Rabu, 12 Desember 2018
Boeing 737 Max 8 (Foto: Twitter @BoeingAirplanes)
30 November 2018 15:50 WIB

Boeing Perbarui Software Pesawat 737 Max

Pembaruan ini dilakukan menyusul insiden jatuhnya pesawat Lion Air PK LQP
Bagikan :


Seattle, era.id - Pascainsiden jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 milik Lion Air PK LQP dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang beberapa waktu lalu, Boeing dikabarkan tengah memperbarui piranti lunak dari sistem kendali pesawat 737 Max.

Dilansir dari Channel News Asia, Piranti lunak ini diharapkan dapat mencegah sistem kendali secara otomatis ketika pilot menurunkan bagian moncong pesawat atau nose down. Hal ini disampaikan perwakilan Boeing di badan regulasi penerbangan Amerika Serikat (AS).

Nantinya, piranti lunak baru yang akan dipasang Boeing mampu secara otomatis menghentikan kerja sistem anti-stall atau MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System) yang selalu menurunkan moncong pesawat. Fungsi MCAS ini secara tak langsung akan mati, jika pilot menaikkan moncong pesawat atau melakukan penyesuaian posisi. 

"Ketika pilot melakukan penyesuaian, maka itu akan mematikan MCAS kecuali ada data baru," kutip Channel News Asia dari Reuters
 

MCAS adalah fitur baru yang terpasang pada semua tipe pesawat terbaru seri 737 Max. Fungsi MCAS akan difokuskan pada peran sensor 'Angel of Attack' untuk mengembalikan posisi pesawat jika berada terlalu tinggi dan dinilai membahayakan. 


Baca Juga : Di Balik Rekomendasi KNKT soal Lion Air

Selain melakukan pembaruan sistem piranti lunak, Boeing juga akan mengevaluasi materi pelatihan operator pilot maskapai penerbangan yang menggunakan pesawat terbaru mereka. Regulasi ini diharapkan memperkecil risiko kecelakaan terkait pengendalian fitur terbaru yang ada di Boeing 737 Max.

"Sebagai bagian dari praktik standar kami setelah kecelakaan atau insiden apa pun, kami memeriksa desain dan operasi pesawat kami, dan bila perlu, menerbitkan buletin dan membuat rekomendasi kepada operator untuk lebih meningkatkan keselamatan," kata juru bicara Boeing.



"Boeing terus mengevaluasi kebutuhan untuk perangkat lunak atau perubahan lain karena kami belajar lebih banyak dari penyelidikan yang sedang berlangsung." lanjutnya. 

Biar kalian tahu, berdasarkan laporan awal dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menemukan sejumlah kerusakan pada pesawat Lion Air JT 610 yang diduga jadi penyebab kecelakaan. Di mana salah satunya menunjukkan upaya pilot yang berjuang keras menaikkan moncong pesawat karena selalu turun otomatis, sebelum akhirnya jatuh di perairan Tanjung Karawang.
Bagikan :

Reporter : Aditya Fajar Indrawan
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Review
12 Desember 2018 08:49 WIB

Berapa Harga ROG Phone di Indonesia?

Harganya mencapai belasaan juta
Lifestyle
12 Desember 2018 07:46 WIB

VIDEO: One Direction Bakal Reuni Besar

Ada kemungkinan mereka reuni saat liburan Natal
Lifestyle
12 Desember 2018 07:05 WIB

Instagram Saring Komentar Otomatis dalam Bahasa Indonesia

Bye bye bully dan hate speech~~
Lifestyle
12 Desember 2018 06:27 WIB

Samsung Kembangkan Jaringan 5G untuk Mobil Terhubung

Kerja sama ini dilakukan dengan Otoritas Keselamatan Transportasi Korea (KOTSA)
Lifestyle
11 Desember 2018 21:21 WIB

Kenapa Harus Iklan Blackpink?

Haruskan muncul petisi, atau hanya sekedar nasihat yang tak diinginkan warganet?