balita. 

"Pajanan secondhand smoke lebih membahayakan anak dari pada orang dewasa," ujar dr Achmad di Jakarta, seperti dikutip Antara, Kamis (20/6/2019).

Penelitian terbaru dari beberapa dokter anak menunjukan balita dapat menjadi perokok pasif yang mengakibatkan sering sekali mengalami batuk, pilek berulang akibat terpapar racun rokok.


Baca Juga : Ikutan 'Lebaran' Petani Tembakau dan Menangkap Keresahan soal Naiknya Cukai Rokok

“Ini yang perlu kita edukasi untuk orang tua, bukan asap yang keluar dari mulut perokok yang berbahaya, tetapi asap rokok yang menempel di tubuh perokok itu yang sangat berbahaya,” ujar Achmad.


(Infografis/p2ptm.kemkes.go.id)

Menurut dia, pneumonia pada balita dan dewasa berbeda. Pada balita konsepnya infeksi pada saluran nafas atas atau bawah akan berhubungan terlebih infeksi pada jalur alveoli dan bronceolus.

Penyebabnya juga pada balita tersebut gizinya buruk dan penyakit jantung bawaan pada orang tuanya. Pneumonia merupakan infeksi paru-paru yang disebabkan bakteri, jamur dan virus. Sering disebut juga sebagai penyakit multifaktorial yang mengakibatkan sesak hingga kematian pada balita.

Achmad menjelaskan gejala yang paling mudah ditemui pada balita yang terkena pnemonia ringan, yakni sesak nafas atau ganguan dalam pengambilan oksigen dari paru-paru hingga demam.

Achmad menyarankan orang tua menemukan balitanya mengalami gejala pneumonia, jangan diberikan obat-obatan tradisional atau obat herbal.


(Infografis/p2ptm.kemkes.go.id)

Baca Juga : Berhentilah Merokok, Sebelum Mata Kamu Buta

Kemudian longgarkan pakaian anak agar dapat bernafas lega. Jangan berikan obat-obatan yang diminum melalui mulut, karena balita dapat tersedak.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat penyakit pneumonia pada Balita menduduki peringkat kedua sebagai penyakit menular setelah diare. Tahun 2018 tercatat 42.305 balita ditemukan dan ditangani dengan diagnosis pneumonia. Prosentasenya sebesar 95,53 persen dari 44.285 balita yang diperkirakan sebagai penderita yang tersebar di enam kabupaten/kota.
Bagikan :

Reporter : Ahmad Sahroji
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
13 November 2019 18:57 WIB

Pelajaran Penting: Jangan Belajar Agama di Medsos

Kalau cara belajarnya salah, ke sananya juga salah mblo~
Nusantara
13 November 2019 18:43 WIB

Pengemudi Ojol Tak Terpengaruh Aksi Bom Medan

Pengemudi ojol bukan teroris!
megapolitan
13 November 2019 18:11 WIB

Duh, Skuter Listrik Bikin Rusak JPO Kekinian

Lantainya kan dari panel kayu, kena roda rusak dong..
Nasional
13 November 2019 17:48 WIB

Buntut Bom Medan, Rekrutmen Ojol Bakal Diperketat

Kemenhub minta ojek online review proses rekrutmen mitra pengemudi
Nasional
13 November 2019 17:27 WIB

Waspada Metode Penyamaran Baru Teroris

Mereka mengamati dan menyamar