Selasa, 17 September 2019
Sahur di tengah massa unjuk rasa (Fajar/era.id)
23 Mei 2019 21:05 WIB

Sahur di Tengah Massa Unjuk Rasa

Inget, ini bulan Ramadan jadi jangan rusuh sahurnya
Bagikan :


Jakarta, era.id - Tak pernah terbayangkan sebelumnya berada di tengah-tengah aksi kerusuhan. Dentuman suara mercon dan pedihnya gas air mata masih terasa hingga saat ini.

Aksi kerusuhan yang terjadi di depan kantor Bawaslu, MH Thamrin, Rabu (22/5) malam kemarin, terbagi di dua tempat berbeda. Massa memblokade Jalan Wahid Hasyim ke Menteng dan mereka yang datang dari Tanah Abang.

Sekitar pukul 02.31 WIB, Kamis (23/5), massa terus bertahan dan terus melontarkan mercon ke arah barikade aparat kepolisian. Bahkan menjelang waktu sahur aksi kerusuhan tidak juga mereda. 
 

Ketegangan sedikit mereda saat waktu menunjukkan pukul 02.46 WIB. Beberapa motor hilir mudik membawa bekal sahur untuk pedemo yang berada di garis terdepan. 


Baca Juga : Pancake, Alternatif Menu Sahur yang Itu-itu Aja

"Sahur woy, ayam bakar mana ni, ayam bakar," teriak pedemo menanti bekal sahur, Kamis (23/5/2019).

Entah siapa yang mempersiapkan lauk sahur pada malam itu. Namun yang jelas, para pedemo bisa menyantap sepotong ayam bakar, nasi putih lengkap dengan sambal serta lalapan sebagai menu sahurnya.


Lauk sahur pedemo aksi 22 Mei (Fajar/era.id)

Di sinilah, era.id menyaksikan sisi lain pedemo yang sejak kemarin berunjuk rasa di depan kantor Bawaslu dengan menolak hasil Pilpres 2019. Tanpa memperdulikan latar belakang kehadiran mereka di tengah pedemo, mereka tetap membagikan sahur.

Agresi unjuk rasa yang sebelumnya ricuh penuh dengan kobaran api dan dentuman mercon terhenti sejenak. Duduk di trotoar jalan mereka menyantap lauk sahur.

"Sahur dulu, stop sahur dulu," ucap salah seorang pedemo.


Massa demo terhenti sejenak untuk sahur (Fajar/era.id)

Akibat bentrok sejak 22 Mei dini hari, yang kemudian menyebar ke Tanah Abang, Petamburan, serta Slipi, setidaknya tujuh orang tewas dan 200 lainnya luka-luka. Jumlah korban masih simpang siur. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengklaim delapan orang bagian massa aksi yang diusir polisi dari dekat Bawaslu tewas.

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam pernyataan resminya juga sudah meminta pedemo baik simpatisan dan pendukungnya yang masih melakukan perlawanan terhadap aparat kepolisian, untuk kembali pulang ke rumah. Mantan Danjen Kopassus itu mewanti-wanti massa unjuk rasa untuk menghindari tindakan-tindakan anarkis di luar hukum.

"Saya mohon, saudara-saudara kembalilah ke tempat istirahat masing-masing, hindari tindakan di luar hukum. Kemudian selalu mengalah dan patuh pada ketentuan hukum. Ini imbauan saya," tegas Prabowo.


 
Bagikan :

Reporter : Aditya Fajar Indrawan
Editor : Moksa Hutasoit
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
17 September 2019 19:43 WIB

Klaim Pembahasan RUU KPK yang Tak Buru-Buru

Kata mereka yang buat, ini bukan barang baru karena sudah lama dibahas
Nasional
17 September 2019 19:28 WIB

Pengesahan RUU KPK di Tengah Derasnya Arus Penolakan

Tok! DPR resmi sahkan RUU KPK yang dianggap melemahkan pemberantasan korupsi
Internasional
17 September 2019 19:02 WIB

Kisah Penyintas Kanker Pecahkan Rekor Renang di Inggris

Setahun lalu, ia menderita kanker. Hari ini ia jadi salah satu perenang terkuat di bumi
Internasional
17 September 2019 19:01 WIB

Vladimir Putin Kutip Ayat Alquran Serukan Perdamaian di Yaman

Karena berdamai itu indah mblo~
Nasional
17 September 2019 17:56 WIB

Dewan Pengawas KPK di Tangan Presiden

Presiden akan segera membentuk panitia seleksi untuk mencari anggota Dewan Pengawas