Selasa, 19 Februari 2019
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (Foto: Kemenag)
21 Mei 2018 05:05 WIB

Daftar Nama Rekomendasi Penceramah Bisa Bertambah

Tenang dulu, semua bakal terus diperbaharui kok
Bagikan :


Jakarta, era.id - 200 nama penceramah atau mubalig yang dikeluarkan Kementerian Agama menuai polemik. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan rilis daftar 200 nama mubaligh bukanlah yang pertama dan bukan satu-satunya.

"Artinya di kemudian hari akan muncul nama-nama sesuai dengan masukan yang kita terima dari tokoh-tokoh ulama dan ormas Islam. Sehingga mereka bisa kita manfaatkan ilmunya. Ini daftar yang sangat dinamis dan akan senantiasa mengalami perubahan penambahan," Lukman Hakim seperti dikutip dari situs resmi Kemenag, Minggu (20/5/2018).

Lukman menjelaskan, rilis daftar nama mubalig yang dikeluarkan itu hanya untuk menjawab pertanyaan dari masyarakat. Mereka menanyakan kepada Kemenag, muballig mana saja yang bisa berceramah, baik di musala, masjid dan tempat pengajian lainnya.

"Karena begitu banyaknya permintaan dan pertanyaan dari masyarakat lalu kemudian kami di Kemenag meminta masukan kepada sejumlah ormas Islam, tokoh umat, ulama termasuk masjid-masjid besar yang ada di Indonesia lalu kemudian kami mendapatkan nama-nama itu," papar Lukman Hakim. Lihat di sini daftar nama mubalig


Baca Juga : MUI Dukung Kemenag Keluarkan Rekomendasi Penceramah

Dia menegaskan, rilis daftar 200 nama mubalig bukan untuk memilah-milah mana penceramah yang boleh dan mana yang dilarang berceramah. Setelah nama-nama tersebut dikumpulkan, ada tiga hal yang bisa dicermati, yaitu:

1. Mereka-mereka yang betul mumpuni dalam arti menguasai secara mendalam dan luas tentang substansi ajaran Islam.

2. Memiliki pengalaman yang cukup besar sebagai penceramah

3. Memiliki komitmen yang tinggi terhadap kebangsaan
 
"Nah atas dasar itulah kami merilis 200 nama penceramah tersebut. Yang harus menjadi catatan kita semua adalah bahwa ini adalah rilis yang pertama dan bukan satu-satunya," tegas Lukman.

Tanggapan MUI

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi juga memastikan, jumlah penceramah itu akan bertambah. MUI sendiri sangat yakin kalau masih banyak nama ulama atau kiai yang belum tercatat.

"Tidak berarti mubalig tersebut tidak memenuhi tiga kategori di atas," katanya.

Rekomendasi dari Kemenag tersebut, kata dia, bukan menjadi sebuah keharusan yang harus diikuti tetapi hanya sebuah pertimbangan yang sifatnya tidak mengikat. Meski ada daftar itu, lanjut dia, masyarakat punya hak untuk memilih penceramah agama yang sesuai dengan kebutuhannya.

"Memang sebaiknya tetap mengacu kepada tiga ketentuan yang sudah digariskan oleh Kemenag tersebut agar ceramah agama tidak keluar dari substansinya," kata dia.
Bagikan :

Reporter : Agatha Danastri D.P
Editor : Moksa Hutasoit
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Olahraga
19 Februari 2019 15:12 WIB

Mercedes Khawatir Terganggu Brexit

Pabrik dan fasilitas operasi mesin Mercedes ada di Inggris
Suara-Milenials
19 Februari 2019 15:05 WIB

VIDEO: Jelang Pilres Pelajar di Jakarta Utara Rekam e-KTP

Pelaksanaan pencetakan e-KTP dilakukan bagi para pelajar SMA yang sudah berusia 17 tahun
Peristiwa
19 Februari 2019 14:37 WIB

Jokowi Dilaporkan Lagi ke Bawaslu

Kali ini pakai pasal KUHP
Olahraga
19 Februari 2019 14:34 WIB

Indonesia Resmi Calonkan Diri Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032 

Proses pemilihan tuan rumah Olimpiade 2032 akan dilaksanakan selambat-lambatnya pada 2024
Peristiwa
19 Februari 2019 14:09 WIB

Ma'ruf: Mereka Kebanyakan Nonton Mission Impossible

Ini terkait meme perlengkapan canggih yang disebut akan digunakan Ma'ruf saat debat 
POPULER
18 Februari 2019 14:22 WIB

Robben Sebut Anfield Stadion Terburuk

18 Februari 2019 07:25 WIB

Kita Semua Wajib Tanggung Jawab

21 Juli 2018 16:30 WIB

Asia Juga Punya Anak Muda 'Berbahaya'

PODCAST

LISTEN
15 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Buzzer Baik, Memang Ada? (Part 1)


LISTEN
14 Februari 2019 17:09 WIB

PODCAST: Sendiri Tak Melulu Sepi


LISTEN
04 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Merangkai Kata Mendulang Rezeki


LISTEN
01 Februari 2019 19:50 WIB

NGEPOD: Mendarat di Galaksi Palapa


LISTEN
30 Januari 2019 15:11 WIB

NGEPOD: 'Stand Up' untuk Ekonomi Kreatif

FITUR