Senin, 24 Februari 2020
SEA Games (ist)
11 Desember 2019 16:13 WIB

SEA Games Filipina Catat 31 Rekor Baru

Indonesia gagal penuhi target runner up
Bagikan :


Jakarta, era.id - Ajang SEA Games 2019 akan berakhir pada hari ini (11/12/2019). Ada 31 rekor baru pecah di multievent olahraga antarnegara Asia Tenggara ini.

Cabang olahraga renang dan atletik menjadi lumbung pecahnya rekor-rekor di SEA Games 2019. Renang dan atletik merupakan cabang olahraga wajib yang dipertandingkan di SEA Games. Sementara yang lain dikategorikan sebagai cabang-cabang olah raga digelar pada Olimpiade dan Asian Games (Olympic and Asian Games Sports) dan cabang-cabang olah raga regional dan baru (Regional and New Sports).

Pertandingan cabor renang di SEA Games 2019 berlangsung pada 4-9 Desember. Terjadi 23 kali pemecahan rekor di kolam renang dalam penyelenggaraan yang berlangsung di Aquatic Center, New Clark City. Atlet-atlet Singapura mendominasi pemecahan rekor. Dari 23 kali pemecahan rekor, 16 kali dilakukan oleh para perenang Singapura. Sisanya tiga kali dilakukan atlet Vietnam, dan masing-masing satu kali oleh Malaysia, Thailand, Filipina, dan Indonesia.

Perenang putri Singapura Quah Ting Wen menjadi bintang kolam renang SEA Games 2019 dengan melakukan enam kali pemecahan rekor. Tiga kali pada nomor perorangan dan 3 kali pada nomor estafet. Perenang asal Indonesia I Gede Siman Sudartawa memperbaiki rekornya dalam nomor 50 meter gaya punggung putra dari 25,20 detik menjadi 25,12 detik. Rekor tersebut tercipta pada Sabtu, 7 Desember.


Baca Juga : Moncer di SEA Games, Polo Air Makin Hype

Sementara dari cabor atletik, yang digelar pada 6-11 Desember 2019, terjadi delapan kali pemecahan rekor. Sapwaturrahman Sanapiah Arsyad mengukir rekor baru lompat jauh putra SEA Games 2019.

Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali bilang merosotnya posisi kontingen Indonesia dalam klasemen perolehan medali SEA Games 2019 di Filipina yang awalnya berada di peringkat kedua menjadi keempat, karena tidak ikutnya beberapa cabang olahraga yang disebabkan masalah internal.

"Patut kita sayangkan kesalipnya kita di posisi kedua karena ada tiga cabang olahraga yang dimana Vietnam dan Thailand ikut, tapi kita tidak ikut. Seperti gulat, hoki, tenis meja dan beberapa cabang olahraga yang belum ada federasinya," kata Zainudin seperti dikutip dari Antara.

Zainudin mengatakan, kedua negara Vietnam dan Thailand mampu meraih pundi-pundi emas dari cabang olahraga yang tidak diikuti Indonesia di SEA Games 2019, sehingga mereka berhasil menggeser posisi Indonesia.

"Di situlah mereka mendulang emas, dan kita tidak bisa ikut karena ada masalah internal yang tidak bisa dibereskan sebelum SEA Games 2019 berlangsung," katanya.

Zainudin mengatakan, ada banyak sekali medali yang diperebutkan di cabang olahraga dimana Indonesia tidak bisa ikut, sehingga posisi Indonesia tergusur ke peringkat empat.

"Oleh karena itu, saya akan minta kepada KONI melalui teman-teman yang ada untuk segera membereskan masalah internal, supaya ke depan tidak terjadi lagi," ucapnya.

 
Bagikan :
Topik :

Reporter : ERA.ID
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Internasional
24 Februari 2020 15:27 WIB

Mahathir Mundur, Pemerintahan Malaysia Jatuh

Konflik internal koalisi pemerintahan
Lifestyle
24 Februari 2020 15:02 WIB

Nantikan Comeback BCL Duet dengan Ronan Keating dan Christian Bautista

Tetap profesional meski masih berkabung
ide
24 Februari 2020 14:33 WIB

Keseriusan Sukarno Soal Lambang Negara hingga Tunjuk Menteri Zonder Portofolio

Dia adalah Sultan Hamid II si perancang lambang Garuda Pancasila
Internasional
24 Februari 2020 14:18 WIB

Mahathir Mohamad Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Malaysia

Diduga akibat konflik politik
megapolitan
24 Februari 2020 13:55 WIB

Asal Muasal Asap di Gedung Nusantara III DPR

Diduga dari pantry lantai 2