Minggu, 21 Oktober 2018
Ilustrasi (era.id)
14 Mei 2018 13:09 WIB

Teror Hoaks di Tengah Ledakan Bom

Tetap tenang, kami tidak takut
Bagikan :


Jakarta, era.id - Pagi ini, telepon genggam Arum (28), dibombardir pesan berantai dari grup WhatsApp yang diikutinya. Pesan itu berisi macam-macam kabar tentang adanya ledakan bom. Awalnya, kabar bom meledak di halaman Mapolresta Surabaya. Pesan itu dibubuhi rekaman CCTV video detik-detik sebelum ledakan terjadi.

Beberapa menit kemudian, dia mengecek televisi. Dan benar, ada bom yang meledak di Mapolresta Surabaya. Bom itu dibawa lima orang yang mengendarai dua sepeda motor. Sejumlah anggota polisi jadi korban dari ledakan itu. 

Setelah informasi tadi, mulai berseliweran kabar tentang bom lainnya. Di antaranya, Satpas Colombo, Tanjung Perak, Surabaya; bom meledak di Bank Prima Surabaya; isu penangkapan teroris di Jedong, Urang Agung, Sukodon, Sidoarjo; bom di Bandara A. Yani Semarang; hingga teror bom Gereja Katolik Santa Anna, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Informasi yang paling terakhir bikin dia kaget. Sarapannya pun jadi tidak enak dirasa. Perempuan yang bekerja di kawasan Kuningan, Jakarta, itu jadi takut. Dia teringat cerita rentetan bom yang meledak di Surabaya, kemarin, Minggu (13/5/2018). Ada tiga tempat yang jadi sasaran. Puluhan orang menjadi korban.


Baca Juga : Oknum Polisi Ancam Penerbangan di Kupang dengan Bom


(Infografis korban bom di tiga gereja di Surabaya/era.id)

Ditambah, Polda Metro Jaya menetapkan status siaga 1 untuk Jakarta usai adanya serangan bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, itu. Maka banyak yang khawatir teror dari Surabaya bisa merembet ke Jakarta. 

Beberapa jam setelah kabar di Duren Sawi tadi beredar, Arum baru bisa tenang. Sebab, teror itu tidaklah benar. Dia tahu itu dari informasi di media massa.

Kapolsek Duren Sawit, Komisaris Polisi Tumpak Halomoan Simatupang mengatakan, teror itu berasal dari telepon seseorang tak dikenal ke Mapolsek Duren Sawit. Telepon yang diterima Aiptu Zainuddin itu mengatakan ada seseorang mengemudikan mobil Avanza melemparkan tas berwarna hitam ke dalam gereja Santa Anna.

Polisi langsung merespons informasi itu dengan baik. Namun, setelah ditelusuri, tidak ada benda mencurigakan di lokasi. Informasi tersebut, dipastikan tidak berbahaya dan palsu alias hoaks. Sebab, polisi tak menemukan tas ransel yang dicurigai sebagai bom seperti yang dilaporkan oleh orang tak dikenal itu.

"Kami menduga sementara bahwa berita itu berita palsu, laporan palsu, demikian. (Ransel) tidak ditemukan," katanya usai proses sterilisasi lokasi selama tiga jam.

Baca Juga : Viral Dahulu, Hoaks Kemudian

Informasi ini menjadi serius karena anggotanya mendapatkan laporan yang sama sebanyak tiga kali. Pertama, orang yang mengatasnamakan penjaga keamanan gereja. Kedua, mengatasnamakan Jatanras Polda Metro Jaya, dan ketiga mengatasnamakan Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Metro Jaya. Sayang, saat dikonfirmasi pihaknya, tiga instansi tadi menyatakan tak pernah melayangkan laporan.

"Ketiga laporan tetap kita tindaklanjuti sambil kita menghubungi satuan gegana penjinak bom. Sambil menunggu mereka (satuan gegana), kita amankan TKP. Setelah mereka tiba, seperti anda lihat mereka bekerja dan sampai selesai berita acaranya steril," kata dia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga memantau informasi ini. Dia juga bisa tenang seperti Arum setelah tahu kalau informasi tadi tidaklah benar. Dia mengetahui itu setelah berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis.

"Tadi saya bicara juga dengan Pak Kapolda menyangkut soal kasus Duren Sawit itu. Sejauh ini tidak ada apa-apa," tuturnya. 

Baca Juga : Kisah Pilu Korban Ledakan Bom Surabaya

Dia pun mengimbau kepada seluruh warga Jakarta agar tidak panik dengan informasi tentang teror di Jakarta. Anies menyarankan warga melapor ke aparat terkait bila menemukan hal yang mencurigakan di lingkungannya. 

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat tidak perlu menunjukkan sikap yang berlebihan dan bila menemukan ada tanda-tanda mencurigakan jangan menyebarkan kekhawatiran apalagi hoaks," ujar Anies.

"Laporkan kepada aparat terdekat, minimal bisa langsung melapor kepada ketua RT dan RW yang nanti langsung akan dilaporkan. Karena semuanya posisinya siaga dan siap untuk merespons," sambungnya.

Pagi ini, sejumlah informasi beredar pesat lewat aplikasi pesan. Tim era.id merangkum sejumlah informasi itu, yang kemudian dipastikan kevalidannya. Dari semua informasi yang beredar, hanya Mapolrestabes Surabaya dan penangkapan teroris di Sidoarjo yang diakui keabsahannya.

Baca Juga : Sebaran Hoaks di Tengah Kepanikan Bencana

Peredaran isu terorisme pascaserangan Surabaya
1. Bom Di Halaman Mapolrestabes Surabaya (Benar)
2. Bom di Duren Sawit, Gereja Paroki, Yayasan Santa Ana (Hoaks)
3. Bom di Bandara A. Yani Semarang. Setelah dilakukan pengamanan ternyata berisi ICU control GPS. (Hoaks) 
4. Bom di Dekat Satpas Colombo, Tanjung Perak, Surabaya (Hoaks)
5. Isu Penangkapan Teroris di Jedong, Urang Agung, Sukodon, Sidoarjo. Merupakan Upaya Penangkapan Budi Satriyo Sisa Pembesuk Napiter Dedi Rofaizal (Napiter Lapas Tulung Agung, Jaringan Abu Roban, MIB, Baiat ISIS), yang membesuk Bersama 2 pelaku Bom Surabaya lainnya. (Benar)
6. Bom Meledak di Bank Prima Surabaya. (Hoaks)
7. Peredaran pesan berantai mengatasnamakan BIN dan Densus 88 untuk menghindari sejumlah Mall. (Hoaks)
Bagikan :

Reporter : Diah Ayu Wardani , Suriaman Panjaitan , Taufan Zasya
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Olahraga
21 Oktober 2018 10:07 WIB

Alhamdulilah, Pecah Juga 'Telur' Salah

Dalam laga lawan Huddersfield Town, salah akhiri paceklik gol di empat laga berturut
Lifestyle
21 Oktober 2018 09:34 WIB

Zayn Malik Luncurkan Single Kelima

Album kedua tinggal menghitung hari
Lifestyle
21 Oktober 2018 09:09 WIB

Putra Jokowi Beli Rumah Laudya Chintya Bella?

Simak info lengkapnya!
Nasional
21 Oktober 2018 07:35 WIB

Masa Ada Azab Bagi Penghina Cebong dan Kampret?

Judul dan ilustrasi di atas hanyalah fiktif dan kreasi liar tim kreatif
 
Lifestyle
21 Oktober 2018 07:14 WIB

Indah Pada Waktunya Ala Galabby Thahira 

Ini dia single kedua dari penyanyi jazz dengan gaya penampilan panggung triple threat