Senin, 20 Agustus 2018
Ilustrasi (era.id)
14 Mei 2018 13:09 WIB

Teror Hoaks di Tengah Ledakan Bom

Tetap tenang, kami tidak takut
Bagikan :


Jakarta, era.id - Pagi ini, telepon genggam Arum (28), dibombardir pesan berantai dari grup WhatsApp yang diikutinya. Pesan itu berisi macam-macam kabar tentang adanya ledakan bom. Awalnya, kabar bom meledak di halaman Mapolresta Surabaya. Pesan itu dibubuhi rekaman CCTV video detik-detik sebelum ledakan terjadi.

Beberapa menit kemudian, dia mengecek televisi. Dan benar, ada bom yang meledak di Mapolresta Surabaya. Bom itu dibawa lima orang yang mengendarai dua sepeda motor. Sejumlah anggota polisi jadi korban dari ledakan itu. 

Setelah informasi tadi, mulai berseliweran kabar tentang bom lainnya. Di antaranya, Satpas Colombo, Tanjung Perak, Surabaya; bom meledak di Bank Prima Surabaya; isu penangkapan teroris di Jedong, Urang Agung, Sukodon, Sidoarjo; bom di Bandara A. Yani Semarang; hingga teror bom Gereja Katolik Santa Anna, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Informasi yang paling terakhir bikin dia kaget. Sarapannya pun jadi tidak enak dirasa. Perempuan yang bekerja di kawasan Kuningan, Jakarta, itu jadi takut. Dia teringat cerita rentetan bom yang meledak di Surabaya, kemarin, Minggu (13/5/2018). Ada tiga tempat yang jadi sasaran. Puluhan orang menjadi korban.


Baca Juga : Butuh Pendekatan Khusus Tangani Terorisme di Perbatasan


(Infografis korban bom di tiga gereja di Surabaya/era.id)

Ditambah, Polda Metro Jaya menetapkan status siaga 1 untuk Jakarta usai adanya serangan bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, itu. Maka banyak yang khawatir teror dari Surabaya bisa merembet ke Jakarta. 

Beberapa jam setelah kabar di Duren Sawi tadi beredar, Arum baru bisa tenang. Sebab, teror itu tidaklah benar. Dia tahu itu dari informasi di media massa.

Kapolsek Duren Sawit, Komisaris Polisi Tumpak Halomoan Simatupang mengatakan, teror itu berasal dari telepon seseorang tak dikenal ke Mapolsek Duren Sawit. Telepon yang diterima Aiptu Zainuddin itu mengatakan ada seseorang mengemudikan mobil Avanza melemparkan tas berwarna hitam ke dalam gereja Santa Anna.

Polisi langsung merespons informasi itu dengan baik. Namun, setelah ditelusuri, tidak ada benda mencurigakan di lokasi. Informasi tersebut, dipastikan tidak berbahaya dan palsu alias hoaks. Sebab, polisi tak menemukan tas ransel yang dicurigai sebagai bom seperti yang dilaporkan oleh orang tak dikenal itu.

"Kami menduga sementara bahwa berita itu berita palsu, laporan palsu, demikian. (Ransel) tidak ditemukan," katanya usai proses sterilisasi lokasi selama tiga jam.

Baca Juga : Viral Dahulu, Hoaks Kemudian

Informasi ini menjadi serius karena anggotanya mendapatkan laporan yang sama sebanyak tiga kali. Pertama, orang yang mengatasnamakan penjaga keamanan gereja. Kedua, mengatasnamakan Jatanras Polda Metro Jaya, dan ketiga mengatasnamakan Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Metro Jaya. Sayang, saat dikonfirmasi pihaknya, tiga instansi tadi menyatakan tak pernah melayangkan laporan.

"Ketiga laporan tetap kita tindaklanjuti sambil kita menghubungi satuan gegana penjinak bom. Sambil menunggu mereka (satuan gegana), kita amankan TKP. Setelah mereka tiba, seperti anda lihat mereka bekerja dan sampai selesai berita acaranya steril," kata dia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga memantau informasi ini. Dia juga bisa tenang seperti Arum setelah tahu kalau informasi tadi tidaklah benar. Dia mengetahui itu setelah berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis.

"Tadi saya bicara juga dengan Pak Kapolda menyangkut soal kasus Duren Sawit itu. Sejauh ini tidak ada apa-apa," tuturnya. 

Baca Juga : Kisah Pilu Korban Ledakan Bom Surabaya

Dia pun mengimbau kepada seluruh warga Jakarta agar tidak panik dengan informasi tentang teror di Jakarta. Anies menyarankan warga melapor ke aparat terkait bila menemukan hal yang mencurigakan di lingkungannya. 

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat tidak perlu menunjukkan sikap yang berlebihan dan bila menemukan ada tanda-tanda mencurigakan jangan menyebarkan kekhawatiran apalagi hoaks," ujar Anies.

"Laporkan kepada aparat terdekat, minimal bisa langsung melapor kepada ketua RT dan RW yang nanti langsung akan dilaporkan. Karena semuanya posisinya siaga dan siap untuk merespons," sambungnya.

Pagi ini, sejumlah informasi beredar pesat lewat aplikasi pesan. Tim era.id merangkum sejumlah informasi itu, yang kemudian dipastikan kevalidannya. Dari semua informasi yang beredar, hanya Mapolrestabes Surabaya dan penangkapan teroris di Sidoarjo yang diakui keabsahannya.

Baca Juga : Sebaran Hoaks di Tengah Kepanikan Bencana

Peredaran isu terorisme pascaserangan Surabaya
1. Bom Di Halaman Mapolrestabes Surabaya (Benar)
2. Bom di Duren Sawit, Gereja Paroki, Yayasan Santa Ana (Hoaks)
3. Bom di Bandara A. Yani Semarang. Setelah dilakukan pengamanan ternyata berisi ICU control GPS. (Hoaks) 
4. Bom di Dekat Satpas Colombo, Tanjung Perak, Surabaya (Hoaks)
5. Isu Penangkapan Teroris di Jedong, Urang Agung, Sukodon, Sidoarjo. Merupakan Upaya Penangkapan Budi Satriyo Sisa Pembesuk Napiter Dedi Rofaizal (Napiter Lapas Tulung Agung, Jaringan Abu Roban, MIB, Baiat ISIS), yang membesuk Bersama 2 pelaku Bom Surabaya lainnya. (Benar)
6. Bom Meledak di Bank Prima Surabaya. (Hoaks)
7. Peredaran pesan berantai mengatasnamakan BIN dan Densus 88 untuk menghindari sejumlah Mall. (Hoaks)
Bagikan :

Reporter : Diah Ayu Wardani , Suriaman Panjaitan , Taufan Zasya
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Peristiwa
20 Agustus 2018 12:46 WIB

Tak Datang ke Bawaslu, Andi Arief ada di Bali

Dia siap hadir kalau pemeriksaannya dijadwal ulang
Nasional
20 Agustus 2018 12:06 WIB

Ada Komunikasi Tak Sampai di Internal Prabowo-Sandiaga

Karena Prabowo berpesan jangan kritik Asian Games, eh malah ada yang ngkritik
Ekonomi
20 Agustus 2018 11:31 WIB

Pidato Ketua MPR Dikuliti Habis Sri Mulyani

44 persen utang, ada andil pemerintahan sebelumnya dan Zulkifli ada di kabinet  …
Peristiwa
20 Agustus 2018 10:21 WIB

Bawaslu Panggil Andi Arief Kasus Mahar Sandiaga

Dalam kasus ini ada tiga orang yang diperiksa hari ini, salah satunya Andi Arief
Nasional
20 Agustus 2018 09:36 WIB

Ketum PPP Diperiksa KPK

Dia diperiksa untuk kasus suap dana perimbangan keuangan