Kamis, 20 Juni 2019
Sahur di tengah massa unjuk rasa (Fajar/era.id)
23 Mei 2019 21:05 WIB

Sahur di Tengah Massa Unjuk Rasa

Inget, ini bulan Ramadan jadi jangan rusuh sahurnya
Bagikan :


Jakarta, era.id - Tak pernah terbayangkan sebelumnya berada di tengah-tengah aksi kerusuhan. Dentuman suara mercon dan pedihnya gas air mata masih terasa hingga saat ini.

Aksi kerusuhan yang terjadi di depan kantor Bawaslu, MH Thamrin, Rabu (22/5) malam kemarin, terbagi di dua tempat berbeda. Massa memblokade Jalan Wahid Hasyim ke Menteng dan mereka yang datang dari Tanah Abang.

Sekitar pukul 02.31 WIB, Kamis (23/5), massa terus bertahan dan terus melontarkan mercon ke arah barikade aparat kepolisian. Bahkan menjelang waktu sahur aksi kerusuhan tidak juga mereda. 
 

Ketegangan sedikit mereda saat waktu menunjukkan pukul 02.46 WIB. Beberapa motor hilir mudik membawa bekal sahur untuk pedemo yang berada di garis terdepan. 


Baca Juga : Pancake, Alternatif Menu Sahur yang Itu-itu Aja

"Sahur woy, ayam bakar mana ni, ayam bakar," teriak pedemo menanti bekal sahur, Kamis (23/5/2019).

Entah siapa yang mempersiapkan lauk sahur pada malam itu. Namun yang jelas, para pedemo bisa menyantap sepotong ayam bakar, nasi putih lengkap dengan sambal serta lalapan sebagai menu sahurnya.


Lauk sahur pedemo aksi 22 Mei (Fajar/era.id)

Di sinilah, era.id menyaksikan sisi lain pedemo yang sejak kemarin berunjuk rasa di depan kantor Bawaslu dengan menolak hasil Pilpres 2019. Tanpa memperdulikan latar belakang kehadiran mereka di tengah pedemo, mereka tetap membagikan sahur.

Agresi unjuk rasa yang sebelumnya ricuh penuh dengan kobaran api dan dentuman mercon terhenti sejenak. Duduk di trotoar jalan mereka menyantap lauk sahur.

"Sahur dulu, stop sahur dulu," ucap salah seorang pedemo.


Massa demo terhenti sejenak untuk sahur (Fajar/era.id)

Akibat bentrok sejak 22 Mei dini hari, yang kemudian menyebar ke Tanah Abang, Petamburan, serta Slipi, setidaknya tujuh orang tewas dan 200 lainnya luka-luka. Jumlah korban masih simpang siur. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengklaim delapan orang bagian massa aksi yang diusir polisi dari dekat Bawaslu tewas.

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam pernyataan resminya juga sudah meminta pedemo baik simpatisan dan pendukungnya yang masih melakukan perlawanan terhadap aparat kepolisian, untuk kembali pulang ke rumah. Mantan Danjen Kopassus itu mewanti-wanti massa unjuk rasa untuk menghindari tindakan-tindakan anarkis di luar hukum.

"Saya mohon, saudara-saudara kembalilah ke tempat istirahat masing-masing, hindari tindakan di luar hukum. Kemudian selalu mengalah dan patuh pada ketentuan hukum. Ini imbauan saya," tegas Prabowo.


 
Bagikan :

Reporter : Aditya Fajar Indrawan
Editor : Moksa Hutasoit
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 Juni 2019 20:26 WIB

Perdebatan Situng di Sidang MK

Jadi sebenarnya Situng itu apa sih? Si Pitung, ane tahu~~
Nasional
20 Juni 2019 20:15 WIB

Bambang Widjojanto dan Denny Indrayana, Kok Absen di Sidang?

Mungkin mereka lelah, ngantuk atau....
megapolitan
20 Juni 2019 20:01 WIB

Ini Rangkaian HUT DKI Jakarta ke-492

Hari jadi tahun ini akan mengusung tema ekonomi kreatif dan seni
megapolitan
20 Juni 2019 19:23 WIB

Jelang HUT DKI Jakarta, Sejumlah Lalin Bakal Dialihkan

Jangan sampai salah jalan ya sobatque~
Nasional
20 Juni 2019 17:28 WIB

Ribut-Ribut soal Temuan Amplop Saksi Paslon 02

"Tanya saksi Anda saja, bos," jawab Komisioner KPU