Senin, 13 Juli 2020
Menkes Terawan Agus Putranto (Gabriella Thesa/era.id)
30 Juni 2020 18:35 WIB

Sehat Media, Telemedicine Buatan Pemerintah

Buat berobat online
 
Bagikan :


Jakarta, era.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengajak masyarakat untuk menggunakan fasilitas kesehatan daring atau telemedicine untuk berobat. 

Kemenkes sudah membuat aplikasi telemedicine bernama Sehat Media. Aplikasi tersebut akan membantu masyrakat dalam memberikan informasi konsultasi seputar kesehatan maupun permasalahan kesehatan lainnya.

"Aplikasinya bernama Sehat Media yang merupakan strategi inovasi dalam peningkatan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat," kata Terawan dalam suatu webinar, Selasa (30/6/2020).

Dia mengimbau seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan untuk mengembangkan dan menggunakan pelayanan kesehatan jarak jauh seperti telemedicine.


Baca Juga : Menkes Terbitkan Protokol Pengawasan Perjalanan Dalam Negeri COVID-19

Namun, Terawan mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus dilakukan berupa pembuatan regulasi. Menurut dia, regulasi ini perlu dibuat agar terbangun ekosistem digital di bidang kesehatan.

Selain mengajak masyarakat untuk menggunakan telemedicine, Terawan juga meminta masyarakat untuk tak ragu menggunakan obat modern asli Indonesia (OMAI) yang berbahan baku alami.

Dia mengaku, saat ini Kementerian Kesehatan ikut mempromosikan obat modern tersebut karena pengembangan obat ini sudah dilakukan.

"Sudah dilakukan pengembangan obat modern asli Indonesia atau disingkat OMAI yaitu produk dengan bahan baku dari kekayaan alam Indonesia yang sudah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah melalui uji praklinis maupun klinis," ujar Terawan.

Terawan mengatakan, pihaknya saat ini terus memperkuat pelayanan kesehatan tradisional yang mengintegrasikan konvensional dengan komplementer. Sehingga, pengobatan tradisional di rumah sakit bisa dilakukan karena terbukti aman dan bermanfaat.

Dalam menunjang program ini, sejumlah lulusan D3 Jamupoltekkes terlatih juga disediakan. Menurut Terawan, ada sekitar 561 orang lulusan D3 dan 373 lulusan D4 BA Trainner yang siap untuk menjalankan program ini.

Dia mengatakan, saat ini sudah ada sejumlah rumah sakit yang menjalankan pelayanan kesehatan pengobatan tradisional. Salah satunya adalah RS dr Sardjito di Yogyakarta.

Mantan Kepala RSPAD Gatot Subroto ini juga mengatakan, Kemenkes telah menyiapkan rumah sakit pusat pelayanan kesehatan tradisional. Rumah sakit ini terletak di Tawangmangu, Jawa Tengah. Hal ini, bertujuan untuk menunjukkan komitmen pemerintah terkait pengobatan tradisional.

"Klinik ini memprioritaskan pada saintifikasi jamu dari hulu ke hilir. Dari riset etnofarmotologi tumbuhan obat dan jami, pelestarian budidaya pasca panen, riset klinik teknologi manajemen jamu, pelatihan ilmu pengetahuan dan teknologi jamu, pelayanan iptek, dan disemenasi sampai dengan peningkatan kemandirian masyarakat," pungkasnya.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Gabriella Thesa Widiari
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
13 Juli 2020 13:36 WIB

Doni Monardo: COVID-19 Bukan Konspirasi!

Bukan rekayasa juga
 
Nasional
13 Juli 2020 13:31 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Belajar Tatap Muka Harus Dievaluasi Berkala

Pemerintah diminta utamakan keselamatan siswa
Nusantara
13 Juli 2020 11:57 WIB

Gempa M 5,5 Guncang Banda Aceh, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa dangkal
 
Nasional
13 Juli 2020 11:36 WIB

Kartu Prakerja Jadi Semi Bansos, KPK Minta Regulasi Disesuaikan

KPK minta pemerintah jalankan semua rekomendasinya