Jumat, 21 Juni 2019
Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto. (Wardhany/era.id)
11 Januari 2019 18:37 WIB

Kubu Jokowi Dukung KPU Tolak Visi Misi Prabowo-Sandi

Menurutnya perubahan visi misi Prabowo-Sandi menyalahi tahapan pemilu
Bagikan :


Jakarta, era.id - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengapresiasi keputusan KPU yang menolak perubahan visi misi paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sebab menurutnya, perubahan itu menyalahi tahapan pemilu.

"Kami mendukung sepenuhnya KPU, karena sejak awal komitmen untuk mengikuti seluruh tahapan-tahapan KPU dan penyampaian visi misi memang sudah ditetapkan tanggalnya," kata Hasto kepada wartawan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

Sekjen PDI Perjuangan itu bilang, kurang tepat jika perubahan itu dilakukan saat ini. Apalagi, masa kampanye Pilpres 2019 telah dilakukan. Bahkan, Hasto menilai perubahan visi serta misi di tengah jalan itu menunjukan sifat kepemimpinan yang selalu berubah-ubah dan tidak berprinsip.

"Dalam bahasa rakyat, sederhana saja. Itu kan tidak konsisten. Berubah-ubah. Itu kan bahasa rakyat, bukan bahasa kami," ungkapnya.


Baca Juga : BPN Kekeuh 01 Wajib Didiskualifikasi karena Jabatan Ma'ruf di Dua Bank Syariah

Politikus PDIP itu juga mengatakan, nantinya masyarakat yang akan memberikan penilaian. Apalagi, selama masa kampanye, pihak penantang petahana sering bersikap tak konsisten. Sehingga, ia mendukung penuh keputusan KPU.

"Jadi kami dukung, karena memang sudah seharusnya seperti itu," jelas Hasto.

Supaya kalian tahu, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak membenarkan koalisinya melakukan revisi terhadap visi-misi pasangan calon nomor urut 02. 

Menurut Dahnil, visi-misi pasangan calon yang sudah direvisi ini sudah dilaporkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dia juga menjelaskan, setelah mengalami revisi halaman menjadi lebih banyak yakni 45 halaman. 

Bertambahnya halaman setelah dilakukan revisi lantaran adanya editing dalam tata bahasa agar mudah diserap oleh masyarakat.

"Benar kemarin (diserahkan). Kalau tidak salah oleh Pak Sudirman. Pertama, ada editing dalam tata bahasa supaya mudah ditangkap masyarakat. Kedua, ada tambahan-tambahan diaksi, diprogram supaya lebih detail supaya masyarakat bisa mendapatkan pesan yang lebih konkret. Ketiga, ya desain supaya lebih eye catching, supaya ada nilai estetikanya. Jadi kita dorong estetika dan konten," terangnya. 

Di samping itu, Dahnil mengungkap, apa saja yang menjadi poin krusial pada revisi visi-misi pasangan calon nomor urut 02 ini berorientasi pada ekonomi kebencanaan. Menurut dia, ada aksi yang lebih konkret di sini.

"Misalnya ya yang krusial itu kita berorientasi pada ekonomi kebencanaan. Ini ada aksi yang lebih konkret, misal Pak Prabowo dan Bang Sandi akan mendorong membentuk Kementerian Penanggulangan dan Mitigasi Bencana. Jadi dikonkretkan gitu," jelasnya.
Bagikan :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 Juni 2019 22:03 WIB

Lewat Tulisan, Ahli KPU Jelaskan Anak Perusahaan Bukan BUMN

Biar semuanya menjadi terang benderang lur~
Nasional
20 Juni 2019 21:32 WIB

Kubu Prabowo Tak Puas Jawaban Saksi Ahli KPU

Kubu Prabowo mempertanyakan Situng rawan disusupi
Nasional
20 Juni 2019 21:25 WIB

KPU Ragukan Kualitas Saksi dan Ahli Kubu Prabowo

"Ngomongnya plintat-plintut gitu," katanya
Nasional
20 Juni 2019 21:11 WIB

Dapat Promosi Jabatan, Deputi Penindakan KPK Balik ke Polri

Di mana pun berada sing penting mengabdi untuk bangsa dan negara
Nasional
20 Juni 2019 20:26 WIB

Perdebatan Situng di Sidang MK

Jadi sebenarnya Situng itu apa sih? Si Pitung, ane tahu~~