Senin, 14 Oktober 2019
Aktivitas pengunjung di Perpustakaan Erasmus Huis Jakarta. (Mery/era.id)
14 September 2019 16:41 WIB

Singgah di Perpustakaan Erasmus Huis yang Bikin Betah

Tapi ingat ya mblo, perpustakaan untuk baca buku bukan untuk foto-foto~
Bagikan :


Jakarta, era.id - Mendengar kata perpustakaan pasti terbayang di benak kita bagaimana ratusan bahkan ribuan lebih buku terpajang menghiasi sudut-sudut ruangan. Suasana yang tampak seperti toko buku itu tentu bikin kita bosan dan jenuh. Kalau sudah begini, yang ada kita ingin buru-buru meninggalkan perpustakaan dan mencari persinggahan yang lebih menarik.

Kesan membosankan di perpustakaan dijamin enggak akan kalian temukan jika berkunjung ke Erasmus Huis Library. Perpustakaan yang terletak di belakang gedung Kedutaan Besar Belanda di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan itu punya 14 ribu koleksi buku. Deretan buku dari beragam jenis berjejer rapi di lemari. Buku-buku itu disusun berdasarkan huruf depan nama pengarang.

Penanggung jawab Perpustakaan Erasmus Huis, Rina Tjokorde mengatakan, setelah direnovasi pada 15 November 2018 perpustakaan berhasil menggaet minat anak muda untuk datang berkunjung. Perpustakaan itu sebenarnya sudah berdiri sejak tahun 1970-an.

Dampak modernisasi desain interior perpustakaan ini, membuat para milenial datang demi merasakan sensasi kenyamanan yang diberikan perpustakaan. Ruangan yang dingin serta tersedianya WiFi gratis membuat pengunjung betah berlama-lama.


Baca Juga : Dosa-Dosa Negara kepada Kebudayaan Menurut Sastrawan Eka Kurniawan

"Akhir-akhir ini yang datang kebanyakan antara mahasiswa atau pekerja seusia kamu. Presentasinya 50 banding 50 lah," ucap Rina, kepada era.id, di Erasmus Huis, Jakarta Selatan, Sabtu (14/9/2019).



Koleksi buku perpustakaan Erasmus Huis kebanyakan berbahasa Belanda. Buku berbahasa Inggris dan Indonesia hanya sekitar 25 persen dari total koleksi. Perpustakaan ini sebanarnya cocok untuk mereka yang ingin mengetahui lebih banyak tentang negeri kincir angin tersebut.

Saat memasuki ruang perpustakaan, nuansa warna putih dan coklat mendominasi ruangan yang memberi kesan modern dan minimalis. Interior ini membuat siapa saja yang datang akan merasa tenang, nyaman, dan betah berlama-lama.

Tidak hanya WiFi gratis, perpustakaan ini juga memberikan fasilitas lain mulai dari toilet, stop kontak, musala hingga kafe yang berada di area luar perpustakaan. Masih di sekitar perpustakaan, terdapat satu bangunan miniatur rumah khas negeri kincir angin, yang menambah kesan seakan-akan ada di Belanda.



Menurut Rina, pengunjung kebanyakan sudah mengetahui peraturan umum perpustakaan, yaitu tertib, tidak boleh berisik, dan tidak boleh membawa makanan. Namun pengunjung tetap diperbolehkan untuk membawa minum.

Dari dalam perpustakaan terdapat pintu yang menyambung ke ruangan pameran foto. Beberapa pengunjung yang tidak dapat tempat duduk di perpustakaan bisa menunggu di sana sambil melihat-lihat.

Perpustakaan ini buka setiap hari Senin-Kamis pukul 9.00 hingga pukul 16.00, Jumat pukul 9.00 hingga 14.00, sementara Sabtu buka pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.

Pengunjung juga diperbolehkan meminjam buku dengan syarat harus memiliki kartu anggota terlebih dahulu. Pembuatan kartu anggota untuk kalangan umum dikenakan biaya Rp30 ribu, sementara untuk mahasiswa atau pelajar dikenakan biaya Rp15 ribu.

Pengunjung bisa meminjam maksimal tiga buku dengan durasi peminjaman selama tiga minggu. "Siap-siap yah, waktu tutup sebentar lagi," tutur Rina, dari balik meja kerjanya.

Pengunjung satu persatu bergegas merapihkan barang bawaan, mereka terlihat sangat berhati-hati agar tidak mengeluarkan suara dari aktivitas yang dilakukan.



Begitu juga, saat pengunjung yang berada di atas mendengar pengumuman dari Rina. Mereka berusaha mengatur langkahnya, agar suara sepatu saat mereka menuruni anak tangga, tidak menggangu pengunjung lain yang masih membaca buku.

"Makasih yah bu," seru sekumpulan mahasiswa.

Rina yang saat itu sedang berbicara dengan saya, teralihkan dengan suara mereka. "Sama-sama, nanti datang lagi yah. Hari Senin bukanya sampai jam 16.00," jawab Rina ramah.

Untuk mencapai Erasmus Huis, pengunjung bisa menggunakan transportasi umum Transjakarta dan turun di halte Kuningan Timur atau halte Kuningan Barat. Setelah itu pengunjung bisa melanjutkan dengan berjalan kaki.

Bagi kalian yang ingin mengunjungi Erasmus Huis dengan kendaraan pribadi, kalian bisa dengan mudah menukannya karena letaknya tidak terlalu jauh dari Kedutaan Besar Belanda. Petugas keamanan juga akan mengarahkan kalian saat memasuki pintu Erasmus Huis.


(Foto-foto karya jurnalis era.id Mery Handayani)
Bagikan :

Reporter : Mery Handayani
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
14 Oktober 2019 12:27 WIB

Mengenal Somantri Ahmad, Bapak-bapak dengan Lawakan yang Khas

Lawakannya sempat viral di sejumlah media sosial
Internasional
14 Oktober 2019 12:05 WIB

Mal di Hong Kong Jadi Arena Bentrokan Aparat Vs Demonstran

Orang-orang yang sedang berbelanja berteriak-teriak ketakutan dan beberapa luka-luka
Lifestyle
14 Oktober 2019 11:35 WIB

Kebangkitan Club Eighties dalam Cahaya

Tetap dengan pop synthesizer yang dibalut gaya sound kekinian
Nasional
14 Oktober 2019 11:20 WIB

Upaya Mengawal Istri Kolonel Hendi dari UU ITE

Sebanyak 52 pengacara menyatakan siap mendampingi istri Hendi, Irma Zulkifli Nasution
Nasional
14 Oktober 2019 11:17 WIB

Demokrat-Gerindra Sudah Diajak Ngobrol Jokowi, PAN-PKS Kapan?

Siap jadi mitra dan oposisi