Senin, 20 Januari 2020
Ilustrasi (pixabay)
15 Januari 2020 17:16 WIB

Untung Rugi PayLater Yang Harus Kamu Pikirin

PayLater tak seindah apa yang dibayangkan
Bagikan :
Jakarta, era.id - Merambahnya e-commerce sangat mempermudah konsumen untuk membeli dan menjual suatu barang atau memesan layanan transportasi online. Dengan menggunakan metode pembelian dan pembayaran online, ini sangatlah membantu konsumen dan penjual barang untuk bertransaksi. Kehadiran e-commerce sangat membantu, karena diaplikasi tersebut terdapat fitur-fitur masa kini, seperti fitur chatting, review dari pembeli, rating, flash sale, diskon, voucher gratis ongkis, voucher cashback, dan lain-lain.

Fitur yang sedang digandrungi masyarakat akhir-akhir ini adalah pay later. Pay later merupakan fasilitas keuangan dari e-commerce yang metode pembayaran dengan cicilan tanpa kredit online pada aplikasi tersebut. Pembayarannya akan ditagih setiap akhir bulan atau awal bulan tergantung dari ketentuan e-commerce masing-masing. Dulu sebelum adanya pay later, rata-rata orang-orang takut untuk berutang. Anggapan ini muncul karena takut enggak bisa bayar, pembayaran bunga yang cukup besar, boros, dan lain sebagainya.

Tetapi sekarang ini banyak juga orang-orang mengungkapkan bahwa kedatangan pay later memberikan kemudahan bagi hidup orang. Fitur pay later ini memang sedang populer, sejumlah perusahaan aplikasi berlomba-lomba agar mendapatkan fitur paylater. Layanan ini sangat menguntungkan, pasalnya proses kerjanya sangat mudah dan dilakukan langsung di smartphone, komputer, dan laptop.

Layanan pay later ini memang sangat memudahkan seseorang, khususnya bagi seseorang sedang mengalami krisis soal keuangan. Dalam jangka waktu kedepan, pay later bisa menjadi persoalan serius dalam keuangan khususnya anak millenial. Pembayarannya seperti kartu kredit konvensional, layanan dari pay later ini memiliki anggaran biaya setiap bulannya yaitu biaya anggota bulanan, cicilan, dan biaya yang tak terduga di setiap aplikasinya.

Pada aplikasi Go-Jek, pengguna harus membayar setiap bulannya sebesar Rp.25.000/bulan. Setiap melakukan transaksi, kewajiban ini harus dibayarkan oleh pengguna. Jika pengguna terlambat dalam melakukan pembayaran maka akan dikenakan sebesar Rp.2.000/hari. Untuk Traveloka sendiri, pengguna juga dikenakan biaya setiap bulannya yang disebut dengan instalment fee. Biaya cicilanpun bervariasi dari 2,14% hingga 4,78% per bulannya dari nilai transaksi.

Sedangkan untuk OVO, aplikasi milik Lippo Grup ini dikenakan biaya administrasi sebesar 5% dari nilai transaksi. Jika mengalami keterlambatan biaya, pengguna dikenakan bunga 0,1%/hari. Rasa khawatir ini harus bisa dirasakan oleh anak millenial. Dengan gaya hidup sekarang ini memang sangat dimudahkan, lebih praktis dan efisien. Yang paling dikhawatirkan adalah utang. Jika penggunaan utang setiaphari, pasti ini sangat membuat resah karena utang akan terus bertumpuk.

Dampak kedepannya, dalam pengaturan keuanganmu menjadi tidak teratur dan tidak efesien karena adanya lilitan utang tersebut. Seiring berjalannya waktu, lilitan hutang tersebut akan bertumpuk dan akan susah untuk dikendalikan. Pergunakanlah pay later sebaik mungkin, agar nantinya dikemudian hari utang itu tidak terus bertumpuk dan membuat keuanganmu menjadi buruk.

Efek buruknya tagihan tersebut akan membengkak dan menyebabkan catatan reputasi kredit atau skor kredit bank kamu turun alias buruk. Selain itu, identitas asli seseorang semuanya akan terkoneksi, jadi kalau tidak bayar, telat bayar dalam waktu jatuh tempo. Itu ada pengaruh terhadap nilai kualitas kredit  di perbankan.

Secanggih apapun fitur yang digunakan, keamanan data konsumen dengan pay later bisa menjadi ancaman kedepannya untuk seseorang. Hal ini dikarenakan data-data pribadi konsumen telah memberikan identitas yang lengkap dan harus berhati-hatilah dalam menggunakan pay later di e-commerce.
 

Jangan sampai pengajuan pinjaman/kredit untuk hal yang lebih penting seperti kredit rumah, kendaraan dan modal usaha bisa terancam ditolak karena kualitas score kredit yang rusak gara-gara kelalaian mencicil utang dalam sistem pay later.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Adelia Hutasoit
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 Januari 2020 08:21 WIB

PDIP: Yasonna Cuma Nganterin Tim Hukum

Enggak intervensi kok
Lifestyle
20 Januari 2020 07:47 WIB

Tiket Fancon Park Jihoon Dijual Mulai Rp950.000

Paling mahal Rp2,5 Juta
Nusantara
20 Januari 2020 07:04 WIB

Jembatan Putus Diterjang Banjir Bandang, 4 Tewas, 6 Hilang

Saat kejadian ada orang lagi nyebrang
Nasional
19 Januari 2020 19:05 WIB

Investor Jiwasraya akan Suntikan Dana Mencapai Rp3 Triliun

"(Investor) ada yang dari lokal, dari asing"
Lifestyle
19 Januari 2020 18:09 WIB

Tempat Nongkrong Seru ala Anak Jaksel

Ada yang udah pernah ke tempat-tempat ini?