Jumat, 22 November 2019
Rumah Candra Naya (Wardhany/era.id)
06 Oktober 2019 15:30 WIB

Rumah Candra Naya, Bangunan Bersejarah Tersembunyi di Tengah Jakarta

Suasananya asri di antara gedung-gedung tinggi~
Bagikan :


Jakarta, era.id - Tidak mudah menemukan bangunan bersejarah yang satu ini, karena dari pinggir jalan besar, tak ada tanda-tanda khusus penunjuk rumah Candra Naya. Sebab bangunan bersejarah ini terletak di dalam superblok hotel dan apartemen mewah di Jalan Gajah Mada Nomor 188, Jakarta Barat.

Ibarat kata menyelip di antara bangunan modern dan gedung-gedung tinggi, rumah tua bergaya oriental khas Tionghoa ini tak tersentuh oleh zaman. Bahkan kalau kita coba mencarinya di Google Maps, lokasi ini tidak tertulis Rumah Candra Naya, melainkan Hotel Novotel Mangga Besar atau Apartemen Green Central City.

Saat era.id berkunjung ke bangunan bersejarah ini, kami juga sempat tersasar. "Kalau mau ke Candra Naya, masuk lewat pintu sini, mbak. Dia di tengah Hotel Novotel," kata seorang petugas keamanan sambil menunjuk ke arah pintu masuk kendaraan hotel saat kami mencari Gedung Candra Naya, Minggu (6/10/2019).

Setelah memarkir kendaraan di basement Hotel Novotel, kami pun berjalan ke arah bangunan tua itu berada. Meski matahari sedang terik-teriknya tapi begitu berada di pelataran Rumah Candra Naya, panas matahari jadi tak terasa. Sebabnya, gedung tinggi di depan bangunan cagar budaya bertipe A itu menghalangi terik matahari.


Baca Juga : Melihat Kemegahan Kuil Sensoji Asakusa di Tokyo

Ya bangunan bersejarah ini merupakan rumah peninggalan dari Khouw Kim An, dia adalah Ketua Dewan China di Batavia. Oleh pemerintah Belanda, dia diangkat sebagai Mayor untuk mewakili masyarakat Tionghoa saat kependudukan Belanda di Batavia, pada tahun 1910-1918. Itulah sebabnya gedung Gedung Candra Naya juga dikenal sebagai rumah Mayor.

Oleh Pemprov DKI Jakarta, bangunan ini dimasukkan dalam kawasan cagar budaya tipe A yang berarti tak boleh dipugar sembarangan tanpa izin. Sekali pun sempat terbengkalai, tapi bangunan rumah yang menjadi salah satu destinasi wisata ini akhirnya dipugar pada tahun 2012.



Memperhatikan bangunan tua ini, tak terasa membosankan. Semua detil bagian rumah dari pintu, kusen jendela tiang penyangga rumah dicat dengan warna hijau tua senada. Ornamen bertuliskan aksara China juga tertempet di bagian depan pintu rumah. Tak hanya itu, di bagian atas kusen pintu itu ada ukiran bergambar rusa dan ukiran bergambar bangau.

Selain itu, di pintu tersebut juga ada pengetuk pintu, yang bentuknya segi delapan atau disebut Pa kua. Pengetuk pintu ini dianggap sebagai penolak bala dan biasanya terbuat dari besi yang dicat berwarna emas. Jika diketuk bunyinya menggema ke seluruh ruangan tengah yang ada di Rumah Candra Naya.

Selagi berkeliling dan menikmati suasana rumah Candra Naya. Ada sebuah ruangan yang cukup luas dan berisi tentang informasi bangunan ini. Termasuk soal ornamen-ornamen yang menghiasi rumah ini.

Di sana kami bertemu Ahmad yang merupakan satpam di gedung ini. Kata dia, bangunan ini tak banyak berubah. Termasuk kusen pintu, jendela, dan ornamen-ornamen yang ada di sini. Semuanya memang dibiarkan asli.

"Ini masih asli semua kusen dan ornamennya pokoknya enggak diubah sama sekali, pas dipugar cuma dicat aja," kata Ahmad, satpam yang menemani kami berkeliling.

Selain ruang tengah yang luas, ada dua ruangan lain yang dibuka. Hanya saja ruangan ini memang kosong. Berjalan ke bagian belakang rumah, kami menemukan ada kolam ikan yang diisi puluhan ikan koi lengkap dengan pancuran.



Pengunjung yang datang, juga banyak yang berfoto di kolam ikan tersebut karena suasananya begitu asri. Tak hanya kolam ikan, terdapat juga balai terbuka dengan tiang yang dicat berwarna hijau.

Salah satu pengunjung yang datang, Ayu (25) warga Mangga Besar mengaku tahu Rumah Candra Naya dari sosial media. Dia datang bersama temannya untuk berfoto.

"Saya tahu dari sosmed, jadi awalnya lihat di feeds Instagram. Kok menarik, dekat rumah juga. Ya sudah datang saja," ungkapnya.

Sama seperti kami yang tersasar saat datang ke tempat ini, Ayu mengaku dia dan kawannya juga mengalami hal tersebut. "Kesasar juga, dari depan enggak lihat kan. Tahunya posisinya di tengah hotel. Ya, pas masuk enggak nyesal sih. Bagus, terjaga juga, dan yang penting bisa foto-foto," ujarnya.



Untuk pengunjung yang ingin menikmati suasana Rumah Candra Naya yang masih kental suasana orientalnya bisa langsung datang ke tempat ini dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Tempat ini buka setiap hari dan tidak dipungut biaya alias gratis.

Meski bagus untuk spot foto, di tempat ini ada larangan untuk berfoto dengan kamera beresolusi tinggi. Hanya saja, jika kalian memang ingin berfoto untuk keperluan pra-wedding dengan menggunakan kamera beresolusi tinggi kalian boleh melakukannya asal menghubungi pengelola gedung tersebut.
Bagikan :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
22 November 2019 22:36 WIB

What's On Today, 22 November 2019

Nikmatilah sensasi baru menikmati berita.
Nasional
22 November 2019 20:50 WIB

KPK yang Masih Bingung dengan Status Stafsus Milenial Jokowi

Mereka masuk kategori penyelenggara negara atau tidak?
 
Nasional
22 November 2019 20:15 WIB

Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp8 Miliar untuk Tiga WNI yang Disandera

Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia dan Filipina
Lifestyle
22 November 2019 20:02 WIB

Belajar Mencintai Diri dari Pengalaman Buruk Edsa Estella

Sebuah perlawanan terhadap bullying ala Edsa Estella
Nasional
22 November 2019 19:27 WIB

Kala BUMN dan PDIP Rebutan Ahok

Menteri BUMN minta Ahok lepas status kader parpol, PDIP ogah Ahok pergi