Jumat, 22 November 2019
Pameran Kompas Travel Fair (KTF) 2019 di Jakarta Convention Center. (Noor Pratiwi/era.id)
20 September 2019 14:48 WIB

Indonesia Timur Jadi Destinasi Primadona di KTF 2019

Kalo disuruh liburan ke Indonesia Timur, kamu pilih ke mana? Kalo aku sih pilih kamu~
Bagikan :


Jakarta, era.id - Hari ini, Kompas Travel Fair (KTF) 2019 resmi dibuka di Jakarta Convention Center (JCC). Pameran wisata ke-8 yang diadakan oleh Harian Kompas dan bekerja sama dengan bank CIMB Niaga ini berfokus pada destinasi wisata di wilayah Indonesia Timur.

Acara tersebut dibuka secara simbolis lewat pemukulan alat musik tradisional Papua, Tifa, serta pengguntingan pita oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Berbeda dengan tahun lalu, KTF tahun ini lebih mengkhususkan destinasi wisata di wilayah Indonesia Timur, salah satunya adalah Raja Ampat di Papua Barat. Raja Ampat memang dikenal sebagai surganya wisata menyelam (diving) dan salah satu yang terbaik di dunia.


Menteri Pariwisata Arief Yahya di pameran Kompas Travel Fair 2019. (Noor Pratiwi/era.id)


Baca Juga : Hangout ke Museum Sumpah Pemuda Kenapa Enggak

Ada ratusan gugusan pulau di Raja Ampat yang bisa menjadi spot diving untuk menikmati keindahan bawah laut, di antaranya Magic Mountain, Cross Wreck, Blue Magic, Pulau Fam, Selat Dampier, Chicken Reef, hingga Tanjung KRI. 

"Hal yang baru di KFT ini adalah kita mempromosikan wisata halal, serta wisata domestik khususnya Papua Barat," kata Pemimpin Redaksi Harian Kompas Ninuk Mardiana Pambudy pada Seremoni Kompas Travel Fair 2019, di JCC, Jumat (20/9/2019).

Meski sempat mengalami kerusuhan beberapa waktu lalu, Papua Barat dengan destinasi wisata yang beragam kini sudah aman untuk dikunjungi. Hal itu dikatakan langsung oleh Sekretaris Daerah Papua Barat Natalie Mandacan.

"Wisata di Papua Barat adalah surga yang jatuh dan dipastikan kondisi Papua Barat aman," ucapnya.



Pariwisata devisa terbesar Indonesia

Untuk terus memajukan destinasi wisata di Indonesia, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga menekankan agar industri wisata di Indonesia ditingkatkan secara global. Hal itu diharapkan mampu mengundang investor lebih banyak ke Indonesia.

"Bukan hanya orang Indonesia yang menikmati wisata di negeri ini, tetapi masayarakat global juga bisa menikmatinya. Dengan industri wisata dalam sektor online akan menjangkau wilayah yang lebih luas," kata Arief di JCC.

Arief juga menyebut, industri pariwisata di Indonesia memiliki pertumbuhan paling cepat dan membantu perekonomian negara. "Pariwisata akan menjadi devisa terbesar di Indonesia," kata Arief.

Selain di Jakarta, KFT 2019 juga serentak digelar di tiga kota yaitu Surabaya di Pakuwon Mall, Medan di Centre Point Mall, dan KTF Region Makassar di Phinisi Point. KFT di Jakarta merupakan yang terbesar karena diramaikan dengan 122 exhibition.

KFT 2019 juga menawarkan beragam keunggulan, di antaranya 10 maskapai penerbangan domestik dan internasional yang siap mengantarkan kamu ke berbagai destinasi wisata terbaik. Kemudian, 30 travel agent dengan berbagai pilihan yang menarik. Hingga beragam pilihan paket wisata seperti umrah dan haji, kuliner, serta edukasi wisata yang dapat dipilih sesuai keinginan. 


Pameran Kompas Travel Fair (KTF) 2019 di Jakarta Convention Center. (Noor Pratiwi/era.id)
Bagikan :

Reporter : Noor Pratiwi
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
22 November 2019 22:36 WIB

What's On Today, 22 November 2019

Nikmatilah sensasi baru menikmati berita.
Nasional
22 November 2019 20:50 WIB

KPK yang Masih Bingung dengan Status Stafsus Milenial Jokowi

Mereka masuk kategori penyelenggara negara atau tidak?
 
Nasional
22 November 2019 20:15 WIB

Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp8 Miliar untuk Tiga WNI yang Disandera

Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia dan Filipina
Lifestyle
22 November 2019 20:02 WIB

Belajar Mencintai Diri dari Pengalaman Buruk Edsa Estella

Sebuah perlawanan terhadap bullying ala Edsa Estella
Nasional
22 November 2019 19:27 WIB

Kala BUMN dan PDIP Rebutan Ahok

Menteri BUMN minta Ahok lepas status kader parpol, PDIP ogah Ahok pergi